Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala BGN, Ini Alasan Prabowo dan Profil Lengkapnya

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala BGN, Ini Alasan Prabowo dan Profil Lengkapnya

Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala BGN, Ini Alasan Prabowo dan Profil Lengkapnya

Redaksiku.com – Sudaryono ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN pada Rabu, 22 Juli 2026.

Ia menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Sudaryono akan menjadi Kepala BGN definitif dan tidak merangkap jabatan sebagai Wakil Menteri Pertanian.

Pelantikan dijadwalkan berlangsung di Istana Negara pada pukul 15.00 WIB. Hingga artikel ini diperbarui pukul 15.18 WIB, pemerintah belum menerbitkan keterangan resmi yang memastikan seluruh rangkaian pelantikan telah selesai. Karena itu, status yang telah terkonfirmasi adalah penunjukan Sudaryono sebagai pengganti Kepala BGN.

Ringkasan Penunjukan Sudaryono

Keterangan Informasi
Nama Sudaryono
Jabatan baru Kepala Badan Gizi Nasional
Jabatan sebelumnya Wakil Menteri Pertanian
Pejabat yang digantikan Nanik Sudaryati Deyang
Alasan pergantian Nanik mengundurkan diri karena kesehatan
Jadwal pelantikan 22 Juli 2026 pukul 15.00 WIB
Status rangkap Wamentan Tidak merangkap
Program utama yang dipimpin Makan Bergizi Gratis

Istana menyatakan penunjukan dan pelantikan dilakukan pada hari yang sama agar pelaksanaan tugas BGN tidak mengalami kekosongan kepemimpinan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alasan Prabowo Memilih Sudaryono

Prasetyo Hadi menjelaskan Sudaryono dipilih karena telah mengikuti pembahasan Program Makan Bergizi Gratis sejak tahap penyusunan konsep dan teknis pelaksanaannya.

Ia disebut terlibat dalam berbagai diskusi mengenai cara program tersebut dijalankan, termasuk keterkaitannya dengan rantai pasok bahan pangan.

Pengalaman Sudaryono di Kementerian Pertanian juga menjadi pertimbangan. Program MBG memerlukan pasokan beras, telur, ayam, sayuran, buah, susu, ikan, serta berbagai bahan pangan lain dalam jumlah besar dan berkelanjutan.

Kementerian Pertanian menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut karena berhubungan langsung dengan produksi petani, peternak, pelaku usaha pangan, dan distribusi komoditas.

Penunjukan ini menunjukkan pemerintah ingin menghubungkan pelaksanaan program gizi dengan kebijakan produksi pangan. Tantangan BGN tidak hanya membagikan makanan, tetapi juga memastikan bahan baku tersedia, harganya stabil, aman dikonsumsi, dan dapat meningkatkan pendapatan produsen lokal.

Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala BGN, Ini Alasan Prabowo dan Profil Lengkapnya
Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala BGN, Ini Alasan Prabowo dan Profil Lengkapnya

Sudaryono Janji Bekerja Keras

Sudaryono meminta doa dan dukungan masyarakat setelah menerima penugasan sebagai Kepala BGN.

Ia mengatakan akan bekerja sebaik-baiknya untuk menjalankan amanah tersebut. Sudaryono juga menyatakan fokus utamanya adalah memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan secara optimal bagi masyarakat.

Sudaryono mengaku pertama kali menerima informasi mengenai penunjukannya melalui sambungan telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi melalui keterangan resmi Menteri Sekretaris Negara yang mengumumkan keputusan Presiden Prabowo.

Ia mengakui posisi Kepala BGN membawa tanggung jawab besar. Program MBG merupakan salah satu agenda utama pemerintahan Prabowo dan memiliki dampak langsung terhadap anak sekolah, ibu hamil, balita, serta kegiatan ekonomi petani dan peternak.

Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian

Istana memastikan Sudaryono tidak akan merangkap jabatan Kepala BGN dengan Wakil Menteri Pertanian.

Setelah dilantik, ia harus melepaskan posisi Wamentan dan menjalankan tugas secara penuh di BGN. Pemerintah belum mengumumkan siapa yang akan mengisi jabatan Wakil Menteri Pertanian setelah ditinggalkan Sudaryono.

Sudaryono pertama kali dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Juli 2024. Ia kemudian kembali dipercaya menduduki jabatan yang sama dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo.

Selama berada di Kementerian Pertanian, Sudaryono terlibat dalam isu produksi pangan, distribusi pupuk, penyerapan hasil petani, stabilisasi harga ayam dan telur, mekanisasi pertanian, serta penguatan rantai pasok pangan.

Bagaimana dengan Jabatan Komisaris Utama?

Sebelum ditunjuk menjadi Kepala BGN, Sudaryono juga tercatat sebagai Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia.

Publikasi resmi Pupuk Indonesia yang masih tersedia pada Juli 2026 menyebut Sudaryono sebagai Komisaris Utama ketika menjelaskan transformasi dan penguatan industri pupuk nasional.

Keterangan Istana mengenai larangan rangkap jabatan sejauh ini secara khusus menyebut Sudaryono akan melepaskan posisi Wakil Menteri Pertanian.

Belum terdapat pengumuman resmi dalam sumber yang tersedia mengenai statusnya sebagai Komisaris Utama Pupuk Indonesia setelah menjadi Kepala BGN. Kejelasan mengenai jabatan tersebut perlu menunggu keputusan pemerintah atau pembaruan susunan komisaris perusahaan.

Menggantikan Nanik S. Deyang

Sudaryono menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang menyampaikan pengunduran diri pada hari yang sama.

Nanik mundur untuk menjalani pengobatan terkait kondisi jantung. Ia baru dilantik sebagai Kepala BGN pada 8 Juni 2026 sehingga masa jabatannya berlangsung sekitar satu setengah bulan.

Pemerintah menyatakan Nanik tetap diminta membantu mengawal perbaikan BGN. Presiden juga membuka kemungkinan keterlibatannya dalam struktur pengawasan lembaga setelah kondisi kesehatannya memungkinkan.

Pergantian kepada Sudaryono membuat BGN kembali mengalami transisi kepemimpinan dalam waktu relatif singkat. Kondisi tersebut menjadi tantangan karena lembaga sedang mengevaluasi anggaran, jumlah penerima manfaat, operasional dapur, keamanan makanan, serta sistem pengawasan MBG.

Tantangan Besar yang Menunggu Sudaryono

Sudaryono tidak hanya menerima tugas membagikan makanan kepada jutaan penerima. Ia juga harus membenahi persoalan tata kelola, anggaran, keamanan pangan, dan akurasi data.

Berikut beberapa pekerjaan utama yang menunggunya.

1. Menyelesaikan Evaluasi Anggaran MBG

Anggaran Program Makan Bergizi Gratis untuk 2026 telah diturunkan menjadi sekitar Rp229 triliun.

Nilai tersebut berkurang dari angka sebelumnya Rp268 triliun dan jauh di bawah rencana awal sekitar Rp335 triliun. Pemerintah masih membuka kemungkinan penyesuaian lebih lanjut setelah evaluasi diselesaikan.

Presiden memberi waktu kepada BGN untuk menyelesaikan perhitungan akhir. Sudaryono harus memastikan pengurangan anggaran tidak menurunkan standar gizi, keamanan makanan, dan ketepatan pembayaran kepada mitra.

2. Memvalidasi Jumlah Penerima

Program MBG pada awalnya diarahkan untuk menjangkau sekitar 83 juta penerima, termasuk pelajar dan ibu hamil.

Hingga laporan terbaru, program disebut telah mencapai sekitar 62,5 juta orang. BGN berencana menyesuaikan jumlah penerima serta lebih memprioritaskan kualitas layanan dan kelompok yang paling membutuhkan.

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kementerian Agraria Percepat Sertifikasi Tanah Gratis, 1,1 Juta Rumah MBR Jadi Prioritas
Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG
Kendaraan Dinas 2026: Aturan Diperketat, Anggaran Mobil Eselon I Capai Rp931 Juta
Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda
Nasaruddin Umar Dorong Harmoni Lewat Rukun Festival 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Buka Suara soal Kunker AS
ASN Digital BKN 2026 Integrasikan 47 Layanan Kepegawaian
Jampidsus Mengundurkan Diri, Febrie Tinggalkan Jabatan
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:56 WIB

Kementerian Agraria Percepat Sertifikasi Tanah Gratis, 1,1 Juta Rumah MBR Jadi Prioritas

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:29 WIB

Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala BGN, Ini Alasan Prabowo dan Profil Lengkapnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:25 WIB

Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:36 WIB

Kendaraan Dinas 2026: Aturan Diperketat, Anggaran Mobil Eselon I Capai Rp931 Juta

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:57 WIB

Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda

Berita Terbaru