Arti Dasarian BMKG dan Kondisi Hujan Juli 2026

- Penulis

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arti Dasarian BMKG dan Kondisi Hujan Juli 2026

Arti Dasarian BMKG dan Kondisi Hujan Juli 2026

Redaksiku.com – Istilah dasarian kembali sering muncul dalam informasi cuaca dan iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Pada pertengahan Juli 2026, misalnya, BMKG menerbitkan prediksi curah hujan, perkembangan musim kemarau, hingga peringatan dini kekeringan dengan menggunakan periode Dasarian II Juli.

Bagi masyarakat umum, istilah tersebut mungkin terdengar seperti nama fenomena cuaca. Padahal, arti dasarian BMKG adalah satuan waktu sepuluh harian yang digunakan untuk mengamati perubahan kondisi iklim secara lebih rinci daripada laporan bulanan.

Informasi dasarian membantu BMKG melihat apakah curah hujan mulai berkurang, musim kemarau semakin meluas, suatu wilayah mengalami hujan di bawah normal, atau terdapat potensi kekeringan meteorologis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penggunaan periode ini semakin relevan pada Juli 2026 karena sebagian besar wilayah Indonesia sedang memasuki musim kemarau. BMKG memperkirakan sekitar 91,45 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan rendah pada Dasarian II Juli 2026.

Apa Itu Dasarian?

Dasarian adalah rentang waktu selama sepuluh hari yang digunakan dalam analisis meteorologi dan klimatologi.

Dalam satu bulan, periode tersebut dibagi menjadi tiga bagian:

Periode Rentang tanggal
Dasarian I Tanggal 1–10
Dasarian II Tanggal 11–20
Dasarian III Tanggal 21 hingga akhir bulan

Dasarian III dapat berlangsung lebih dari sepuluh hari karena mengikuti jumlah hari dalam bulan tersebut. Pada bulan dengan 31 hari, misalnya, Dasarian III mencakup tanggal 21–31.

BMKG menggunakan dasarian sebagai interval operasional untuk menyusun, menganalisis, dan menyampaikan informasi iklim jangka pendek. Skala ini dinilai lebih rinci daripada analisis bulanan, tetapi lebih stabil daripada perubahan cuaca harian.

Mengapa Tidak Menggunakan Mingguan?

Periode dasarian berbeda dengan pekan. Satu pekan selalu terdiri atas tujuh hari, sedangkan satu dasarian umumnya terdiri atas sepuluh hari.

Pembagian sepuluh harian memudahkan perbandingan antarbagiannya dalam satu bulan. Petugas dapat membandingkan Dasarian I, II, dan III tanpa bergantung pada hari apa suatu bulan dimulai.

Data sepuluh harian juga dapat mengurangi pengaruh kejadian cuaca yang sangat singkat. Hujan lebat selama satu hari, misalnya, belum tentu menggambarkan kondisi iklim seluruh bulan.

Melalui dasarian, BMKG dapat melihat kecenderungan yang lebih stabil, seperti berkurangnya hujan selama beberapa periode berturut-turut, bertambahnya hari tanpa hujan, atau mulai terbentuknya pola musim tertentu.

Apa Perbedaan Cuaca Harian dan Prakiraan Dasarian?

Prakiraan cuaca harian menjelaskan kondisi atmosfer dalam waktu pendek. Informasinya dapat mencakup potensi hujan, suhu, angin, kelembapan, dan keadaan langit pada hari tertentu.

Prakiraan dasarian lebih berfokus pada kondisi iklim selama sepuluh hari. Informasi yang disampaikan umumnya berupa akumulasi curah hujan, perbandingan terhadap kondisi normal, perkembangan musim, hari tanpa hujan, dan potensi kekeringan.

Karena itu, prakiraan dasarian tidak dimaksudkan untuk menjawab apakah hujan akan turun pada pukul tertentu. Informasi ini lebih tepat digunakan untuk melihat apakah suatu wilayah cenderung basah, normal, atau kering dalam satu periode.

BMKG menyediakan prediksi curah hujan dan sifat hujan hingga tiga dasarian ke depan. Informasi tersebut disajikan dalam bentuk deterministik maupun probabilistik.

Arti Dasarian BMKG dan Kondisi Hujan Juli 2026
Arti Dasarian BMKG dan Kondisi Hujan Juli 2026

Dasarian II Juli 2026 Didominasi Hujan Rendah

BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mengalami curah hujan rendah pada Dasarian II Juli 2026.

Dari keseluruhan wilayah Indonesia, sekitar 91,45 persen diperkirakan berada dalam kategori curah hujan rendah. Sebanyak 8,52 persen masuk kategori menengah dan sekitar 0,03 persen masuk kategori tinggi. Tidak ada wilayah yang secara umum diprediksi masuk kategori sangat tinggi.

Curah hujan rendah dalam laporan dasarian berarti akumulasi hujan berada pada kisaran 0–50 milimeter selama sepuluh hari.

Kondisi tersebut diperkirakan mendominasi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan sebagian Papua.

Prediksi itu menunjukkan bahwa musim kemarau semakin kuat di banyak wilayah. Namun, curah hujan rendah tidak berarti seluruh daerah akan sepenuhnya bebas hujan.

Hujan lokal dengan durasi pendek masih dapat terjadi akibat dinamika atmosfer regional. Karena itu, masyarakat tetap perlu mengikuti prakiraan cuaca harian selain membaca informasi dasarian.

Sebanyak 88,36 Persen Wilayah Diprediksi Bawah Normal

Selain jumlah hujan, BMKG juga menerbitkan informasi sifat hujan.

Pada Dasarian II Juli 2026, sekitar 88,36 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami sifat hujan bawah normal. Sebanyak 9 persen berada pada kategori normal, 1,62 persen di atas normal, dan 1,02 persen jauh di atas normal.

Istilah bawah normal tidak selalu berarti tidak ada hujan. Kategori tersebut menunjukkan bahwa jumlah hujan diperkirakan kurang dari 85 persen dibandingkan rata-rata klimatologis selama sekitar 30 tahun.

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jangan Lewatkan! 5 Tips Melihat Hujan Meteor Bootids Dini Hari
Viral! 5 Fakta Bunga Bangkai Depok yang Jadi Tontonan Warga
Fenomena Hujan Meteor Eta Lyrids Mei 2026: Jadwal, Asal-Usul, dan Cara Menyaksikannya
Oxford Dikecam Setelah Tak Cantumkan Nama Tiga Peneliti Indonesia Penemu Rafflesia hasseltii
Setelah Pencarian 13 Tahun, Rafflesia Hasseltii Ditemukan di Hutan Sumatera
Cuaca Jakarta Masih Panas Banget, BMKG Imbau Warga Hindari Paparan Langsung di Jam-Jam Ini
Daftar Negara Alami Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025 dan Cara Menyaksikannya
Fakta Menarik Lebah dan Perannya dalam Pertumbuhan Tumbuhan

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:09 WIB

Arti Dasarian BMKG dan Kondisi Hujan Juli 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:30 WIB

Jangan Lewatkan! 5 Tips Melihat Hujan Meteor Bootids Dini Hari

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:53 WIB

Viral! 5 Fakta Bunga Bangkai Depok yang Jadi Tontonan Warga

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:01 WIB

Fenomena Hujan Meteor Eta Lyrids Mei 2026: Jadwal, Asal-Usul, dan Cara Menyaksikannya

Selasa, 25 November 2025 - 13:37 WIB

Oxford Dikecam Setelah Tak Cantumkan Nama Tiga Peneliti Indonesia Penemu Rafflesia hasseltii

Berita Terbaru

Polisi Pantau SPBU Takkalasi

Internasional

Kapolsek Balusu Pantau Distribusi BBM di SPBU Takkalasi

Rabu, 15 Jul 2026 - 16:02 WIB

Hasil Prancis vs Spanyol 0-2, La Roja Melaju ke Final

Olahraga

Hasil Prancis vs Spanyol 0-2, La Roja Melaju ke Final

Rabu, 15 Jul 2026 - 14:34 WIB