Daftar Negara Alami Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025 dan Cara Menyaksikannya

- Penulis

Minggu, 21 September 2025 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Daftar Negara Alami Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025 dan Cara Menyaksikannya

Daftar Negara Alami Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025 dan Cara Menyaksikannya

Redaksiku.com – Daftar Negara Alami Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025

Fenomena Gerhana Matahari Sebagian September 2025

Pada Minggu, 21 September 2025, dunia kembali disuguhkan peristiwa langit yang menakjubkan: gerhana matahari sebagian. Fenomena ini terjadi ketika bulan melintas di antara bumi dan matahari, sehingga sebagian cahaya matahari terhalang. Dari bumi, matahari akan tampak seperti tergigit secara perlahan. Peristiwa ini menjadi bagian dari musim gerhana yang datang setiap enam bulan sekali.

Musim gerhana biasanya berlangsung sekitar 35 hari. Sepanjang September 2025, tercatat dua fenomena besar, yaitu gerhana bulan pada 7 September dan gerhana matahari sebagian pada 21 September yang sekaligus menjadi gerhana terakhir tahun ini.

Apakah Bisa Disaksikan di Indonesia?

Sayangnya, masyarakat Indonesia tidak bisa menyaksikan fenomena gerhana matahari sebagian secara langsung. Lokasi terdekat yang dapat menikmati peristiwa ini adalah Australia. Berdasarkan catatan astronomi, Samudera Selatan akan mengalami gerhana maksimum hingga 80 persen, sementara Semenanjung Antartika hanya sekitar 12 persen menjelang matahari terbenam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Daftar Negara Alami Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025 dan Cara Menyaksikannya
Daftar Negara Alami Gerhana Matahari Sebagian 21 September 2025 dan Cara Menyaksikannya

Jumlah Penduduk yang Bisa Menyaksikan

Mengutip Time and Date, diperkirakan 16,6 juta orang di berbagai belahan dunia bisa menyaksikan gerhana ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 409 ribu orang berkesempatan melihat cakupan hingga 70 persen atau lebih. Data ini memperlihatkan betapa luas jangkauan fenomena astronomi ini.

Daftar Negara yang Mengalami Gerhana

Fenomena gerhana matahari sebagian akan dapat disaksikan di sejumlah wilayah. Berikut daftar negara dan kota yang dilalui bayangan gerhana beserta durasi dan cakupan maksimumnya:

Kawasan Pasifik

– Funafuti, Tuvalu: 56 menit, 9,04 persen
– Fakaofo, Tokelau: 1 jam 21 menit, 8,95 persen
– Mata Utu, Wallis et Futuna: 1 jam 32 menit, 17,08 persen
– Apia, Samoa: 1 jam 39 menit, 16,87 persen
– Pago Pago, Samoa Amerika: 1 jam 41 menit, 17,29 persen

Kawasan Melanesia

– Lautoka, Fiji: 1 jam 17 menit, 26,47 persen
– Nadi, Fiji: 1 jam 18 menit, 26,87 persen
– Suva, Fiji: 1 jam 23 menit, 27,41 persen
– Neiafu, Tonga: 1 jam 52 menit, 26,58 persen
– Alofi, Niue: 1 jam 55 menit, 25,63 persen
– Pangai, Tonga: 1 jam 59 menit, 28,89 persen
– Nuku™alofa, Tonga: 1 jam 59 menit, 31,66 persen
– Port Vila, Vanuatu: 39 menit, 22,28 persen
– Lunganbille, Vanuatu: 28 menit, 14,09 persen
– Noumea, New Caledonia: 42 menit, 29,77 persen

Kawasan Polinesia

– Vaitape, French Polynesia: 1 jam 35 menit, 8,96 persen
– Papeete, French Polynesia: 1 jam 35 menit, 8,37 persen
– Rarotonga, Cook Islands: 2 jam, 22,69 persen

Australia dan Sekitarnya

– Kingston, Norfolk Island: 1 jam 5 menit, 49,07 persen
– Lord Howe Island, Australia: 33 menit, 27,82 persen
– Macquarie Island, Australia: 1 jam 23 menit, 78,46 persen
– Sydney, Australia: 6 menit, 1,18 persen
– Canberra, Australia: 1 menit, 0,08 persen
– Hobart, Australia: 9 menit, 3,20 persen

Selandia Baru

– Auckland: 1 jam 54 menit, 60,79 persen
– Wellington: 2 jam 4 menit, 66,25 persen
– Christchurch: 2 jam, 69,15 persen
– Chatham Islands: 2 jam 22 menit, 65,33 persen

Antartika

– Zucchelli Station: 2 jam 13 menit, 72,55 persen
– McMurdo Station: 2 jam 12 menit, 69,26 persen

Durasi dan Cakupan Gerhana

Durasi gerhana bervariasi di tiap wilayah, mulai dari beberapa menit hingga lebih dari dua jam. Canberra, Australia, misalnya, hanya mengalami 0,08 persen selama satu menit.

Sebaliknya, Macquarie Island, Australia, mengalami cakupan hingga 78,46 persen dengan durasi lebih dari satu jam. Perbedaan ini ditentukan oleh posisi geografis masing-masing wilayah terhadap lintasan gerhana.

Cara Menyaksikan dari Indonesia

Meski tidak bisa dilihat langsung, masyarakat Indonesia tetap bisa menikmati momen ini secara daring. Beberapa lembaga astronomi dan situs khusus menyediakan siaran langsung.

Salah satunya Time and Date yang menyiarkan fenomena ini secara real-time. Dengan begitu, penikmat langit dari berbagai negara tetap bisa menyaksikan keindahan gerhana meski dari layar perangkat.

Makna Astronomi di Balik Gerhana

Gerhana matahari sebagian bukan hanya tontonan langit, tetapi juga bukti keteraturan kosmik. Ilmuwan mampu memprediksi dengan tepat kapan dan di mana peristiwa ini akan terjadi.

Fenomena ini juga menjadi peluang emas untuk penelitian astronomi, termasuk pengamatan interaksi bumi, bulan, dan matahari.

Kesimpulan: Fenomena Langka yang Mendunia

Gerhana matahari sebagian pada 21 September 2025 menjadi fenomena langit yang ditunggu banyak orang. Meski Indonesia tidak termasuk wilayah yang bisa menyaksikan langsung, masyarakat masih dapat menikmatinya melalui siaran daring.

Dari Australia hingga Antartika, jutaan orang menatap langit bersama-sama untuk menyaksikan salah satu momen astronomi paling memukau tahun ini.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRIN Dirujak soal Sepatu dan Genteng, Ternyata Punya 9 Kelompok Riset Teknologi Kuantum
Kapan Gerhana Matahari 2026? Jadwal, Jenis, dan Wilayah yang Bisa Melihat
Gerhana Matahari Terbaru, Jadwal, Jenis, dan Fakta Fenomena Langit Langka
Bulan Purnama Terbaru, Jadwal, Fakta Fenomena Langit yang Menarik
Jadwal Full Moon 2026 Lengkap, Catat Tanggal Buck Moon hingga Cold Moon
Muhammad Suryadi R Hadirkan Buku Geopolitik, Narasi, Kendali
Arti Dasarian BMKG dan Kondisi Hujan Juli 2026
Jangan Lewatkan! 5 Tips Melihat Hujan Meteor Bootids Dini Hari

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:32 WIB

BRIN Dirujak soal Sepatu dan Genteng, Ternyata Punya 9 Kelompok Riset Teknologi Kuantum

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:03 WIB

Kapan Gerhana Matahari 2026? Jadwal, Jenis, dan Wilayah yang Bisa Melihat

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:35 WIB

Gerhana Matahari Terbaru, Jadwal, Jenis, dan Fakta Fenomena Langit Langka

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:28 WIB

Bulan Purnama Terbaru, Jadwal, Fakta Fenomena Langit yang Menarik

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:47 WIB

Jadwal Full Moon 2026 Lengkap, Catat Tanggal Buck Moon hingga Cold Moon

Berita Terbaru

Kalimat Membohongi Diri

Life Style

4 Kalimat Membohongi Diri yang Paling Sering Digunakan

Kamis, 20 Agu 2026 - 12:05 WIB

Polres Barru Edukasi Siswa SMKN 1 soal AI, Waspada Konten Palsu

Pendidikan

Polisi Ungkap Bahaya AI, Siswa SMKN 1 Barru Diingatkan

Kamis, 20 Agu 2026 - 06:59 WIB