Viral! Pegawai PUPR Palembang Terlibat Baku Hantam di Bawah Jembatan Musi 4, Diduga Libatkan Preman Bayaran

- Penulis

Kamis, 12 Juni 2025 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pegawai PUPR Palembang baku hantam di kantor, dugaan bawa preman viral, wali kota minta investigasi lengkap. (Foto: Freepik)

Pegawai PUPR Palembang baku hantam di kantor, dugaan bawa preman viral, wali kota minta investigasi lengkap. (Foto: Freepik)

Aksi perkelahian antara sesama pegawai PUPR Palembang mendadak viral di media sosial.

Peristiwa itu terekam dalam sebuah video yang menunjukkan adu fisik di lingkungan kantor pemerintah.

Kejadian tersebut bukan hanya mengejutkan publik, tetapi juga memicu reaksi serius dari berbagai pihak berwenang.

Kronologi Lengkap Keributan Antar Pegawai PUPR Palembang

Pegawai PUPR Palembang baku hantam di kantor, dugaan bawa preman viral, wali kota minta investigasi lengkap. (Foto: Freepik)
Viral! Pegawai PUPR Palembang Terlibat Baku Hantam di Bawah Jembatan Musi 4, Diduga Libatkan Preman Bayaran

Insiden memalukan antara pegawai PUPR Palembang ini diduga terjadi karena selisih paham dalam pekerjaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut informasi yang beredar, dua orang pegawai berstatus PPPK terlibat dalam konflik yang kemudian merembet ke aksi kekerasan fisik.

Video yang beredar memperlihatkan beberapa orang mengenakan seragam ASN tengah bersitegang di halaman parkir kantor, tepatnya di bawah Jembatan Musi 4.

Situasi sempat terkendali, namun ketegangan berubah menjadi perkelahian terbuka setelah cekcok mulut tak terbendung.

Yang membuat kasus ini semakin serius, salah satu pegawai PUPR Palembang diduga membawa sekelompok orang luar yang ditengarai sebagai preman.

Tindakan ini sontak membuat suasana makin memanas dan mencoreng citra institusi pemerintahan.

Kapolsek Ilir Timur 2 Kompol Ismail membenarkan bahwa insiden tersebut terjadi di halaman kantor Dinas PUPR Palembang.

Ia menyebut kejadian tersebut sebenarnya sudah berlangsung pada 3 Juni 2025 lalu, namun baru ramai diperbincangkan setelah video tersebar luas.

“Kejadiannya itu sudah lama, sekitar 10 hari lalu, dan memang antar pegawai di kantor karena pekerjaan,” ujar Kompol Ismail.

Reaksi Pemkot terhadap Kasus Pegawai PUPR Palembang

Menanggapi insiden tersebut, Wali Kota Palembang Ratu Dewa secara tegas memerintahkan Kepala Dinas PUPR untuk segera melakukan pembinaan.

Ia juga meminta laporan tertulis sebagai bentuk klarifikasi dan penegakan aturan.

Menurutnya, tindakan fisik tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apapun di lingkungan ASN.

“Apapun bentuknya, jika sudah main fisik, itu tidak bisa dibenarkan,” kata Ratu Dewa menegaskan.

Lebih lanjut, Pemkot mengedepankan pendekatan etik dan kode perilaku sebagai pedoman bagi seluruh pegawai PUPR Palembang maupun ASN lainnya.

Wali Kota menegaskan bahwa langkah ini penting untuk menjaga martabat dan profesionalisme pegawai pemerintahan.

Di sisi lain, Kepala Inspektorat Palembang, Jamiah, menyatakan telah menurunkan tim untuk memeriksa kejadian ini.

Pihaknya akan memanggil seluruh pegawai PUPR Palembang yang terlibat guna melakukan klarifikasi dan penyelidikan internal.

“Tim kami akan turun dan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait,” ucapnya.

Penyelesaian Internal dan Dampak terhadap Citra Pegawai PUPR Palembang

Sampai saat ini, belum ada laporan resmi yang masuk ke pihak kepolisian.

Dugaan awal menyebut para pegawai PUPR Palembang yang berseteru lebih memilih menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dengan mediasi dari atasan langsung.

Meski demikian, publik terlanjur memberikan penilaian negatif akibat viralnya video tersebut.

Para pengamat menyebut bahwa kejadian ini mencerminkan perlunya pembinaan kepegawaian yang lebih kuat dan sistem pengaduan internal yang berfungsi baik.

Pegawai PUPR Palembang diharapkan mampu menjaga etika kerja dan menyelesaikan persoalan secara profesional.

Kasus ini juga memunculkan kekhawatiran akan lemahnya pengawasan di institusi publik jika kejadian seperti ini tidak ditindak tegas.

Sebagai lembaga teknis yang menangani infrastruktur dan pelayanan publik, pegawai PUPR Palembang memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga keharmonisan kerja.

Ketika terjadi konflik internal, mekanisme resolusi seharusnya menjadi solusi utama, bukan kekerasan fisik.

Kepala Dinas PUPR juga diharapkan dapat menjadikan kasus ini sebagai momentum pembenahan kinerja internal dinas.

Imbauan untuk ASN: Evaluasi Etika dan Profesionalisme Pegawai PUPR Palembang

Momen viralnya pertikaian ini diharapkan menjadi pelajaran besar bagi seluruh ASN, khususnya pegawai PUPR Palembang.

Pemkot telah menekankan pentingnya etika dalam bekerja, serta menindak segala bentuk pelanggaran disiplin dengan pendekatan tegas namun manusiawi.

Pelanggaran semacam ini tak hanya mencoreng nama instansi, tapi juga menurunkan kepercayaan publik.

Evaluasi internal, pelatihan etika kerja, dan penguatan mentalitas aparatur sipil negara dinilai sebagai langkah penting yang harus segera diambil.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif di kalangan pegawai PUPR Palembang.

Dengan perhatian serius dari pemerintah kota dan masyarakat, diharapkan kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa mendatang.

Seluruh pegawai PUPR Palembang harus menjadikan kejadian ini sebagai titik balik untuk memperbaiki citra dan meningkatkan dedikasi terhadap pelayanan publik.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya
Siswa SMK di Kupang Tusuk Guru Saat Tidur, Ini Motif yang Diungkap Polisi
Timeline LPDP Batch 2 2026 Lengkap, Catat Semua Tahap Seleksi agar Tidak Terlewat

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Berita Terbaru

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB