Ustaz Khalid Basalamah Usai Diperiksa KPK: Ngaku Jadi Korban Travel Haji

- Penulis

Rabu, 10 September 2025 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ustaz Khalid Basalamah Usai Diperiksa KPK: Ngaku Jadi Korban Travel Haji

Ustaz Khalid Basalamah Usai Diperiksa KPK: Ngaku Jadi Korban Travel Haji

Redaksiku.com – Isu tentang korupsi kuota haji memang sudah lama jadi sorotan publik, apalagi setelah banyak jamaah merasa dirugikan oleh ulah travel nakal. Salah satu nama yang akhirnya ikut terseret sebagai saksi adalah Ustaz Khalid Basalamah.

Baru-baru ini, ia dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2024.

Setelah menjalani pemeriksaan cukup panjang, Khalid akhirnya keluar dari gedung KPK sekitar pukul 18.48 WIB. Kepada awak media yang menunggu, ia buka suara mengenai posisinya dalam perkara ini. Dengan tenang, Khalid menegaskan bahwa dirinya bukan bagian dari pihak yang terlibat, melainkan justru merasa menjadi korban dari sebuah travel haji.

Kronologi Versi Khalid Basalamah

Dalam keterangannya, Khalid menjelaskan bahwa awalnya ia bersama rombongan berniat berangkat ke Tanah Suci dengan menggunakan jalur visa furoda. Visa ini biasanya dipakai oleh jamaah haji yang berangkat di luar kuota resmi pemerintah Indonesia, tapi tetap sah secara hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Khalid menyebutkan bahwa semua persiapan sudah dilakukan: pembayaran sudah lunas, keberangkatan sudah dijadwalkan, dan seluruh jamaah sudah menaruh harapan besar. Namun, tiba-tiba ada tawaran lain dari seorang bernama Ibnu Mas™ud, pemilik PT Muhibbah yang berbasis di Pekanbaru.

Awalnya kami semua sudah siap berangkat dengan visa furoda. Tapi lalu ada tawaran dari pihak PT Muhibbah untuk menggunakan visa lain. Dari situ akhirnya kami ikut jalur yang ditawarkan mereka, ungkap Khalid.

Mengaku Jadi Korban Travel

Menurut Khalid, justru dari sinilah masalah bermula. Ia menegaskan bahwa dirinya dan rombongan tidak punya niat bermain-main dengan aturan. Mereka hanya ingin melaksanakan ibadah haji dengan cara yang benar. Sayangnya, karena mempercayai tawaran dari pihak travel, mereka malah ikut terjebak dalam sistem yang kemudian disorot KPK.

Posisi kami ini jelas korban. Dari awal kami semua jamaah furoda. Tapi karena ada tawaran, akhirnya kami diarahkan pindah menggunakan visa lain. Dan ternyata, travel itu bermasalah, kata Khalid menambahkan.

Pernyataan ini membuat publik cukup terkejut, mengingat nama Khalid sendiri cukup besar sebagai seorang ustaz yang dikenal luas. Bagi banyak orang, sulit membayangkan jika sosok seterkenal dirinya juga bisa mengalami nasib serupa dengan jamaah lain yang kerap jadi korban travel haji nakal.

Ustaz Khalid Basalamah Usai Diperiksa KPK: Ngaku Jadi Korban Travel Haji
Ustaz Khalid Basalamah Usai Diperiksa KPK: Ngaku Jadi Korban Travel Haji

Rombongan Besar Ikut Berangkat

Dalam kesempatan yang sama, Khalid juga membeberkan jumlah jamaah yang ikut dalam rombongan tersebut. Tidak tanggung-tanggung, ada sekitar 122 orang yang berangkat bersama. Semua menggunakan jalur dari travel PT Muhibbah.

Jumlahnya 122 jamaah. Dan kami benar-benar berangkat tahun itu juga dengan bendera PT Muhibbah, jelasnya.

Pernyataan ini semakin memperjelas posisi Khalid yang tidak berdiri sendiri. Ia bukan sekadar individu yang terjebak, melainkan bagian dari rombongan besar yang sama-sama merasa dirugikan. Dengan jumlah jamaah sebanyak itu, kasus ini pun menjadi lebih kompleks, apalagi ketika dikaitkan dengan dugaan korupsi kuota haji yang ditangani KPK.

Respon Publik dan Media

Kabar bahwa Khalid Basalamah ikut diperiksa KPK langsung jadi bahan perbincangan di berbagai platform media sosial. Banyak warganet yang penasaran, ada apa sebenarnya hingga nama seorang ustaz terkenal ikut terseret.

Beberapa memberikan dukungan dan meyakini bahwa Khalid memang korban, bukan pelaku. Kalau ustaz aja bisa kena, apalagi jamaah biasa. Semoga kasus ini bisa terbongkar, tulis salah satu komentar di X (Twitter).

Namun, ada juga yang menyoroti perlunya lebih hati-hati memilih travel haji, terutama ketika menyangkut visa non-kuota. Pasalnya, kasus travel bermasalah bukanlah hal baru. Setiap tahun, selalu ada jamaah yang dirugikan karena janji manis yang ternyata tidak seindah kenyataan.

KPK dan Kasus Kuota Haji

Sebagai catatan, kasus dugaan korupsi kuota haji memang sudah lama menjadi perhatian publik. KPK mendalami dugaan adanya praktik jual beli kuota, penyalahgunaan visa, hingga manipulasi administrasi oleh oknum tertentu.

Dalam kasus yang menyeret nama PT Muhibbah, KPK ingin memastikan alur pemberangkatan jamaah serta siapa saja pihak yang terlibat. Kehadiran Khalid sebagai saksi diharapkan bisa memberikan keterangan tambahan, terutama karena ia termasuk jamaah yang langsung merasakan sistem dari travel tersebut.

Dampak Bagi Citra Travel Umrah dan Haji

Kasus ini jelas memberikan tamparan keras bagi industri travel umrah dan haji di Indonesia. Di satu sisi, kebutuhan masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci sangat tinggi. Namun, di sisi lain, kepercayaan terhadap biro travel menjadi rapuh akibat kasus penipuan dan korupsi yang terus terjadi.

Banyak warganet yang berharap pemerintah bisa memperketat regulasi agar kasus serupa tidak terus berulang. Apalagi, menyangkut ibadah yang menjadi impian jutaan umat Islam. Kalau nggak ditindak tegas, jamaah terus yang jadi korban. Padahal ini soal ibadah, bukan liburan, komentar netizen lain.

Harapan Khalid dan Jamaah Lain

Menutup pernyataannya, Khalid hanya berharap agar kasus ini bisa segera selesai dengan adil. Ia menegaskan kembali bahwa dirinya tidak tahu-menahu soal permainan kuota, dan murni ingin melaksanakan ibadah.

Yang jelas, kami ini jamaah biasa yang hanya ingin ibadah. Jadi semoga KPK bisa ungkap semuanya dengan jelas, pungkasnya.

Harapan Khalid mewakili suara banyak jamaah lain yang pernah atau bahkan sedang menghadapi masalah serupa. Mereka hanya ingin tenang dalam beribadah, tanpa harus khawatir ditipu atau dijadikan korban oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Penutup

Kasus yang menimpa Ustaz Khalid Basalamah ini menunjukkan bahwa siapapun bisa jadi korban, bahkan seorang publik figur sekalipun. Dengan jumlah jamaah mencapai 122 orang, skala masalah ini tidak bisa dianggap sepele.

Kini, bola ada di tangan KPK untuk mengusut tuntas dugaan korupsi kuota haji tahun 2024, termasuk membongkar peran PT Muhibbah dan pihak-pihak lain yang terlibat. Sementara itu, bagi masyarakat, pelajaran penting yang bisa diambil adalah selalu berhati-hati memilih travel haji dan umrah, serta memastikan legalitasnya sebelum mendaftar.

Semoga ke depan, sistem pemberangkatan haji bisa lebih transparan dan bersih, sehingga tidak ada lagi jamaah yang merasa menjadi korban.

Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau 

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Berita Terkait

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya
Siswa SMK di Kupang Tusuk Guru Saat Tidur, Ini Motif yang Diungkap Polisi
Timeline LPDP Batch 2 2026 Lengkap, Catat Semua Tahap Seleksi agar Tidak Terlewat

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Berita Terbaru

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB