Usai Akuisisi Tokopedia, TikTok Shop Indonesia Pangkas Ratusan Karyawan Demi Tekan Biaya Operasional

- Penulis

Senin, 2 Juni 2025 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Raksasa e-commerce TikTok Shop kembali lakukan PHK massal, berdampak pada ratusan pekerja dari berbagai divisi. (Foto: Pexels)

Raksasa e-commerce TikTok Shop kembali lakukan PHK massal, berdampak pada ratusan pekerja dari berbagai divisi. (Foto: Pexels)

TikTok Shop kembali menjadi sorotan publik setelah kabar pemangkasan karyawan besar-besaran mencuat ke permukaan.

Langkah efisiensi ini dilakukan pasca akuisisi Tokopedia dari GoTo Group pada akhir 2024 lalu.

Ratusan karyawan yang tersebar di berbagai divisi disebut akan terkena dampaknya mulai Juli mendatang.

TikTok Shop Lakukan Pemangkasan Karyawan Demi Efisiensi Operasional

Raksasa e-commerce TikTok Shop kembali lakukan PHK massal, berdampak pada ratusan pekerja dari berbagai divisi. (Foto: Pexels)
Usai Akuisisi Tokopedia, TikTok Shop Indonesia Pangkas Ratusan Karyawan Demi Tekan Biaya Operasional

TikTok Shop kembali menjadi sorotan setelah keputusan drastis memangkas ratusan karyawan di Indonesia sebagai bagian dari strategi efisiensi pasca akuisisi Tokopedia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan induk, ByteDance, tengah melakukan penyesuaian serius terhadap struktur internal untuk merespons meningkatnya beban operasional yang terjadi setelah merger besar tersebut.

Keputusan ini tentu bukan semata langkah mendadak, melainkan hasil evaluasi berkelanjutan atas kebutuhan bisnis yang terus berubah dan persaingan e-commerce yang semakin sengit.

Pemangkasan ini mencakup berbagai divisi penting yang sebelumnya menopang aktivitas utama perusahaan.

Mulai dari logistik, pemasaran, operasional, hingga bagian pergudangansemuanya terkena dampak dalam proses restrukturisasi ini.

Banyak dari posisi tersebut dulunya diisi oleh tim warisan dari Tokopedia yang kemudian diintegrasikan ke dalam struktur TikTok Shop.

Namun, seiring waktu, struktur gabungan tersebut dinilai terlalu besar dan tidak efisien dalam konteks strategi jangka panjang perusahaan.

Dengan total karyawan TikTok Shop dan Tokopedia yang sempat menyentuh angka 5.000 orang pada awal penggabungan di awal tahun 2024, pengurangan hingga menyisakan hanya sekitar 2.500 karyawan pada pertengahan 2025 menjadi penurunan yang signifikan.

Dua gelombang pemutusan hubungan kerja telah terjadi dalam waktu kurang dari satu tahun, memperlihatkan skala restrukturisasi yang tidak kecil.

Ini menandakan bahwa TikTok Shop tidak hanya melakukan penyesuaian kecil, melainkan perombakan menyeluruh untuk menekan biaya dan memperbaiki performa operasional.

Fenomena ini juga mencerminkan tekanan besar yang dialami perusahaan digital, bahkan oleh raksasa seperti ByteDance. Ketika ekspansi agresif tidak lagi selaras dengan pemasukan, efisiensi menjadi langkah tak terelakkan.

TikTok Shop harus menyeimbangkan ambisi pertumbuhan dengan realitas bisnis, terutama di tengah persaingan regional yang makin kompetitif dan perubahan cepat dalam perilaku konsumen.

Maka, pengurangan ini bukan sekadar penghematan jangka pendek, melainkan bagian dari transformasi menyeluruh agar TikTok Shop bisa bertahan dan tetap relevan dalam lanskap e-commerce Indonesia yang semakin kompleks.

TikTok Shop Pangkas Hampir Separuh Tenaga Kerja Gabungan

Gelombang PHK yang kembali dilakukan oleh TikTok Shop menandai fase lanjutan dari proses penyesuaian internal sejak perusahaan ini resmi mengambil alih operasional Tokopedia. Ini bukan kali pertama perusahaan merumahkan karyawan dalam jumlah besar.

Pada bulan Juni 2024, tercatat lebih dari 450 karyawan telah lebih dulu diberhentikan sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran yang terjadi pasca merger dengan Tokopedia.

Saat itu, keputusan tersebut dipandang sebagai upaya awal untuk menyelaraskan dua entitas bisnis besar yang memiliki struktur dan budaya kerja berbeda.

Kini, TikTok Shop kembali mengulangi langkah serupa dengan skala yang tidak kalah signifikan.

Pemangkasan kali ini dilakukan demi memangkas struktur organisasi yang dinilai terlalu besar dan tidak sesuai lagi dengan kebutuhan operasional e-commerce yang terus berevolusi dengan cepat.

Model bisnis digital yang sangat dinamis menuntut perusahaan untuk memiliki struktur kerja yang lincah, adaptif, dan mampu beroperasi dengan biaya yang efisien.

Struktur yang terlalu gemuk justru dinilai menjadi beban dalam menghadapi fluktuasi pasar serta perubahan pola belanja konsumen.

Perusahaan pun tampaknya mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap peran dalam organisasinya.

Posisi-posisi yang tidak lagi memberikan nilai strategis dalam kondisi saat ini perlahan mulai dihilangkan.

Ini termasuk fungsi-fungsi yang sebelumnya krusial saat fase awal integrasi, namun kini tidak lagi selaras dengan arah baru perusahaan.

Langkah perampingan ini bukan hanya untuk menghemat anggaran, tapi juga bertujuan menciptakan struktur kerja yang lebih fokus dan efektif.

Di sisi lain, tekanan persaingan dari dua pemain besar di industri e-commerce, yakni Shopee milik Sea Group dan Lazada yang berada di bawah naungan Alibaba Group, terus meningkat.

Kedua perusahaan tersebut telah mengukuhkan posisinya di pasar Indonesia jauh lebih dulu dan memiliki keunggulan dalam distribusi, penetrasi pasar, serta strategi promosi agresif.

TikTok Shop tidak memiliki ruang untuk bergerak lambat di tengah persaingan ini. Karena itu, efisiensi internal menjadi salah satu cara paling rasional agar TikTok Shop tetap mampu bersaing dalam merebut hati konsumen Indonesia yang kini semakin selektif dan digital-savvy.

Restrukturisasi kali ini, meskipun menyakitkan bagi sebagian karyawan, merupakan cerminan dari realitas baru industri digital yang kompetitif dan penuh tekanan.

TikTok Shop tampaknya menyadari bahwa agar tetap bertahan dan tumbuh, perusahaan harus berani mengambil keputusan sulit, termasuk melakukan pemangkasan sumber daya manusia secara terukur dan strategis.

Pemangkasan karyawan TikTok Shop di Indonesia mencerminkan dinamika dan tantangan berat yang dihadapi sektor e-commerce saat ini.

Langkah efisiensi ini memang tidak dapat dihindari dalam proses konsolidasi pasca merger besar, namun tetap menyisakan dampak sosial bagi para pekerja yang terdampak.

Di tengah ketidakpastian ini, TikTok Shop tetap dituntut untuk menjaga keseimbangan antara inovasi, efisiensi, dan tanggung jawab sosial sebagai pemain besar di industri digital.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengenal Kriteria Desil 1 sampai 10 Terbaru, Cek Tingkat Kesejahteraan dan Cara Melihatnya
Jangan Lewatkan! Promo Tambah Daya PLN Agustus 2026, Cek Syarat dan Harganya
Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Mengenal Kriteria Desil 1 sampai 10 Terbaru, Cek Tingkat Kesejahteraan dan Cara Melihatnya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Jangan Lewatkan! Promo Tambah Daya PLN Agustus 2026, Cek Syarat dan Harganya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus

Berita Terbaru

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Lowongan Kerja

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Selasa, 18 Agu 2026 - 22:59 WIB

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB