Perampokan Brutal di Bali! WNA Ukraina Jadi Korban, Aset Kripto Rp3,4 Miliar Raib, Begini Kronologinya

- Penulis

Jumat, 31 Januari 2025 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi perampokan WNA Ukraina di Bali. (Foto: Unsplash/Max Kleinen)

Ilustrasi perampokan WNA Ukraina di Bali. (Foto: Unsplash/Max Kleinen)

Kasus perampokan yang menimpa seorang Warga Negara Asing atau WNA Ukraina di Bali menjadi sorotan.

Perampokan ini tidak hanya melibatkan kekerasan fisik, tetapi juga pencurian aset kripto dengan total kerugian mencapai Rp3,4 miliar.

Dalam insiden ini, korban dan sopirnya disekap, dipukul, dan dipaksa untuk mentransfer semua aset digital mereka ke rekening yang dimiliki oleh para pelaku.

Kejadian yang menimpa WNA Ukraina ini menyita perhatian besar dari pihak kepolisian dan masyarakat, mengingat besarnya kerugian materi serta kekerasan yang dialami korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Perampokan WNA Ukraina di Bali

Ilustrasi perampokan WNA Ukraina di Bali. (Foto: Unsplash/Max Kleinen)
Perampokan Brutal di Bali! WNA Ukraina Jadi Korban, Aset Kripto Rp3,4 Miliar Raib, Begini Kronologinya

Pada malam kejadian tepatnya 29 Januari 2025, korban dan sopirnya sedang dalam perjalanan menggunakan mobil BMW putih di sekitar Jalan Tundun Penyu Dipal, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan.

Tiba-tiba, dua mobil menghalangi jalan mereka. Sebuah mobil Toyota Alphard memblokir jalan di depan, sementara mobil lainnya menghalangi dari belakang.

Sekelompok pria berpakaian hitam yang menutup wajah mereka dengan masker dan membawa senjata tajam keluar dari mobil tersebut.

Tanpa memberi kesempatan untuk melawan, mereka langsung menarik korban dan sopirnya keluar dari mobil. Tangan mereka diborgol dan kepala ditutup dengan kain hitam, lalu dibawa ke sebuah vila di kawasan Kuta Selatan.

Sesampainya di vila, para pelaku tidak hanya mencuri barang-barang berharga, tetapi juga memaksa korban untuk mentransfer aset kripto.

Korban yang berada dalam keadaan terancam dipukul dan dibuli agar mau memberikan akses ke akun kripto miliknya.

Dalam keadaan terdesak, W pun terpaksa menyerahkan akses ke akun Binance-nya. Aset kripto yang dicuri diperkirakan senilai Rp3,4 miliar.

Kerugian Material yang Ditimbulkan

Selain hilangnya aset kripto, korban juga mengalami luka fisik yang cukup serius akibat kekerasan yang diterima.

Beberapa luka di antaranya adalah lebam di bagian wajah, kepala, serta tangan yang diborgol dalam waktu lama.

Tak hanya itu, para pelaku juga merampas barang berharga lainnya milik korban dan sopirnya.

Kerugian material yang ditimbulkan akibat aksi ini diperkirakan mencapai sekitar Rp3,4 miliar, dengan sebagian besar berasal dari pencurian aset kripto korban.

Kasus ini kini menjadi perhatian Polda Bali dan pihak terkait lainnya, seperti Divisi Hubungan Internasional Polri, kedutaan besar, dan imigrasi.

Penyelidikan Polda Bali

Polda Bali tak tinggal diam menanggapi kasus perampokan yang menimpa WNA Ukraina ini.

Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali langsung mengambil alih kasus ini dan berusaha keras untuk mengungkap para pelaku.

Berdasarkan keterangan dari korban, ada sembilan orang yang diduga terlibat dalam aksi perampokan ini, berasal dari negara-negara seperti Rusia, Ukraina, dan Kazakhstan.

Pihak kepolisian telah berupaya memanggil sembilan orang yang terlibat tersebut melalui konsulat masing-masing untuk memberikan keterangan lebih lanjut.

Namun, meskipun sudah ada dua kali pemanggilan, para terduga pelaku belum memenuhi panggilan pihak berwajib.

Polda Bali pun terus bekerja sama dengan pihak terkait, seperti Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, kedutaan besar negara-negara yang terkait, serta imigrasi, untuk mengungkap identitas para pelaku yang masih buron ini.

Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa para pelaku kemungkinan besar tidak hanya melakukan perampokan, tetapi juga penculikan, dengan tujuan utama untuk menguasai aset kripto korban.

Kasus yang menimpa WNA Ukraina ini telah menyebabkan kerugian materi yang besar dan mengundang perhatian banyak pihak, baik di dalam negeri maupun internasional.

Polda Bali menjelaskan bahwa mereka sangat serius menangani kasus perampokan WNA Ukraina ini dan berharap bisa segera mengungkap siapa saja yang terlibat dalam aksi brutal tersebut.

Sebagai langkah lanjutan, Polda Bali juga telah melaksanakan dua kali pra rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap lebih jauh bagaimana perampokan ini terjadi.

Mereka terus menggali bukti-bukti, termasuk rekaman video dan saksi-saksi yang mungkin melihat kejadian tersebut.

Meskipun pelaku belum berhasil ditangkap, pihak kepolisian berharap bisa segera mengungkap kasus ini untuk memberikan keadilan bagi korban dan menuntaskan investigasi ini dengan tuntas.

Di tengah penyelidikan yang masih terus berlangsung, Polda Bali berharap dapat segera menangkap para pelaku dan mengembalikan aset yang hilang.

Kasus ini menyoroti betapa pentingnya kewaspadaan dalam menjaga keamanan, terutama di kawasan wisata yang seringkali menjadi target para pelaku kejahatan.

Ke depannya, pihak kepolisian berharap bisa meminimalkan peristiwa serupa dan memastikan bahwa para pelaku kejahatan internasional tidak bisa lepas begitu saja dari jerat hukum.

Kasus yang menimpa WNA Ukraina ini tidak hanya mengguncang Bali, tetapi juga menjadi peringatan bagi wisatawan asing yang datang ke Indonesia untuk selalu waspada terhadap kejahatan yang dapat terjadi kapan saja.

Pihak berwenang juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama beraktivitas di luar negeri.

Dengan adanya penyelidikan yang terus dilakukan, diharapkan para pelaku perampokan ini dapat segera tertangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum. (*)

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengenal Kriteria Desil 1 sampai 10 Terbaru, Cek Tingkat Kesejahteraan dan Cara Melihatnya
Jangan Lewatkan! Promo Tambah Daya PLN Agustus 2026, Cek Syarat dan Harganya
Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Mengenal Kriteria Desil 1 sampai 10 Terbaru, Cek Tingkat Kesejahteraan dan Cara Melihatnya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Jangan Lewatkan! Promo Tambah Daya PLN Agustus 2026, Cek Syarat dan Harganya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus

Berita Terbaru

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Lowongan Kerja

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Selasa, 18 Agu 2026 - 22:59 WIB

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB