Novel : Choose Happiness (Part 16)

- Penulis

Jumat, 25 Oktober 2024 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novel : Choose Happiness (Part 16)

Bab. 16 Sungai Seine

Di sebuah siang yang cerah terlihat Amora dan Daren yang berjalan keluar dari sebuah toko besar yang masih ada di dalam kawasan Kota Paris, sopir mereka berdua yang melihat Daren membawa tas belanjaan langsung segera menolong Daren membawakan tas belanjaan yang berisikan kain yang diinginkan oleh Yesa itu.

Lalu sopir itu pun memasukkan tas belanjaan itu ke dalam bagasi mobilnya, dan selesai itu semua mereka pun masuk ke dalam mobil berwarna hitam itu, “Sir, please take us to a restaurant that you think is the favorite of people around here.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Of course, sir. Let me take you to enjoy the typical French food that people here love so much” jawab sopir itu atas ucapan Daren.

“Okay, thank you.”

“You’re welcome, Sir.”

Setelah itu sopir pun mulai menginjak gas mobilnya dan membawa Daren serta Amora ke restoran yang cukup menjadi favorit orang-orang di sana, yaitu restoran berisikan makanan khas Prancis.

“Habis makan siang mau ke mana lagi, Ra?” tanya Daren kepada Amora.

“Eee, ke mall aja yuk, Kak. Sekalian beli oleh-oleh, aku juga mau beli baju soalnya kemarin cuma bawa beberapa, takut ngga cukup” jawab Amora dengan kekehan sedikit di belakang kalimatnya.

“Okee.”

Beberapa menit kemudian mereka berdua pun turun di sebuah restoran yang menjadi kumpulan makanan khas Prancis berada, mereka pun masuk ke sana dan duduk di meja yang hanya memiliki dua kursi, berhadap-hadapan.

Setelah itu pelayan pun dengan ramah melayani Amora dan Daren dengan selalu menjawab pertanyaan dari mereka berdua dan memberikan beberapa penjabaran dari makanan yang ditanya oleh Amora.

“Kak, mau Coq Au Vin ini, boleh ngga?, tapi ada kandungan wine-Nya” ucap Amora bertanya apakah dia boleh memasan makanan khas Prancis itu.

“Boleh, tapi dikit aja ya nanti makannya” jawab Daren yang dianggukki oleh Amora.

“Kamu mau Ris De Veau ngga?” tanya Daren setelah beberapa menit melihat lagi menu-menu yang ada di sana.

Amora menganggukkan kepalanya, “Boleeh. Kamu mau makan apa?, kok ke aku terus” ucap Amora.

“Ngga papa, kamu juga ngga akan habisin itu semua kan?. Nanti kita makan bareng-bareng aja” jawab Daren sembari terus melihat ke arah menu-menu itu, tetapi sesekali dia juga melihat ke arah Amora.

Mendengar itu Amora pun menganggukkan kepalanya beberapa kali, “Okaay. Eumm, Kak aku mau Creme Brulee buat dessert-Nya yaa.”

“Iyaa.”

Beberapa menit setelah itu mereka kembali berpikir untuk memesan apa saja, dan setelah selesai berpikir Daren pun memesankan apa saja makanan yang telah dia sepakati dengan Amora dengan bahasa Perancis apa adanya kepada pelayan yang senantiasa menunggu mereka tadi berpikir seraya tersenyum.

Mereka berdua pun mengobrol sebentar sebelum Amora mulai mengeluarkan handphone-Nya dan sibuk dengan benda pipih berwarna silver itu, sedangkan Daren juga sibuk dengan benda pipih itu untuk mengontrol pekerjaannya dari kejauhan.

Di sore hari menjelang malam terlihat Amora dan Daren yang baru saja sampai di hotel, karena tidak ingin melihat barang-barang yang tadi dia beli berantakan di kamar itu, dengan segera Amora pun merapikan barang-barang itu di kopernya yang masih ada tempat.

“Kak, kainnya Mama ditaruh di koper kamu ya. Koper aku udah penuh karena baju aku ternyata” ucap Amora kepada Daren yang seperti hendak bersiap-siap untuk mandi.

“Iya, taruh aja ngga papa, Ra” jawab Daren.

“Oke” setelah itu Amora pun memasukkan kain yang tadi dia beli atas permintaan Mama mertuanya di koper Suaminya itu.

Selesai membersihkan semua belanjaannya tadi, Amora ganti menyiapkan baju yang akan dia kenakan setelah ini, tepatnya ketika selesai mandi. Tapi karena saat itu Daren masih ada di dalam kamar mandi, Amora pun memutuskan untuk bermain handphone di balkon kamar hotelnya itu.

Di malam harinya terlihat Amora dan Daren yang tengah menikmati makan malam mereka di atas kapal yang yang berlayar di Sungai Seine. Mereka berdua menikmati pemandangan yang bisa lihat dari kapal itu, pemandangan yang benar-benar sangat indah itu membuat Amora merasakan keindahan kota Paris yang sesungguhnya.

Selain melihat Menara Eiffel yang bergemerlap indah, Amora dan Daren juga menyaksikan bangunan mewah yang dilewati oleh kapal yang mereka naiki, seperti Notre Dame, Museum Louvre, Ile de France dan masih banyak lagi.

Setelah makan malam mereka selesai, Amora dan Daren memutuskan untuk meminum sampanye untuk menemani mereka menikmati pemandangan yang sangat indah itu.

“Ra, kalau minum jangan banyak-banyak ya” ucap Daren ketika melihat Amora yang mulai menuangkan sampanye itu di gelasnya.

“Tenang, aku cuma mau nyicip kok” jawab Amora yang lalu menegak gelas berisikan sampanye itu.

Melihat itu Daren pun juga mengambil sampanye yang tadinya dipegang Amora, lalu dia menuangkannya ke dalam gelasnya dan langsung meminumnya, “Enak ngga menurut kamu?”

Daren memutar 100 derajat gelasnya itu beberapa sebelum menjawab pertanyaan dari Amora, “Lumayan.”

Mendapatkan jawaban itu Amora pun mengangguk-anggukkan kepalanya. Dan beberapa menit setelah itu Amora hampir menghabiskan satu botol sampanye itu.

“Udah, Ra, jangan banyak-banyak. Nanti kamu mabuk” ucap Daren yang terus menyuruh Amora untuk berhenti, karena perempuan itu sudah meminum sampanye dalam jumlah yang cukup banyak.

“Santai aja, Kak. Aku bisa kontrol diri aku kok” jawab Amora yang masih saja meneguk minuman yang terus dia tuang lagi dan lagi di dalam gelasnya itu.

Melihat itu Daren hanya bisa menghela nafasnya, dia pun juga menegak sampanye itu lagi, tapi tidak berani banyak-banyak. Karena jika dia mabuk dan Amora juga mabuk, maka tidak akan ada orang yang bisa menjaga serta mengontrol tingkah mereka di negeri orang ini.

Jadi Daren memutuskan untuk meminum beberapa tegukan sampanye saja untuk menemaninya menikmati pemandangan malam itu. Dan sesuai dengan dugaan Daren, Amora mulai mabuk.

“Ra” panggil Daren memastikan, karena perempuan itu kini menundukkan kepalanya di meja.

“Hem?” Amora sedikit mengangkat kepalanya untuk melihat ke arah Daren dengan matanya yang menyipit dan memerah.

Daren kembali mengembuskan nafasnya, untung saja kapal yang mereka tumpangi sudah berhenti dan mereka sudah sampai di tempat di mana mereka tadi naik. Karena itu Daren pun beranjak dari duduknya dan menghampiri Amora.

Laki-laki itu sedikit berjongkok di dekat Amora yang kembali menundukkan kepalanya di meja, “Ra, ayo pulang, kita udah sampai.”

“Bentar, masih ngantuk” jawab Amora dengan suara yang mulai serak.

“Iya, kita lanjut tidur di hotel ya” ujar Daren dengan sabar membujuk Amora.

Mendengar itu Amora langsung mengangkat kepalanya lagi dan mengarahkan penglihatannya ke arah Daren. Terlihat Amora yang terus menatap Daren dan seperti hendak mengucapkan sesuatu.

Daren pun menunggu Istrinya itu untuk berbicara, tapi ternyata setelah beberapa menit dia menunggu, Amora hanya menghembuskan nafasnya. Melihat itu Daren hanya tersenyum kecil.

“Mual ngga?” tanya Daren lagi dan lagi.

Amora menggelengkan kepalanya, “Ya sudah ayo pulang” ucap Daren yang lalu membawa tas Amora di genggaman tangan kanannya.

Setelah itu laki-laki itu kembali berjongkok di dekat Amora duduk, tapi membelakangi perempuan itu, “Naik, Ra.”

“Yeeyy” dengan semangat Amora langsung naik ke punggung Daren. Mendengar Amora yang sepertinya sangat senang membuat Daren lagi-lagi memunculkan senyumannya.

Setelah itu Daren pun berdiri dan berjalan keluar dari kapal itu dengan menggendong Amora di belakangnya. Mereka terlihat sangat lucu dan romantis.

Di jalan yang menjadi tempat orang-orang menikmati keindahan pantulan cahaya bulan dari Sungai Seine, terlihat Daren yang berjalan seraya menggendong Amora di belakangnya, “Ra, kita pulang sekarang ya?”

“Ngga maauu, aku masih mau jalan-jalan, ngelihat pemandangan yang indah inii” jawab Amora dengan nada yang tidak seperti biasanya sembari menunjuk Menara Eiffel dan juga Sungai Seine.

“Ya sudah, kita jalan sampai Menara Eiffel sana yaa?” tanya Daren lagi.

“OKEEE!!”

Kini Daren menambah lebar senyumannya, tingkah Amora benar-benar lucu dan menggemaskan hingga membuatnya tersenyum selebar ini.

Sesampainya mereka berdua di hotel, Daren pun menaruh tas Amora terlebih dahulu di atas meja dan dengan hati-hati menaruh Amora yang sudah terlelap di atas kasur.

Saat hendak pergi untuk melepaskan jaketnya, langkah Daren terhenti karena Amora memegang tangannya dan mulai berkata dengan suaranya yang sangat serak hingga tidak terdengar jelas apa yang dia katakan.

Daren yang mendengar itu seketika mengernyit dahinya dan mulai mendekat tepat di depan mulut Amora, “Kamu harus mati.”

Mendengar 3 kata yang terus berulang-ulang dari mulut Amora itu membuat Daren semakin bingung, “Apa yang dimaksud Amora?. Siapa ‘kamu’ yang dimaksud olehnya?” ucap Daren bertanya-tanya di dalam hatinya.

“Kamu harus mati. Kamu harus mati, kamu harus menanggung semuanya, kumohon” ujar Amora dengan suara seraknya yang mulai terdengar jelas.

“Kumohon, kumohon” semakin ke sini suara Amora yang tadinya biasa saja berubah menjadi semakin sedih dan dia juga mulai mengerutkan dahinya seperti hendak menangis.

Tahu bahwa Amora mengigau membuat Daren langsung menenangkan istrinya itu, Daren dengan sangat lembut membelai dan mengusap kepala Amora hingga Istrinya itu mulai berhenti berbicara yang aneh-aneh dan kembali terlelap di dalam tidurnya.

Mengetahui Amora yang sudah tenang, Daren pun mulai melepaskan sepatu yang Amora pakai dan dia juga perlahan melepaskan outer yang Amora pakai secara lembut tanpa mengusik tidur Istrinya itu.

Selesai melakukan itu semua, Daren pun menarik selimut hingga menutupi setengah tubuh Amora untuk membuat tubuh Amora tetap hangat. Setelah itu Daren pun ganti membersihkan dirinya sendiri.

Tapi bukan ikut tidur, laki-laki itu malah menghadapi pekerjaan kantornya yang sudah menumpuk. Akhirnya Daren terus membuka lebar matanya di depan layar laptop hingga larut malam sembari sesekali melihat ke arah Amora yang sudah terlelap sepenuhnya di dalam tidurnya.

 

 

Bersambung…….

 

 

 

https://www.redaksiku.com/novel-choose-happiness-part-15/

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas
Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]
Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue
Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )
Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)
Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:41 WIB

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:44 WIB

Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]

Minggu, 3 Agustus 2025 - 16:11 WIB

Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue

Selasa, 4 Februari 2025 - 17:40 WIB

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Senin, 20 Januari 2025 - 10:32 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )

Berita Terbaru

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB