Program makan bergizi gratis kini menjadi prioritas nasional yang melibatkan berbagai elemen, termasuk ormas keagamaan terbesar di Indonesia.
PBNU secara resmi diberi mandat oleh Badan Gizi Nasional untuk mengelola 1.000 titik pelayanan makan bergizi gratis di seluruh Indonesia.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengumumkan hal tersebut usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.
PBNU Ditugaskan Kelola 1.000 Titik Makan Bergizi Gratis

Penunjukan PBNU dalam program makan bergizi gratis menunjukkan bahwa organisasi ini dinilai memiliki kapasitas dan struktur kuat untuk menjangkau masyarakat akar rumput.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Gus Yahya, target 1.000 titik bukanlah angka kecil dan membutuhkan kerja sama lintas sektor serta pendampingan dari kementerian terkait.
PBNU sebelumnya telah menjalankan inisiatif serupa dalam skala terbatas, namun dengan mandat resmi dari BGN, skala implementasinya akan jauh lebih besar dan terstruktur.
Ia menyebutkan bahwa dapur makan tersebut bukan sekadar kegiatan bagi-bagi makanan, tapi harus memenuhi standar gizi dan keberlanjutan pasokan.
PBNU juga berkomitmen menghadirkan sistem manajemen yang akuntabel, mulai dari distribusi bahan baku, pengolahan makanan, hingga evaluasi dampak kesehatan masyarakat.
Dengan jaringan NU yang tersebar hingga ke desa-desa, pelaksanaan makan bergizi gratis diharapkan lebih efektif menyasar kelompok rentan seperti balita, lansia, dan keluarga miskin.
Presiden Prabowo Dukung Penuh Program Makan Bergizi Gratis Bersama PBNU
Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo, Gus Yahya juga melaporkan capaian-capaian awal program makan bergizi gratis yang sudah dijalankan PBNU di beberapa wilayah.
Presiden disebut memberikan dukungan penuh dan mendorong agar PBNU semakin memperluas kontribusinya dalam program-program strategis pemerintah.
Dukungan tersebut meliputi penyediaan logistik, sinergi dengan kementerian teknis, serta jaminan kelangsungan program secara berkelanjutan.
Presiden Prabowo, menurut Gus Yahya, tidak hanya menyambut baik program ini, tapi juga mendorong PBNU untuk menjadi mitra kunci pemerintah dalam berbagai aspek pembangunan sosial.
Program makan bergizi gratis menjadi salah satu prioritas yang dilaporkan, selain kerja sama dengan kementerian dalam bidang pendidikan, keluarga maslahat, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Langkah ini menegaskan posisi NU bukan hanya sebagai ormas keagamaan, tapi juga sebagai agen pembangunan sosial di era kepemimpinan baru.
Makan Bergizi Gratis Jadi Pilar Kolaborasi Pemerintah dan PBNU
Selain program makan bergizi gratis, Gus Yahya juga menyampaikan progres dari berbagai nota kesepahaman yang telah ditandatangani PBNU dengan kementerian dan lembaga.
Salah satunya adalah Gerakan Keluarga Maslahat NU yang melibatkan kementerian seperti Kemenko PMK, Kemenkes, dan Kemensos.
Namun, menurut Gus Yahya, titik berat perhatian saat ini adalah pada keberhasilan pelaksanaan program makan bergizi gratis secara masif dan terukur.
Dalam kerangka tersebut, PBNU akan memperkuat koordinasi dengan Badan Gizi Nasional, terutama untuk menjamin distribusi dan kualitas bahan pangan di setiap titik dapur.
Pelibatan kader NU di lapangan juga dianggap penting untuk membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya konsumsi makanan bergizi sebagai pondasi kehidupan sehat.
Tidak hanya itu, program ini juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar, mulai dari pengelola dapur, pemasok lokal, hingga tenaga pendamping gizi.
PBNU Optimistis Jalankan Makan Bergizi Gratis demi Keadilan Sosial
Melalui program makan bergizi gratis, PBNU melihat peluang besar untuk mewujudkan keadilan sosial melalui pendekatan layanan dasar yang konkret dan berkelanjutan.
Menurut Gus Yahya, mandat ini bukan hanya amanah administratif, tapi bagian dari tanggung jawab moral untuk ikut menanggulangi persoalan ketimpangan dan stunting.
Pengurus Besar NU pun akan terus berkoordinasi intensif dengan lembaga negara untuk memastikan bahwa layanan ini menjangkau semua golongan tanpa diskriminasi.
Dengan jaringan pesantren, masjid, dan organisasi perempuan NU seperti Muslimat dan Fatayat, distribusi makanan sehat dan terstandar gizi diharapkan bisa merata.
Gus Yahya menegaskan bahwa kerja sama dalam program makan bergizi gratis adalah fondasi penting menuju Indonesia yang sehat dan kuat.
Ia pun menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pemerintah dan berjanji akan menjalankan mandat ini dengan penuh tanggung jawab, akuntabilitas, dan semangat kebersamaan.
Program makan bergizi gratis ini juga akan menjadi tolok ukur keberhasilan sinergi antara ormas dan negara dalam pemenuhan hak dasar warga.
Melalui pendekatan partisipatif, Pengurus Besar NU berupaya melibatkan masyarakat lokal dalam setiap tahap pelaksanaan program agar manfaatnya terasa langsung.
Setiap titik dapur makan akan diawasi oleh tim terlatih yang memastikan kualitas makanan sesuai standar gizi yang telah ditetapkan BGN.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






