Novel : Choose Happiness (Part 4)

- Penulis

Senin, 19 Agustus 2024 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novel : Choose Happiness (Part 4)

Bab. 4 Membuka Pintu Hati

Di sekitar pukul 8 malam terlihat Amora yang berada di sebuah cafe seorang diri, dia tengah terdiam merenungkan sesuatu dengan minuman yang tinggal setengah.

Beberapa menit kemudian dia pun akhirnya meraih handphonenya dan menelfon di sebuah grub yang terdapat 4 peserta, dirinya, Sherly, Indira dan Fara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Satu persatu di antara mereka mulai menjawab panggilan dari Amora, “Ada apa nih?” tanya Indira.

“Guys, gue lagi banyak pikiran” jawab Amora.

“Share lokasi lo sekarang, gue OTW ke sana” ujar Fara yang tanpa basa basi langsung ingin menghampiri Amora.

Mendengar itu Amora langsung mengirimkan lokasinya sekarang, “Udah, Far. Tapi lainnya kalau ada urusan ngga papa kok, gue aja yang lagi bad mood makanya kayak gini.”

“Ngga, gue jemput Adik gue dulu dari tempat les, setelah itu lanjut ke lo, tunggu ya” jawab Indira yang lalu keluar dari panggilan itu.

“Gue OTW sekarang” ujar Sherly.

Setelah itu panggilan grub itupun tertutup dan ketiga sahabat Amora langsung beranjak untuk menemui Amora di cafe itu. Amora tidak heran, para sahabatnya sungguh sangat peduli satu sama lain tanpa harus dipertanyakan alasannya.

Di sekitar pukul setengah sembilan Amora dengan ke-3 sahabatnya sudah berkumpul, “Ada apa, bestie?” tanya Indira.

“Gue mulai ngerasa beda sama diri gue sendiri” jawab Amora.

“Beda gimana, Mor?” tanya Sherly

“Kayaknya gue mulai bisa nerima cowok lain di sekitar gue deh” jawab Amora dengan ragu-ragu.

Mendengar itu semua sahabatnya Amora terlihat sangat senang, “Fiks, kunci hati lo udah mulai ke buka, sama siapa?”

“Gue tebak sih Marvell ya” ujar Sherly menjawab pertanyaan dari Fara.

“Bener kata Sherly, Mor?” tanya Fara.

Perlahan Amora menganggukkan kepalanya sebagai jawaban bahwa ucapan Sherly benar. Seketika Sherly, Fara dan Indira sangat senang saat mendengar itu.

Karena mereka semua sudah memiliki pasangan, sedangkan Amora saja sampai sekarang belum pernah berpacaran. Jadi ketika mendengar kabar bahwa Amora mulai membuka hati membuat mereka sangat senang.

“Gue dukung seratus persen sih, Mor. Gue kenal banget sama Marvell, selain ganteng banget dia juga baik banget, dia juga pinter. Apa lagi masa depannya udah pasti mapan karena dia pewaris tunggal Luminor Group” ucap Sherly panjang lebar.

“Beehh, serasa ngga ada minusnya” lanjut Indira dengan kekehan kecil.

“Jadi udah sampai tahap mana?” tanya Fara, dia adalah salah satu dari mereka yang sangat jago dalam berhubungan dengan orang lain, atau yang lebih dikenal dengan play girl.

Tapi karena dia sudah mendapatkan laki-laki yang sangat baik dan membuatnya sadar, akhirnya dia berhenti untuk menjadi play girl dan fokus dengan satu laki-laki, yaitu calon tunangannya.

“Ngga tau gue, tapi kenapa gue nyambung ya kalau diajak ngomong sama dia?, biasanya jarang nyambung kalau diajak ngomong sama temen laki-laki gue lainnya” jawab Amora.

“Ya berarti lo bener-bener udah buka hati lo dan mulai suka juga ke Marvell, gue juga yakin kalau Marvell suka sama lo” ujar Sherly.

“Gue tunggu kabar jadian lo sama Marvell ya, Amoraa” lanjut Fara.

Mendengar itu Amora hanya diam, dia masih belum paham dengan perasannya ini, entah ini benar-benar perasaan suka atau bukan. Karena sebelumnya dia belum pernah merasakan rasanya jatuh cinta sekalipun.

Di sekitar pukul 11 malam Amora baru saja sampai di mansion keluarganya, baru saja memasuki area ruang keluarga dia langsung menemukan keberadaan Papa dan Mamanya yang sepertinya tengah menunggunya.

“Amora, duduk” ucap Mama Amora yang memerintahkan Amora agar duduk di sofa yang ada di hadapan mereka.

Seraya menghela nafas Amora mematuhi perintah Mamanya itu dan duduk di depan keduanya, “Kamu ngga sopan. Bisa-bisanya pergi gitu aja, malu sama keluarganya Om Nata” ujar Claras memarahi Amora.

“Kita bisa omongin baik-baik, Mora. Kamu ngga perlu pergi kayak tadi” lanjut Darpa tapi dengan nada yang lebih lembut dibanding Claras.

“Tapi Papa ambil keputusan besar tanpa persetujuan dari aku, Pa. Gimana aku ngga marah?” jawab Amora.

Darpa tau betul bahwa keputusan tentang perjodohan putrinya dengan putra sahabatnya memang dia putuskan sendiri dengan Claras tanpa persetujuan langsung dari Amora.

“Ya walaupun seperti itu ngga seharusnya kamu mempermalukan Papa sama Ma Ras di depan keluarganya Om Nata. Coba kamu pikir sekarang, apa yang mereka pikirkan sekarang tentang kita?, apalagi kamu?” ucap Claras yang sedari tadi terus memarahi Amora.

Mendengar itu Amora hanya menghela nafas seraya menahan emosi dengan menggepalkan tangannya dengan kuat, “Tahan, Mora” batin Amora.

Melihat Amora yang sepertinya bad mood, Darpa pun tanpa banyak basa basi lagi langsung menanyakan point dari pembicaraannya kali ini.

“Kamu mau ya, nikah sama Daren, sayang?” tanya Darpa dengan lembut.

“Ngga!” sentak Amora.

“Mora!, kamu ini ngga punya sopan santun, Papa kamu udah lembut nanyain kamu, bisa-bisanya kamu jawab pakai nada tinggi kayak gitu” bentak Claras yang membuat Amora sedikit terkejut.

Mendengar itu Darpa langsung menarik tangan Claras agar lebih tenang untuk menghadapi Amora yang tengah kesal.

Tapi kali itu Amora tidak bisa menahannya lagi, dia pun menjawab ucapan Claras, “Sekarang aku tanya, kenapa harus aku yang dijodohin sama Daren?, kenapa bukan Kaysi?” tanya Amora.

“Lo lupa gue udah tunangan sama Zain?” jawab Kaysi yang sekarang tengah menuruni tangga dari lantai 2 yang memang ada di dekat ruang keluarga.

Amora berdecak kesal dengan bola mata yang dia putar secara malas, dia lupa bahwa Kakaknya itu sudah memiliki tunangan dan akan menikah tahun depan.

“Makanya, kalau diundang ke acara keluarga itu datang, sok sibuk lo” lanjut Kaysi yang lalu duduk di dekat Claras.

“Gue dateng, lo aja yang sibuk sendiri sampai ngga ngelihat keberadaan gue, pake acara nyalain gue lagi, ngga ngaca” sarkas Amora menjawab ucapan Kaysi.

“Lo!-”

Claras langsung menarik Kaysi yang tiba-tiba berdiri seraya menunjuk Amora, sepertinya putrinya itu sangat marah dengan ucapan Amora.

Melihat itu Amora hanya menyunggingkan bibir kirinya dengan kedua tangan yang dia taruh di depan dada dan juga kaki yang dia silangkan.

Kaysi semakin marah saat melihat tingkah Amora yang terlihat mengejeknya, “Tenang, Kay. Jangan terpancing” bisik Claras kepada putrinya itu.

“Diam, Kaysi, Amora. Papa ngumpulin kalian kayak gini buat bahas masalah ini, bukan buat berantem apa lagi debat” ujar Darpa dengan nada yang mulai dia naikkan.

Kaysi dan Amora pun terdiam, “Amora, sudah banyak pertimbangan yang Papa dan Ma Ras pikirkan untuk menjodohkan kamu dengan Daren.”

“Dan dari banyak pertimbangan itu, hasilnya adalah perjodohan kamu dengan Daren. Papa sama Ma Ras ngelakuin ini semua untuk kebaikan kamu, Mora.”

“Suatu saat nanti kamu akan tau kenapa Papa ngelakuin ini semua ke kamu, Papa ngga mau kamu kenapa-napa, sayang” ucap Darpa yang terus berusaha untuk meyakinkan Amora.

“Aku bisa jaga diri aku sendiri, Pa. Mora mohon, kali ini aja turutin kemauan aku, Pa. Kali ini aja” jawab Amora yang terus memaksa agar perjodohannya dibatalkan.

Darpa menghela nafasnya, “Mora, Papa mohon, patuhi ucapan Papa kali ini.”

Mendengar itu seketika Amora langsung memasang raut wajah kecewa sekaligus marah, “Pa, Mora selalu turutin kemauan Papa dari dulu, mulai dari Papa nikah lagi sama Ma Ras, Papa ngelarang aku buat kuliah di Harvard, semua aku turuti itu, Pa.”

“Tapi kenapa kali ini Papa juga ngga mau nurutin kemauan aku sih, Pa?!”

 

Bersambung…..

 

 

https://www.redaksiku.com/choose-happiness-part-3/

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas
Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]
Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue
Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )
Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)
Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:41 WIB

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:44 WIB

Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]

Minggu, 3 Agustus 2025 - 16:11 WIB

Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue

Selasa, 4 Februari 2025 - 17:40 WIB

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Senin, 20 Januari 2025 - 10:32 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )

Berita Terbaru

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB