Read Novel: My Husband, the Cold Soldier! [FINISHED]

- Penulis

Saturday, 16 August 2025 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]

Read Novel: My Husband, the Cold Soldier! [FINISHED]

Kinan menggigit bibirnya, berusaha menahan kemarahan yang semakin membuncah.

“Jadi itu yang selama ini kamu pikirkan tentang saya?” suaranya rendah, tetapi ada kilatan emosi di dalamnya. “Saya bukan anak Anda. Saya hanya beban yang Anda tanggung dengan terpaksa, bukan?”

Tawa kecil yang sinis terdengar dari seberang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setidaknya kamu cukup pintar untuk menyadarinya. Kamu hanya ada di hidup saya karena kekhilafan saya. Jika saya bisa mengulang waktu, saya tidak akan membuat kamu lahir ke dunia ini.”

Kinan menelan ludah, mencoba mengusir kepedihan yang tiba-tiba menghantam dadanya. Seharusnya ia sudah kebal. Seharusnya kata-kata itu tidak lagi menyakitinya.

“Sayangnya, Anda tidak bisa mengulang waktu,” balas Kinan dengan suara bergetar, tetapi matanya dipenuhi a p i perlawanan. “Dan juga jika saya bisa memilih saya tidak ingin terlahir dari darah seorang laki-laki pengecut dan juga dari rahim seorang ibu yang tak bertanggung jawab atas saya seperti kalian.” Teriak Kinan dengan keras.

Mendengar itu, tak ada jawaban lagi dari Ayahnya. Kinan hanya mendengar suara tarikan nafas panjang di seberang sana.

“Datang ke rumah besok pagi. Jika kamu tidak datang, maka…” suara ayahnya terdengar dingin, penuh ancaman yang belum terselesaikan.

Kinan menggenggam ponselnya erat, rahangnya mengeras. Ia tahu, apapun kelanjutan dari ancaman itu tidak akan membawa kabar baik.

“Maka apa?” tantangnya, meski jauh di dalam hati, ada ketakutan yang menggelayuti pikirannya.

Suara napas berat terdengar dari seberang sebelum ayahnya akhirnya melanjutkan, “Maka saya akan pastikan kamu kehilangan semuanya, Kinan. Saya akan membuat rumah sakit itu tidak lagi menerima kamu sebagai dokter, saya akan menghancurkan reputasi kamu, dan saya akan memastikan lisensi kamu sebagai seorang dokter dicabut.”

Kinan membeku. Ancaman itu bukan sekadar gertakan kosong. Ayahnya memiliki koneksi luas, kenalan dari berbagai kalangan, termasuk di dunia medis. Jika ia benar-benar menginginkannya, maka karier Kinan bisa runtuh dalam hitungan hari.

“Kamu tahu saya bisa melakukannya,” lanjut ayahnya. “Jangan berpikir bahwa hanya karena sekarang kamu punya gelar dokter, kamu bisa hidup mandiri tanpa hambatan. Dunia ini kejam, Kinan. Dan tanpa perlindungan saya, kamu akan tenggelam.”

Kinan menutup matanya erat. Amarah, sakit hati, dan ketakutan bercampur menjadi satu. Ia ingin berteriak, ingin melempar ponselnya, ingin menolak semua ini mentah-mentah.

Tapi ia juga tahu, ayahnya tidak akan main-main.

Jika ia menolak datang besok, maka seluruh kerja kerasnya selama ini bisa musnah begitu saja.

“Anda benar-benar akan melakukan ini pada saya, Bapak Gemilang Handoko Wijaya?” tanyanya dengan suara serak.

“Tidak ada pilihan lain,” balas ayahnya singkat. “Jika kamu menolak permintaan saya ini, maka reputasi saya hancur dan juga karier mu juga akan tamat. Kita satu sama, jadi alangkah baiknya kamu menurut saja.”

“Ayah!” Teriak Kinan dengan frustasi.

“Saya tunggu kamu di rumah besok pagi. Atau hadapi konsekuensinya.” Jedanya sebentar, “Hidup tanpa memiliki apa-apa itu menyedihkan, tidak lebih dari seonggok sampah yang dikucilkan.”

Klik.

Panggilan terputus begitu saja, meninggalkan Kinan dalam kebisuan yang menyakitkan.

Ia menatap ponselnya dengan tatapan kosong, jari-jarinya gemetar. Dadanya terasa sesak, seperti ada batu besar yang menghimpit paru-parunya.

Ia ingin menangis. Ingin berteriak.

Tapi ia juga tahu, air mata tidak akan mengubah apapun.

Jadi, apa yang harus ia lakukan sekarang?

Menyerah dan menerima pernikahan ini?

Atau melawan dengan konsekuensi kehilangan semua yang telah ia bangun?

Kinan menghela napas panjang, menatap bayangannya sendiri di cermin apartemen. Matanya memerah, sorotnya kosong seperti orang yang kehilangan nyawa.

****
Judul: Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]
Penulis: Istri_V
Baca cerita lengkapnya hanya di aplikasi KBM App!

Penulis : Istri_V

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Istri_V

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Novel: Choose Happiness (Part 26) There's news from Blue
Here are the Champions of Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Sunset Brought You Back (Part 13)
Novel Twilight Brings You Back (Part 31)
Black and White Marriage Novel (Chapter 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)
Novel: Padamu Aku Akan Kembali (Part 7)
Novel : Senja Membawamu Kembali ( Tamat)

Berita Terkait

Saturday, 16 August 2025 - 18:44 WIB

Read Novel: My Husband, the Cold Soldier! [FINISHED]

Sunday, 3 August 2025 - 16:11 WIB

Novel: Choose Happiness (Part 26) There's news from Blue

Tuesday, 4 February 2025 - 17:40 WIB

Here are the Champions of Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Monday, 20 January 2025 - 10:32 WIB

Novel Sunset Brought You Back (Part 13)

Monday, 20 January 2025 - 10:31 WIB

Novel Twilight Brings You Back (Part 31)

Berita Terbaru

Barakallah Fii Umrik Artinya, Wajib Tahu 7 Makna dan Balasan

Lifestyle

Barakallah Fii Umrik Artinya, Wajib Tahu 7 Makna dan Balasan

Wednesday, 1 Jul 2026 - 16:10 WIB

Doa Setelah Sholat, Wajib Tahu 7 Bacaan Dzikir dan Artinya

Religion

Doa Setelah Sholat, Wajib Tahu 7 Bacaan Dzikir dan Artinya

Wednesday, 1 Jul 2026 - 16:06 WIB

Tebak Tebakan Lucu, Wajib Tahu 50 Ide Bikin Ngakak

Entertainment

Tebak Tebakan Lucu, Wajib Tahu 50 Ide Bikin Ngakak

Wednesday, 1 Jul 2026 - 16:01 WIB

Cara Marah Tanpa Melukai Perasaan Orang Lain

Lifestyle

4 Cara Marah Tanpa Melukai Perasaan Orang Lain

Wednesday, 1 Jul 2026 - 13:24 WIB

Tips Anti Mabuk Saat Perjalanan Jauh

Lifestyle

5 Tips Anti Mabuk Saat Perjalanan Jauh

Wednesday, 1 Jul 2026 - 13:14 WIB