Redaksiku.com – Kejuaraan Nasional Berkuda Memanah III Seri I 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama empat hari penuh persaingan ketat di Kawasan Wisata Terpadu Cakrawala Nuansa Nirwana, Bogor, Jawa Barat. Ajang olahraga berkuda tradisional yang memadukan keahlian menunggang kuda dan memanah ini diikuti oleh 98 atlet berbakat dari 13 provinsi di seluruh Indonesia.
Penutupan ajang nasional yang berlangsung pada Minggu, 20 September 2026 tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Eksekutif FN Pordasi Berkuda Memanah Indonesia, Ir. Widodo Edi Sektianto, S.Pd., M.M. Kompetisi ini memegang peranan vital sebagai langkah awal evaluasi program pembinaan jangka panjang yang dijalankan oleh pengurus tingkat provinsi.
Para atlet muda hingga senior saling membuktikan kemampuan terbaik mereka dalam 14 kategori pertandingan yang dipertandingkan. Penyelenggaraan yang terarah ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet nasional yang siap menghadapi ajang olahraga multi-cabang bergengsi di masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Evaluasi Pembinaan Menuju PON XXII/2028
Kejurnas ini bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan instrumen penting untuk memetakan kekuatan atlet dari berbagai daerah. Pengurus pusat menilai kualitas program pembinaan harus terus digenjot agar atlet yang keluar sebagai juara benar-benar siap bersaing membawa nama Indonesia.
Persiapan matang mutlak diperlukan mengingat para atlet terbaik nantinya akan dipersiapkan secara khusus untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 yang direncanakan berlangsung di Nusa Tenggara. Setiap kejuaraan tingkat nasional menjadi tolok ukur sejauh mana teknik dan mental para pemanah berkuda berkembang.

Dalam sambutannya, Widodo Edi Sektianto menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara tersebut. Ucapan terima kasih khusus juga dialamatkan kepada pengelola tempat pertandingan yang telah menyediakan fasilitas pendukung yang memadai.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kejuaraan ini. Apresiasi juga kami sampaikan kepada tuan rumah yakni Kawasan Wisata Terpadu Cakrawala Nuansa Nirwana yang dipimpin Bapak Mayjen TNI Purn Erfi Triassunu atas dukungan venue serta fasilitas pendukung yang sangat baik selama pelaksanaan kegiatan.”
— Widodo Edi Sektianto
Selain aspek prestasi, panitia juga menyoroti keberhasilan penyelenggaraan dari sudut pandang keselamatan atlet dan kuda. Minimnya insiden di lapangan menunjukkan bahwa standar keselamatan kompetisi berkuda kian membaik dari tahun ke tahun.
Dominasi Kontingen dan Peraih Medali
Persaingan di berbagai kategori, mulai dari kelompok junior hingga senior untuk sektor putra dan putri, berjalan sangat kompetitif. Kontingen DKI Jakarta tampil sebagai bintang lapangan setelah berhasil mengumpulkan total 25 poin yang mengantarkan mereka menyabet gelar Juara Umum Kontingen.
Prestasi individu yang gemilang juga diraih oleh para atlet muda berbakat yang mendominasi kategori terfavorit. Berikut adalah beberapa catatan penting dari pencapaian para atlet dalam kejuaraan seri pertama ini:
- DKI Jakarta keluar sebagai Juara Umum Kontingen dengan perolehan 25 poin secara keseluruhan.
- Rayyan Abdul Karim dinobatkan sebagai Atlet Putra Terfavorit setelah mengantongi 8 poin.
- Alena Rabbani Putri Satriwan meraih predikat Atlet Putri Terfavorit dengan perolehan 8 poin.
Sebanyak 98 atlet dari 13 provinsi berpartisipasi dalam 14 kategori pertandingan yang menguji ketepatan dan kecepatan di atas pelana kuda.

Keberhasilan para juara di seri pertama ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi atlet lain yang belum berkesempatan naik podium. Proses latihan yang konsisten menjadi kunci utama untuk menembus level kompetisi internasional.
Agenda Lanjutan dan Perubahan Format Pertandingan
Rangkaian pembinaan atlet berkuda memanah tidak berhenti pada seri ini saja. Pengurus Pusat Pordasi telah menyiapkan beberapa agenda lanjutan yang harus diikuti oleh para atlet sebelum panggung utama PON dimulai.
Ketua Harian FN Pordasi Berkuda Memanah, Mayjen TNI Purn Agape Zakaria D., mengungkapkan bahwa tantangan pada seri berikutnya akan dibuat berbeda guna menguji adaptasi para atlet terhadap arena perlombaan.

Pada kejuaraan mendatang, panitia berencana menerapkan format lintasan berbentuk lingkaran atau Circle. Langkah ini diambil menggantikan format lintasan lurus yang lazim dipakai sebelumnya agar kemampuan kontrol kuda dan konsentrasi memanah para atlet semakin terasah secara menyeluruh.
Jadwal terdekat mencakup agenda Kejurnas pada Januari 2027 dilanjutkan dengan PON Berkuda 2027. Evaluasi berkala yang konsisten diyakini mampu melahirkan atlet-atlet profesional yang siap mengibarkan Sang Merah Putih di kancah dunia.
Pertanyaan Umum
Kapan Kejurnas Berkuda Memanah III Seri I 2026 dilangsungkan?
Kejuaraan nasional ini berlangsung selama empat hari, mulai dari tanggal 17 hingga 20 September 2026.
Di mana lokasi penyelenggaraan kejuaraan tersebut?
Ajang ini diselenggarakan di Kawasan Wisata Terpadu Cakrawala Nuansa Nirwana (CNN), Bogor, Jawa Barat.
Kontingen mana yang berhasil keluar sebagai juara umum?
Kontingen DKI Jakarta keluar sebagai juara umum setelah mengumpulkan total 25 poin dalam berbagai kategori pertandingan.
Ringkasan
Kontingen DKI Jakarta resmi keluar sebagai Juara Umum dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Berkuda Memanah III Seri 1 2026 setelah mengumpulkan total 25 poin dari 14 kategori pertandingan yang dilombakan. Ajang olahraga tradisional yang ditutup secara resmi oleh Direktur Eksekutif FN Pordasi Berkuda Memanah Indonesia, Ir. Widodo Edi Sektianto, S.Pd., M.M. pada Minggu, 20 September 2026 ini diikuti oleh 98 atlet dari 13 provinsi di Kawasan Wisata Terpadu Cakrawala Nuansa Nirwana, Bogor, Jawa Barat.
Kompetisi yang berlangsung selama empat hari ini berfungsi sebagai instrumen penting untuk memetakan kekuatan daerah serta mengevaluasi program pembinaan jangka panjang menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Nusa Tenggara. Selain suksesnya perolehan medali oleh atlet terfavorit seperti Rayyan Abdul Karim dan Alena Rabbani Putri Satriwan, pengurus pusat juga mencatat peningkatan standar keselamatan yang baik selama kejuaraan berlangsung.
Menyongsong agenda lanjutan, Ketua Harian FN Pordasi Berkuda Memanah, Mayjen TNI Purn Agape Zakaria D., mengumumkan rencana perubahan format lintasan menjadi bentuk lingkaran atau Circle pada seri berikutnya guna menguji adaptasi atlet. Rangkaian pembinaan ini akan berlanjut pada Kejurnas Januari 2027 dan PON Berkuda 2027 untuk melahirkan atlet profesional berstandar nasional maupun internasional.






