Mengenal Sejarah Hari Anak Nasional, Dasar Penetapan hingga Maknanya

- Penulis

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Cari tahu sejarah Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli, lengkap dengan dasar hukum, tujuan, dan makna peringatannya. (Foto: Unsplash)

Ilustrasi. Cari tahu sejarah Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli, lengkap dengan dasar hukum, tujuan, dan makna peringatannya. (Foto: Unsplash)

Sejarah Hari Anak Nasional menjadi salah satu informasi yang banyak dicari setiap menjelang peringatan 23 Juli.

Hari Anak Nasional merupakan momentum penting untuk meningkatkan kepedulian terhadap hak-hak anak sekaligus mengingatkan bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang.

‎Peringatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat komitmen pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak Indonesia.

Lantas, bagaimana sejarah Hari Anak Nasional hingga diperingati setiap tanggal 23 Juli?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Sejarah Hari Anak Nasional

Ilustrasi. Cari tahu sejarah Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli, lengkap dengan dasar hukum, tujuan, dan makna peringatannya. (Foto: Unsplash)
Mengenal Sejarah Hari Anak Nasional, Dasar Penetapan hingga Maknanya

Sejarah Hari Anak Nasional bermula dari komitmen pemerintah Indonesia untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap kesejahteraan dan perlindungan anak. Langkah tersebut diwujudkan melalui pengesahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak pada 23 Juli 1979.

‎Undang-undang tersebut menjadi landasan penting dalam upaya menjamin hak anak untuk memperoleh pemeliharaan, perlindungan, pendidikan, dan kesempatan berkembang secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan.

‎Beberapa tahun kemudian, pemerintah menetapkan 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984. Penetapan itu bertujuan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya memenuhi hak-hak anak sebagai generasi penerus bangsa.

‎Sejak saat itu, Hari Anak Nasional diperingati setiap tahun dengan berbagai kegiatan edukatif, sosial, budaya, dan kampanye perlindungan anak di seluruh Indonesia.

‎Mengapa Diperingati Setiap 23 Juli?

‎Tanggal 23 Juli dipilih karena bertepatan dengan tanggal disahkannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. Pemerintah menilai momen tersebut memiliki makna penting sebagai tonggak perlindungan anak di Indonesia.

‎Melalui peringatan Hari Anak Nasional setiap 23 Juli, masyarakat diingatkan bahwa anak bukan hanya penerus keluarga, tetapi juga aset bangsa yang perlu dipersiapkan melalui pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan pengasuhan yang baik.

‎Karena itu, setiap tahunnya berbagai instansi pemerintah, sekolah, organisasi masyarakat, hingga komunitas menggelar kegiatan yang melibatkan anak-anak sebagai bentuk penghormatan terhadap hak mereka.

‎Tujuan Peringatan Hari Anak Nasional

‎Tujuan utama Hari Anak Nasional adalah meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat mengenai pentingnya memenuhi hak-hak anak.

‎Peringatan ini juga menjadi momentum untuk mengajak semua pihak menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi terhadap anak.

‎Selain itu, Hari Anak Nasional diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, pemenuhan gizi, serta perlindungan hukum bagi anak-anak di Indonesia.

‎Melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun, pemerintah juga ingin mengajak masyarakat agar semakin peduli terhadap tumbuh kembang anak sejak usia dini.

‎Hak Anak yang Perlu Dipenuhi

‎Makna sejarah Hari Anak Nasional tidak dapat dipisahkan dari pentingnya pemenuhan hak anak. Setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan, mendapatkan pelayanan kesehatan, bermain, serta memperoleh perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, maupun perundungan.

‎Hak-hak tersebut perlu dipenuhi melalui kerja sama antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bingung Masak? Ini 25 Ide Menu Low Budget untuk Akhir Bulan yang Praktis
Dude Harlino Serahkan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI ke Bareskrim, Ini Alasannya
Alphard Diduga Isi Pertalite, Barcode BBM Subsidi Jadi Sorotan
Hotman Paris Mundur dari Tim Hukum Febrie, Sebut Perkaranya “The Dream Case”
Eksepsi dr Tifa Dikabulkan, Dakwaan Batal demi Hukum dan Sidang Dihentikan
Berita Terbaru Sarwendah: Mediasi Hak Asuh Anak Belum Tuntas, Dilanjutkan 6 Agustus
50 Ucapan Selamat Hari Anak Nasional 2026 yang Penuh Makna dan Inspiratif, Cocok Dibagikan di Media Sosial
Cara Klaim Diskon 50 Persen dari PLN Juli 2026 yang Belum Banyak Diketahui
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:44 WIB

Bingung Masak? Ini 25 Ide Menu Low Budget untuk Akhir Bulan yang Praktis

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:28 WIB

Dude Harlino Serahkan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI ke Bareskrim, Ini Alasannya

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:12 WIB

Alphard Diduga Isi Pertalite, Barcode BBM Subsidi Jadi Sorotan

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:15 WIB

Hotman Paris Mundur dari Tim Hukum Febrie, Sebut Perkaranya “The Dream Case”

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:01 WIB

Eksepsi dr Tifa Dikabulkan, Dakwaan Batal demi Hukum dan Sidang Dihentikan

Berita Terbaru

Tanggal Tua Dompet Selalu Kosong

Life Style

Tanggal Tua Dompet Selalu Kosong? 4 Penyebabnya

Jumat, 24 Jul 2026 - 13:32 WIB

Waspadai 6 Gejala Brain Fog di Kalangan Gen Z

Kesehatan

Waspadai 6 Gejala Brain Fog di Kalangan Gen Z

Jumat, 24 Jul 2026 - 13:21 WIB