Pakar: Bayar Utang ke China Wajib, Tapi Bongkar Dulu Dugaan Korupsi Proyek Kereta Whoosh

- Penulis

Jumat, 7 November 2025 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar: Bayar Utang ke China Wajib, Tapi Bongkar Dulu Dugaan Korupsi Proyek Kereta Whoosh

Pakar: Bayar Utang ke China Wajib, Tapi Bongkar Dulu Dugaan Korupsi Proyek Kereta Whoosh

Mahfud MD: Ada Dugaan Mark-Up Biaya Tiga Kali Lipat

Pernyataan Noorsy senada dengan kritik mantan Menkopolhukam Mahfud MD, yang sebelumnya juga menyoroti dugaan mark-up biaya pembangunan Kereta Whoosh.

Dalam unggahan di akun YouTube resminya, Mahfud menyebut bahwa biaya pembangunan per kilometer di Indonesia mencapai US$52 juta, sementara biaya proyek serupa di China hanya sekitar US$1718 juta per kilometer.

Artinya, ada selisih hampir tiga kali lipat. Ini yang harus diselidiki. Apakah ada unsur korupsi atau tidak, ujar Mahfud.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mendesak aparat hukum, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), untuk menelusuri asal-muasal pembengkakan biaya tersebut.

Beban Finansial Proyek Meningkat Drastis

Mahfud juga mengingatkan bahwa beban keuangan proyek Whoosh semakin berat karena tingginya bunga utang yang harus ditanggung Indonesia.

Awalnya, kata Mahfud, pemerintah Indonesia berencana menggandeng Jepang dengan bunga pinjaman 0,1 persen per tahun.
Namun, setelah memilih China sebagai mitra, bunga meningkat menjadi 2 persen, bahkan naik lagi menjadi 3,4 persen akibat pembengkakan biaya dan keterlambatan penyelesaian proyek.

Jadi dari yang semula bisa murah dan efisien, akhirnya membebani negara dengan bunga lebih tinggi, ungkap Mahfud.

Hal itu membuat pemerintah saat ini menanggung utang sekitar Rp4 triliun yang harus dibayarkan kepada China pada tahun fiskal 2025.
Kalau bunga dan cicilan naik terus, tentu ini akan jadi masalah fiskal jangka panjang, tambahnya.

Pakar Minta Audit Tak Ditunda Lagi

Menanggapi kondisi tersebut, Noorsy menekankan agar pemerintah tidak menunda lagi proses audit investigatif.
Menurutnya, proyek sebesar Kereta Whoosh, yang dibiayai melalui utang luar negeri dan dikerjakan oleh konsorsium BUMN, seharusnya menjadi contoh transparansi publik, bukan justru menimbulkan kontroversi.

Ia juga menilai, audit tidak akan mengganggu hubungan diplomatik IndonesiaChina, selama dilakukan secara profesional dan berdasarkan prinsip mutual respect.
Justru audit bisa memperkuat posisi tawar Indonesia, karena menunjukkan bahwa kita negara yang taat hukum dan transparan, ujarnya.

Kredibilitas Pemerintah Dipertaruhkan

Noorsy menegaskan, jika pemerintah hanya fokus membayar utang tanpa menuntaskan dugaan pelanggaran hukum, maka kepercayaan publik terhadap pemerintahan akan menurun tajam.
Ini bukan hanya soal utang, tetapi tentang kredibilitas negara. Pemerintah harus membuktikan bahwa Indonesia bukan negara yang bisa ditekan karena utang, tegasnya.

Menurut dia, publik menanti langkah konkret dari Presiden Prabowo apakah akan menindaklanjuti hasil audit dan membuka semua data pembiayaan proyek secara terbuka.

Kalau memang bersih, maka tidak perlu takut transparan. Tapi kalau ada yang disembunyikan, itu akan merusak citra Indonesia di mata investor dan masyarakat internasional, pungkasnya.

Penutup: Transparansi Adalah Kunci Reputasi Negara

Kasus proyek Kereta Whoosh kini bukan lagi sekadar urusan ekonomi, melainkan juga ujian moralitas dan integritas pemerintahan.
Langkah pemerintah dalam menyeimbangkan antara kewajiban pembayaran utang dan penegakan hukum akan menjadi tolok ukur sejauh mana Indonesia menjunjung asas good governance dan akuntabilitas publik.

Baik Noorsy maupun Mahfud MD sama-sama menegaskan: jika Indonesia ingin dihormati sebagai negara berdaulat dan kredibel, maka utang harus dibayar, tapi kebenaran dan keadilan tidak boleh dikorbankan.

Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur BI Perry Warjiyo Jadi Sorotan, Ini Kebijakan Terbaru Bank Indonesia
Kaesang Pangarep Jadi Sorotan, Ini Perjalanan Politik dan Kabar Terbarunya
Kudeta Iran Jadi Sorotan, Ini Fakta Terbaru Krisis Politik dan Situasi Pemerintahan
Hotman Paris Mundur dari Tim Hukum Febrie, Sebut Perkaranya “The Dream Case”
Eksepsi dr Tifa Dikabulkan, Dakwaan Batal demi Hukum dan Sidang Dihentikan
Kementerian Agraria Percepat Sertifikasi Tanah Gratis, 1,1 Juta Rumah MBR Jadi Prioritas
Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala BGN, Ini Alasan Prabowo dan Profil Lengkapnya
Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:27 WIB

Gubernur BI Perry Warjiyo Jadi Sorotan, Ini Kebijakan Terbaru Bank Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:53 WIB

Kaesang Pangarep Jadi Sorotan, Ini Perjalanan Politik dan Kabar Terbarunya

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:41 WIB

Kudeta Iran Jadi Sorotan, Ini Fakta Terbaru Krisis Politik dan Situasi Pemerintahan

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:15 WIB

Hotman Paris Mundur dari Tim Hukum Febrie, Sebut Perkaranya “The Dream Case”

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:01 WIB

Eksepsi dr Tifa Dikabulkan, Dakwaan Batal demi Hukum dan Sidang Dihentikan

Berita Terbaru