Viral! Petugas KAI di Sulawesi Selatan Larang Anak Dibawah 3 Tahun Ikut Naik Kereta, Keluarga Dipaksa Cari Transportasi Sendiri

- Penulis

Rabu, 25 Juni 2025 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas KAI di Sulawesi Selatan dikecam karena melarang balita ikut naik, ibu penumpang merasa dipermalukan di stasiun. (Foto: Instagram)

Petugas KAI di Sulawesi Selatan dikecam karena melarang balita ikut naik, ibu penumpang merasa dipermalukan di stasiun. (Foto: Instagram)

Perlakuan petugas KAI (Kereta Api Indonesia) di Stasiun Mandai, Sulawesi Selatan, menyulut emosi penumpang dan menuai kecaman.

Seorang ibu merasa dihina karena anaknya yang masih balita tidak diperbolehkan ikut naik kereta api.

Kejadian itu terjadi pada Minggu, 20 Juni 2025, dan viral karena menyentuh nurani banyak orang.

Sikap yang ditunjukkan oleh petugas KAI dianggap tidak manusiawi oleh keluarga penumpang, yang merasa dipaksa meninggalkan anak di stasiun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak keluarga bahkan siap membayar lebih, namun tetap ditolak tanpa solusi.

Ketegangan Bermula dari Tiket Anak Balita yang Ditolak Petugas KAI

Petugas KAI di Sulawesi Selatan dikecam karena melarang balita ikut naik, ibu penumpang merasa dipermalukan di stasiun. (Foto: Instagram)
Viral! Petugas KAI di Sulawesi Selatan Larang Anak Dibawah 3 Tahun Ikut Naik Kereta, Keluarga Dipaksa Cari Transportasi Sendiri

Insiden ini bermula ketika Sri Ushwa Ningrum bersama keluarganya memesan tiket dari Stasiun Pangkajene untuk rute Barru-Maros. Total ada 30 lembar tiket yang dibeli untuk perjalanan pulang-pergi.

Namun sesampainya di Stasiun Mandai, rombongan Sri dicegat oleh petugas kereta api Indonesia karena satu hal: balita mereka tidak memiliki tiket resmi.

Padahal, secara umum, kebijakan KAI sering kali memberikan kelonggaran untuk anak usia di bawah 3 tahun selama dipangku oleh orang tua.

Tapi dalam kasus ini, petugas justru menolak dengan tegas dan menyarankan agar balita ditinggal di stasiun.

Ucapan kasar dari petugas KAI tersebut menjadi pemicu kemarahan keluarga.

Salah satu kalimat yang diingat jelas oleh Sri adalah, tidak bisa berangkat ini anak, simpan saja ini anak di sini.

Bagi Sri dan keluarganya, pernyataan itu sangat menyakitkan dan mengabaikan sisi kemanusiaan.

Petugas KAIKS seharusnya memberi solusi, bukan justru memperkeruh suasana dan membuat penumpang merasa dipermalukan di depan umum.

Respons Keluarga dan Upaya Mengatasi Perlakuan Petugas Kereta Api Indonesia

Sri menjelaskan bahwa keluarganya tidak hanya protes secara emosional, tetapi juga berupaya mencari jalan keluar secara damai.

Mereka memohon agar anak mereka diperbolehkan naik dan siap membeli tiket tambahan meskipun dengan harga di atas normal. Namun, petugas KAI tetap menolak tanpa kompromi.

Sikap arogan dan kurang empati dari petugas membuat suasana semakin panas. Bahkan Sri menegaskan bahwa cara bicara petugas KAI seolah-olah merasa paling benar dan berkuasa atas semua keputusan.

Keluarga akhirnya emosi, dan percekcokan tidak bisa dihindari. Untungnya, petugas keamanan stasiun turun tangan dan meredakan suasana.

Setelah adu argumen, akhirnya pihak sekuriti mengizinkan keluarga naik ke kereta menuju Stasiun Pangkep.

Sayangnya, kereta yang tersedia sudah penuh dan tidak memungkinkan perjalanan dengan nyaman.

Akibatnya, keluarga besar itu memutuskan pulang ke Pangkajene menggunakan mobil sewaan Maxim dengan jumlah sepuluh orang.

Perjalanan pulang itu dilakukan dalam kondisi kecewa dan kesal terhadap petugas kereta api Indonesia yang dianggap tidak memperhatikan kondisi anak-anak.

Ini Respons Tegas BPKASS

Menanggapi hebohnya kasus petugas KAI larang balita naik kereta, Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan (BPKASS) segera melakukan klarifikasi dan penyelidikan.

Kepala BPKASS, Deby Hospital, menyebut bahwa petugas yang terekam dalam video merupakan karyawan dari PT Angkasa Pura Support (APS), bukan langsung dari PT KAI.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ancaman Karhutla 2026 Meningkat, Ini Langkah Besar yang Disiapkan Polri
Mengenal Dampak El Nino terhadap Cuaca, Pertanian, dan Kehidupan Sehari-hari
Muncul di Gunung Dempo Bawa Senjata, Pria Ini Diamankan Polisi Usai Bikin Warga Resah
Jadwal Full Moon 2026 Lengkap, Catat Tanggal Buck Moon hingga Cold Moon
Terbaru! Contoh Proposal Kegiatan Lomba 17 Agustus Lengkap dengan Susunannya
Kasus Pencuri Ayam di Bali Viral, Simak Kronologi hingga Perkembangan Terbarunya
Korwil BGN Kayong Utara Dimutasi ke Papua Usai Momen Main HP Saat Arahan Kepala BGN Viral
Heboh! Kasat Resnarkoba Tangsel Ditangkap dalam Dugaan Kasus Narkotika, Ini Faktanya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:59 WIB

Ancaman Karhutla 2026 Meningkat, Ini Langkah Besar yang Disiapkan Polri

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:46 WIB

Mengenal Dampak El Nino terhadap Cuaca, Pertanian, dan Kehidupan Sehari-hari

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:47 WIB

Muncul di Gunung Dempo Bawa Senjata, Pria Ini Diamankan Polisi Usai Bikin Warga Resah

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:47 WIB

Jadwal Full Moon 2026 Lengkap, Catat Tanggal Buck Moon hingga Cold Moon

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:34 WIB

Terbaru! Contoh Proposal Kegiatan Lomba 17 Agustus Lengkap dengan Susunannya

Berita Terbaru

Rayap Datang Diam-Diam, Kenali 8 Tanda Sebelum Rumah Rusak

Bisnis

Rayap Datang Diam-Diam, Kenali 8 Tanda Sebelum Rumah Rusak

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:40 WIB