Dampak El Nino menjadi perhatian banyak orang karena fenomena iklim ini dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan.
El Nino terjadi ketika suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih hangat dari kondisi normal.
Perubahan tersebut memengaruhi pola angin dan curah hujan di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, El Nino umumnya menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang dan curah hujan berkurang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini dapat berdampak pada sektor pertanian, ketersediaan air, hingga kesehatan masyarakat.
Dampak El Nino yang Perlu Diketahui

Berikut beberapa dampak El Nino yang paling sering dirasakan.
1. Kekeringan Berkepanjangan
Salah satu dampak paling umum adalah berkurangnya curah hujan sehingga banyak daerah mengalami kekeringan. Kondisi ini menyebabkan debit sungai, waduk, dan sumber air bersih menurun.
2. Krisis Air Bersih
Akibat musim kemarau yang lebih panjang, masyarakat di sejumlah wilayah dapat mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, seperti minum, memasak, dan mandi.
3. Produksi Pertanian Menurun
Curah hujan yang rendah membuat tanaman kekurangan air. Akibatnya, hasil panen padi, jagung, maupun tanaman hortikultura dapat menurun bahkan mengalami gagal panen.
4. Meningkatnya Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan
Lahan yang kering lebih mudah terbakar, terutama di kawasan hutan dan lahan gambut. Kebakaran hutan juga dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat.
5. Suhu Udara Lebih Panas
Selama El Nino, suhu udara di beberapa wilayah cenderung meningkat. Cuaca terasa lebih panas pada siang hari dan dapat memicu ketidaknyamanan saat beraktivitas.
6. Gangguan Kesehatan
Halaman : 1 2 Selanjutnya






