Jumlah Korban 20 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Kepolisian mengonfirmasi bahwa kecelakaan yang melibatkan mobil MBG itu menyebabkan 20 orang menjadi korban. Terdiri dari 19 siswa dan 1 guru, semuanya mengalami luka-luka mulai dari memar hingga tidak sadarkan diri.
Tidak ada laporan korban meninggal, tetapi tiga siswa disebut mengalami luka cukup serius. Guru yang terlibat dalam upaya penyelamatan juga mengalami cedera ringan.
Salah satu siswa yang dirawat intensif akhirnya diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Meski demikian, trauma psikologis menjadi perhatian utama karena kejadian itu terjadi tepat di depan mata ratusan anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana Sekolah Langsung Dihentikan, Murid Diminta Pulang
Pasca kecelakaan, pihak sekolah memutuskan menghentikan kegiatan belajar mengajar. Para siswa dipulangkan untuk mencegah kepanikan lebih lanjut dan memberi ruang bagi pihak kepolisian dan guru mengamankan lokasi.
Lapangan yang sebelumnya penuh dengan tenda kegiatan literasi berubah menjadi area penyelidikan. Mobil yang masih terparkir dengan bagian depan ringsek menjadi bukti betapa keras benturan terhadap pagar dan siswa.
Orang tua murid pun berdatangan setelah mengetahui mobil MBG terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Rekaman CCTV Jadi Bukti Penting dalam Penyelidikan
Rekaman CCTV yang viral menampilkan mobil MBG dengan jelas: mulai dari momen mobil berbelok, menabrak pagar, lalu masuk ke lapangan. Visual tersebut menjadi bukti kuat untuk proses penyidikan.
Polisi akan memeriksa kondisi mobil, rekaman lebih lengkap, serta kemungkinan kesalahan prosedur. Video yang tersebar juga menunjukkan pengemudi keluar dari mobil dengan wajah pucat, memperkuat dugaan adanya kehilangan kendali mendadak.
Publik kini menunggu hasil penyelidikan resmi karena penyebab kecelakaan masih belum terungkap secara jelas.
Tragedi yang melibatkan mobil MBG di SDN 01 Kalibaru ini menyisakan luka mendalam bagi siswa, guru, dan keluarga yang terlibat.
Meskipun tidak ada korban jiwa, dampaknya terasa kuat karena terjadi di lingkungan yang seharusnya aman bagi anak-anak.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau Whatsapp Channels
Halaman : 1 2







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.