Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto membuka pintu untuk Bobby Nasution jika mau bergabung sebagai kader Golkar

- Penulis

Minggu, 10 Maret 2024 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto membuka pintu untuk Bobby Nasution jika mau bergabung sebagai kader Golkar

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto membuka pintu untuk Bobby Nasution jika mau bergabung sebagai kader Golkar

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto membuka pintu untuk Bobby Nasution jika mau bergabung sebagai kader Golkar
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto membuka pintu untuk Bobby Nasution jika mau bergabung sebagai kader Golkar

Kontroversi muncul ketika Bobby Nasution, yang sebelumnya merupakan kader PDIP, menyatakan dukungan terhadap pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024. Meskipun PDIP telah mengusung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Bobby memilih mendukung pasangan Prabowo-Gibran. Sikap politik ini memicu reaksi tegas dari PDIP, dengan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, meminta Bobby untuk mundur dari partai dan mengembalikan kartu tanda anggota (KTA). Hasto memberikan tenggat waktu tujuh hari untuk Bobby mengambil keputusan.

Meskipun mendapat tekanan dari PDIP, Bobby Nasution menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi kader PDIP sambil mendukung pasangan Prabowo-Gibran. Sikapnya yang teguh ini menimbulkan pertanyaan mengenai dinamika di dalam partai dan interaksi antara loyalitas personal dan pandangan politik.

Pernyataan Hasto Kristiyanto, yang menyoroti tata krama dan etika dalam politik, menambah dimensi etis dalam perdebatan ini. Hasto menekankan bahwa PDIP telah memberikan perlakuan khusus kepada Bobby, termasuk memberikan “karpet merah” saat Bobby menjabat sebagai Wali Kota Medan. Namun, di tengah kontroversi ini, Bobby diberi waktu untuk mengambil keputusan oleh PDIP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Reaksi PDIP yang menekankan etika dan tanggung jawab dalam politik mencerminkan semangat tegas dan komitmen pada norma-norma partai. Dalam konteks ini, pembahasan mengenai peran etika dan tanggung jawab dalam politik menjadi semakin relevan, menciptakan narasi yang kompleks di seputar keputusan politik dan kesetiaan partai.

Bobby Nasution, menantu Presiden Joko Widodo, memiliki catatan sejarah yang menarik selama Pilkada Wali Kota Medan pada tahun 2020. Dengan dukungan dari PDIP, Bobby berhasil terpilih sebagai Wali Kota Medan. Namun, sejarahnya menjadi kontroversial saat Pilpres 2024 mendekat. Meskipun merupakan kader PDIP, Bobby secara terbuka menyatakan dukungannya kepada pasangan Prabowo-Gibran.

Keputusan Bobby untuk mendukung pasangan yang tidak diusung oleh PDIP menimbulkan reaksi tegas dari partai. Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menginstruksikan Bobby untuk mundur dan mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) sebagai bentuk sikap tegas terhadap kepatuhan pada partai. Meskipun mendapat tekanan untuk mundur, Bobby menegaskan keinginannya untuk tetap menjadi kader PDIP, bahkan sambil mendukung pasangan Prabowo-Gibran.

Sejarah politik Bobby mencerminkan kompleksitas dinamika politik di Indonesia, di mana pertautan antara loyalitas partai dan dukungan pribadi sering kali menghadirkan dilema. Kontroversi ini juga menggarisbawahi tantangan dan ketegangan yang terkait dengan menjaga keseimbangan antara kepatuhan pada partai dan ekspresi pribadi dalam konteks politik yang dinamis. Keputusan Bobby menunjukkan pergeseran dalam dinamika politik lokal dan nasional, serta kompleksitas hubungan antara politik dan loyalitas pribadi.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG
Kendaraan Dinas 2026: Aturan Diperketat, Anggaran Mobil Eselon I Capai Rp931 Juta
Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda
Nasaruddin Umar Dorong Harmoni Lewat Rukun Festival 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Buka Suara soal Kunker AS
ASN Digital BKN 2026 Integrasikan 47 Layanan Kepegawaian
Jampidsus Mengundurkan Diri, Febrie Tinggalkan Jabatan
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring OTT KPK, Dugaan Pemerasan Jadi Sorotan

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:25 WIB

Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:36 WIB

Kendaraan Dinas 2026: Aturan Diperketat, Anggaran Mobil Eselon I Capai Rp931 Juta

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:57 WIB

Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:48 WIB

Nasaruddin Umar Dorong Harmoni Lewat Rukun Festival 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:37 WIB

Menteri PU Dody Hanggodo Buka Suara soal Kunker AS

Berita Terbaru