Aparat keamanan Polres Sikka berhasil mengamankan 31 orang, termasuk 30 calon pekerja ilegal dan seorang perekrut, di Pelabuhan L. Say Maumere, Kabupaten Sikka, NTT beberapa waktu lalu.
Mereka diduga hendak berangkat ke Kalimantan Tengah untuk bekerja tanpa kelengkapan dokumen administratif yang sesuai.
Kasus ini mengungkap pentingnya pemahaman mengenai peraturan ketenagakerjaan dan perlunya dokumen yang sah untuk melindungi hak tenaga kerja.

Polres Sikka Amankan 31 Calon Pekerja Ilegal
Kejadian ini bermula saat aparat mencurigai sekelompok orang yang tampak bersiap untuk menaiki kapal Dharma Rucitra VII.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah pemeriksaan dilakukan, diketahui bahwa ke-30 calon pekerja tersebut tidak bisa menunjukkan dokumen administrasi yang wajib, terutama izin untuk bekerja di luar provinsi.
Diduga mereka direkrut untuk bekerja di sebuah pabrik kertas di Kalimantan Tengah, tetapi proses perekrutan yang dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Perekrut yang bertanggung jawab, Maria Hedwingis Da Silva, seorang ibu rumah tangga berusia 44 tahun dari Waidoko, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, diduga melakukan perekrutan tanpa mematuhi prosedur legal.
Dalam hal ini, ke-30 calon pekerja terdiri dari 5 perempuan dan 25 laki-laki dengan rentang usia antara 18 hingga 51 tahun, mayoritas berasal dari Kabupaten Sikka dan berprofesi sebagai petani.
Mereka terpaksa mencari pekerjaan di luar daerah, mengingat kondisi ekonomi yang sulit di daerah asal mereka.
Kapolres Sikka, AKBP Hardi Dinata H., S.I.K., M.M., mengungkapkan bahwa kasus ini menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.
Menurut aturan, setiap tenaga kerja yang dipekerjakan di luar daerah harus memiliki keterampilan yang terdaftar dan telah mengikuti pelatihan.
Selain itu, mereka juga harus dipekerjakan oleh perusahaan atau kelompok usaha yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.