Resmi Jadi Tersangka! Ketua Kadin Cilegon Tersandung Skandal Pemerasan Investor China Senilai Rp5 Triliun, Begini Modusnya

- Penulis

Sabtu, 17 Mei 2025 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Kadin Cilegon ditetapkan tersangka pemerasan investor China Rp5 triliun, publik Cilegon geger. (Foto: Tangkap layar Instagram @lambe_turah)

Ketua Kadin Cilegon ditetapkan tersangka pemerasan investor China Rp5 triliun, publik Cilegon geger. (Foto: Tangkap layar Instagram @lambe_turah)

Pemerasan investor China oleh Ketua Kadin Kota Cilegon Muhammad Salim menjadi kasus hukum yang mencuri perhatian nasional.

Penetapan Salim sebagai tersangka langsung disertai penahanan, bersama dua orang lainnya dari kalangan industri lokal.

Kasus ini menggemparkan publik karena menyangkut proyek besar milik PT Chandra Asri Alkali (CAA) yang bekerja sama dengan PT China Chengda Engineering Co.

Ketua Kadin Cilegon Diduga Paksa Proyek Tanpa Lelang dari Investor Asing

Ketua Kadin Cilegon ditetapkan tersangka pemerasan investor China Rp5 triliun, publik Cilegon geger. (Foto: Tangkap layar Instagram @lambe_turah)
Resmi Jadi Tersangka! Ketua Kadin Cilegon Tersandung Skandal Pemerasan Investor China Senilai Rp5 Triliun, Begini Modusnya

Ketua Kadin Kota Cilegon Muhammad Salim dituding terlibat langsung dalam aksi pemaksaan agar PT Chengda Engineering Co menyerahkan proyek senilai Rp5 triliun tanpa melalui mekanisme lelang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi ini diduga kuat dilakukan bersama Wakil Ketua Kadin Bidang Industri, Ismatullah, dan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Cilegon, Rufaji Jahuri.

Ketiganya berusaha menekan perusahaan China agar memberikan proyek tersebut secara langsung dengan dalih kepentingan lokal dan pengamanan proyek.

Namun, dari hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik, tindakan ini justru masuk dalam kategori tindak pidana pemerasan dan pengancaman terhadap investor.

Polda Banten menyatakan bahwa peran ketua Kadin sangat sentral, karena ia menjadi inisiator yang membuka komunikasi bernuansa tekanan kepada pihak asing.

Bukti digital dan keterangan para saksi memperkuat dugaan bahwa permintaan jatah proyek itu disampaikan secara sistematis dan berulang kali.

Dalam kasus ini, ketua Kadin bersama dua rekannya bahkan disebut mengklaim akan menciptakan “gangguan” jika permintaan tersebut ditolak.

Hal inilah yang menyebabkan aparat akhirnya memutuskan melakukan penahanan terhadap seluruh tersangka untuk kepentingan penyidikan.

Skema Pemerasan yang Mengguncang Dunia Investasi Lokal

Dampak dari keterlibatan ketua Kadin Cilegon dalam skandal pemerasan ini tidak hanya mencoreng nama organisasi, tetapi juga berpotensi mengguncang iklim investasi di Banten.

Beberapa kalangan pengusaha mengaku khawatir jika kejadian ini membuat investor asing enggan menanamkan modal di wilayah tersebut.

Ketua Kadin semestinya menjadi simbol dorongan dunia usaha dan kemitraan strategis, namun dalam kasus ini, perannya justru sebaliknya.

Modus pemerasan yang digunakan dalam kasus ini dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan posisi strategis untuk keuntungan pribadi dan kelompok.

Sebagai lembaga yang seharusnya memfasilitasi iklim usaha, tindakan ketua Kadin malah dianggap menciptakan iklim bisnis yang penuh tekanan dan ketidakpastian.

Penahanan Ketua Kadin Dinilai Langkah Tegas dalam Menjaga Transparansi Investasi

Penahanan terhadap ketua Kadin Cilegon dan dua tokoh lainnya dinilai sebagai langkah penting untuk memberi sinyal bahwa pemerasan tidak boleh diberi ruang.

Polda Banten menyebutkan bahwa keputusan penahanan diambil setelah hasil gelar perkara dan pengumpulan bukti yang menguatkan peran masing-masing tersangka.

Publik menilai tindakan cepat aparat sebagai bentuk penegakan hukum yang adil dan tidak tebang pilih terhadap pelaku yang memiliki jabatan strategis.

Bahkan Menteri Investasi menyampaikan keprihatinan terhadap kasus ini dan meminta agar dunia usaha kembali dikelola dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Ketua Kadin seharusnya menjadi pelindung bagi pelaku usaha, bukan justru menjadi aktor utama yang merusak kepercayaan investor.

Kasus yang melibatkan ketua Kadin Muhammad Salim ini kini menjadi perhatian publik secara nasional.

Banyak pihak mendesak Kadin Indonesia untuk segera mengambil langkah evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan mekanisme pengawasan internal.

Beberapa pengamat menilai bahwa sistem rekrutmen di Kadin daerah perlu diperbaiki agar tidak disusupi kepentingan politik maupun pribadi.

Ketua Kadin pusat diminta memberikan pernyataan resmi agar tidak terjadi kesan pembiaran dalam kasus besar yang mencoreng citra lembaga.

Kasus ini juga menjadi pelajaran penting agar jabatan ketua Kadin tidak lagi digunakan sebagai alat tawar-menawar politik atau tekanan terhadap pelaku usaha.

Sebagai lembaga strategis, Kadin harus mampu memposisikan diri sebagai jembatan kemitraan, bukan pemangku kepentingan yang menekan investor demi keuntungan sesaat.

Masyarakat berharap agar kasus ini diusut tuntas dan menjadi momentum perbaikan tata kelola organisasi dunia usaha di tingkat daerah maupun pusat.

Penetapan ketua Kadin sebagai tersangka dalam kasus pemerasan ini menjadi refleksi menyakitkan bagi dunia usaha Indonesia.

Kasus ini memperlihatkan bahwa jabatan dan kekuasaan jika tidak diawasi dengan benar bisa menjadi senjata yang melukai kepercayaan publik dan investor.

Sudah saatnya struktur organisasi seperti Kadin dibersihkan dari oknum yang menyalahgunakan jabatan, agar fungsinya kembali pada tujuan awal: membangun dan menjaga ekosistem bisnis yang sehat, adil, dan berdaya saing.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istilah Dasarian Viral di Media Sosial, Ternyata Ini Artinya Menurut BMKG
Viral Rekening Aktivis Pati Diblokir, Bagaimana Nasib Saham Bank Mandiri BMRI?
Aduh! Retribusi Leang-Leang Rp1,36 Miliar, Misteri dalam Catatan BPK
Viral Sungai Barito Berubah Seperti Gurun, Ternyata Ini Faktor Penyebabnya
KKB Sandera 9 Perempuan di Papua, Operasi Besar Dilakukan untuk Bebaskan Korban
Kolom Komentar Bank Mandiri Ramai Diserbu Nasabah, Keluhan Layanan Jadi Sorotan
Respons Hyundai soal Permasalahan Hyundai Ioniq 5 AA Juju yang Viral
Relawan Gempa NTT Ahmad Zaki Ali Wafat Saat Salurkan Bantuan, Gubernur Sampaikan Duka

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Istilah Dasarian Viral di Media Sosial, Ternyata Ini Artinya Menurut BMKG

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Viral Rekening Aktivis Pati Diblokir, Bagaimana Nasib Saham Bank Mandiri BMRI?

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Aduh! Retribusi Leang-Leang Rp1,36 Miliar, Misteri dalam Catatan BPK

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Viral Sungai Barito Berubah Seperti Gurun, Ternyata Ini Faktor Penyebabnya

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:41 WIB

KKB Sandera 9 Perempuan di Papua, Operasi Besar Dilakukan untuk Bebaskan Korban

Berita Terbaru