Masalah Lampu Hijau Tambang Ormas Agama, Habib Luthfi: Tergantung, Aku tidak ketahui masalah Itu

- Penulis

Rabu, 12 Juni 2024 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masalah Lampu Hijau Tambang Ormas Agama, Habib Luthfi: Tergantung, Aku tidak ketahui masalah Itu

Masalah Lampu Hijau Tambang Ormas Agama, Habib Luthfi: Tergantung, Aku tidak ketahui masalah Itu

Redaksiku.com – Pendakwah Habib Luthfi bin Yahya tidak senang menambahkan penilaian soal inisiatif pemerintah menambahkan izin tambang ormas keagamaan.

Habib Luthfi, yang termasuk bagian Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres, mengatakan belum pernah diajak musyawarah berkenaan kebijakan tersebut.

Habib Luthfi menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 12 Juni 2024. Usai persamuhan itu, dia menjawab pertanyaan soal rencana pemerintah menambahkan konsesi tambang kepada ormas keagamaan.

Terserah, saya nggak mengetahui soal itu, kami nggak pernah diajak musyawarah. Masalah perihal ini saya tidak bisa mengatakan iya atau tidak, kami ikuti saja bagaimana jalannya pemerintah, kata Habib Luthfi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rais Aam Jatman/Mustasyar PBNU itu pun tak peduli soal apakah ormas keagamaan dapat amanah jikalau memiliki izin mengelola tambang.

Nggak mengetahui lah, masa bodo, kata Habib Luthfi.

Adapun berkenaan pertemuannya bersama Jokowi, ulama asal Pekalongan ini mengatakan tak membahas soal tambang dan memastikan diskusi bersama presiden bersifat pribadi.

Pemerintah Jokowi memberi izin ormas mengelola tambang melalui Peraturan Pemerintah 25/2024. Enam wilayah tambang batu bara yang udah pernah berproduksi atau eks Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) udah disiapkan untuk badan bisnis ormas agama.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan keenam WIUPK atau Wilayah izin Usaha Pertambangan Khusus yang bisa dikelola oleh badan bisnis ormas keagamaan merupakan wilayah tambang batu bara yang udah pernah berproduksi atau lahan dari eks Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) generasi pertama.

Keenam WIUPK yang dipersiapkan, yaitu lahan eks PKP2B PT Arutmin Indonesia, PT Kendilo Coal Indonesia, PT Kaltim Prima Coal, PT Adaro Energy Tbk, PT Multi Harapan Utama (MAU), dan PT Kideco Jaya Agung. Arifin mengingatkan, badan bisnis ormas keagamaan diberi batas sepanjang lima th. untuk mengelola wilayah tambang tersebut.

Tak semua ormas keagamaan mengambil peluang bersama mengajukan izin konsesi tambang. Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Huria Kristen Batak Protestan atau HKBP menyampaikan penolakan pada izin tambang yang hendak diberikan pemerintah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menerima pembahasan izin tambang untuk tersebut, saat Muhammadiyah masih membahas beberapa pertimbangan.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan tidak dapat memaksa organisasi kemasyarakatan atau ormas keagamaan untuk menerima izin bisnis tambang yang disiapkan pemerintah. Namun pemerintah dapat konsisten mensosialisasikan aturan yang relatif baru soal izin tambang untuk ormas.

Kalau nggak (mau terima), ya kami nggak boleh memaksa kan, saya percaya bahwa semua ada target baik dan suatu hal yang baik Insyaallah dapat menghasilkan suatu hal yang baik, kata Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta usai dipanggil Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 10 Juni 2024.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demo 27 Agustus Viral, Ini Tuntutan Massa dan Respons Berbagai Pihak
Viral Rekening Aktivis Pati Diblokir, Bagaimana Nasib Saham Bank Mandiri BMRI?
Bus Warga Pati Diserang Lemparan Batu di Perjalanan ke Jakarta, Penumpang Jadi Korban
Eks Kepala PPATK Buka Suara soal Praperadilan Febrie, Ini Alasan Kasus TPPU Bisa Berjalan
Relawan Gempa NTT Ahmad Zaki Ali Wafat Saat Salurkan Bantuan, Gubernur Sampaikan Duka
Raja Juli Antoni Jadi Sorotan, Ini Profil Politisi Muda PSI yang Pernah Jadi Wamen ATR/BPN
Praperadilan dr Tifa Gugur, Kasus Dugaan Ijazah Jokowi Masuk Tahap Berikutnya
Kalimantan Hadapi Musim Kemarau, Ancaman Karhutla hingga Pembangunan IKN Terus Berjalan

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Demo 27 Agustus Viral, Ini Tuntutan Massa dan Respons Berbagai Pihak

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Viral Rekening Aktivis Pati Diblokir, Bagaimana Nasib Saham Bank Mandiri BMRI?

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Bus Warga Pati Diserang Lemparan Batu di Perjalanan ke Jakarta, Penumpang Jadi Korban

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Eks Kepala PPATK Buka Suara soal Praperadilan Febrie, Ini Alasan Kasus TPPU Bisa Berjalan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Relawan Gempa NTT Ahmad Zaki Ali Wafat Saat Salurkan Bantuan, Gubernur Sampaikan Duka

Berita Terbaru