Kementerian juga menerapkan sistem pengukuran terjadwal agar pemohon memperoleh kepastian kapan petugas akan datang melakukan pengukuran lapangan.
Perubahan tersebut diharapkan mengurangi ketidakpastian yang selama ini membuat masyarakat harus berulang kali mendatangi kantor pertanahan untuk menanyakan perkembangan permohonan.
Tujuh Layanan Prioritas ATR/BPN
Kementerian ATR/BPN menetapkan tujuh layanan prioritas yang menangani sebagian besar permohonan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada 2025, tujuh layanan tersebut mencapai sekitar 6,48 juta berkas atau 78 persen dari seluruh volume layanan kementerian.
| Layanan prioritas | Standar waktu yang diumumkan |
|---|---|
| Pengecekan sertifikat | 1 hari kerja |
| Surat Keterangan Pendaftaran Tanah | 1 hari kerja |
| Hak Tanggungan Elektronik | Hari ke-7 |
| Roya | 5 hari kerja |
| Peralihan hak | 5 hari kerja |
| Pendaftaran Surat Keputusan | 10 hari kerja |
| Perubahan HGB atau Hak Pakai menjadi Hak Milik | 5 hari kerja |
Standar waktu berlaku setelah berkas dinyatakan memenuhi ketentuan dan tidak terdapat hambatan hukum maupun teknis.
Apabila dokumen belum lengkap, batas tanah bermasalah, data fisik tidak sesuai, atau terdapat sengketa, proses dapat membutuhkan penanganan tambahan.
Layanan Pertanahan Semakin Digital
Transformasi elektronik telah diterapkan pada pengecekan sertifikat, Surat Keterangan Pendaftaran Tanah, Zona Nilai Tanah, hak tanggungan, dan peralihan hak.
Hingga pertengahan 2026, layanan pengecekan elektronik tercatat mencapai sekitar 17,82 juta permohonan. SKPT elektronik mencapai sekitar 936 ribu layanan, sedangkan Zona Nilai Tanah elektronik mencapai sekitar 1,51 juta layanan.
Pada layanan Hak Tanggungan Elektronik, telah terbit sekitar 5,72 juta dokumen dengan nilai keseluruhan Rp5.792 triliun dan melibatkan 4.540 mitra kreditur hingga Juni 2026.
Kementerian menilai layanan elektronik tersebut tidak hanya mempersingkat proses, tetapi juga membantu memberikan kepastian jaminan bagi perbankan dan masyarakat.
Tantangan Transformasi Layanan Pertanahan
Digitalisasi tidak otomatis menghilangkan seluruh persoalan pertanahan.
Kualitas layanan masih bergantung pada akurasi data, kemampuan petugas, keamanan sistem, ketersediaan peta, kepastian batas bidang, serta koordinasi antara Kantor Pertanahan, pemerintah desa, PPAT, dan pemilik tanah.
Data digital yang tidak sesuai dengan keadaan lapangan juga dapat menimbulkan masalah baru. Karena itu, pemutakhiran data fisik dan data yuridis perlu berjalan bersamaan dengan pengembangan aplikasi.
Kementerian menyatakan peningkatan kualitas data, manajemen risiko, tata kelola, dan kemampuan sumber daya manusia menjadi bagian dari agenda transformasi.
Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan
Kementerian ATR/BPN juga masih menghadapi ribuan kasus pertanahan di berbagai daerah.
Hingga akhir Maret 2026, kementerian mencatat menerima 557 kasus dan menyelesaikan 219 kasus. Kasus yang masuk terdiri atas konflik, sengketa, dan perkara pertanahan.
Sebanyak 54 kasus diselesaikan di tingkat pusat dan 165 kasus di daerah. Pemerintah menargetkan penanganan efektif terhadap 2.151 kasus pertanahan sepanjang 2026.
Penyelesaian konflik tetap menjadi pekerjaan yang kompleks karena dapat melibatkan masyarakat, perusahaan, pemerintah, tanah adat, kawasan hutan, aset negara, dan putusan pengadilan yang berbeda.
Program sertifikasi harus disertai pemeriksaan yang ketat agar tidak menerbitkan hak baru di atas bidang yang masih disengketakan.
Apa Tugas Kementerian Agraria?
Kementerian Agraria dan Tata Ruang mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertanahan dan suburusan tata ruang.
Fungsinya meliputi penyusunan serta pelaksanaan kebijakan tata ruang, survei dan pemetaan, penetapan hak, pendaftaran tanah, penataan agraria, pengadaan tanah, pengendalian pemanfaatan ruang, serta penanganan sengketa pertanahan.
Badan Pertanahan Nasional menjalankan pelayanan pertanahan melalui kantor wilayah di tingkat provinsi dan Kantor Pertanahan di tingkat kabupaten atau kota.
Kementerian ATR/BPN saat ini dipimpin Nusron Wahid sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala BPN.
Cara Memeriksa Informasi Sertifikasi Gratis
Masyarakat perlu berhati-hati terhadap pesan yang mengatasnamakan program sertifikat gratis.
Informasi calon penerima sebaiknya diperiksa melalui Kantor Pertanahan, pemerintah daerah, pemerintah desa atau kelurahan, serta kanal resmi kementerian.
Jangan memberikan kode OTP, PIN, kata sandi, atau data perbankan kepada pihak yang menjanjikan sertifikat selesai dengan cepat.
Program resmi juga tidak membenarkan pembayaran kepada rekening pribadi petugas atau perantara. Masyarakat sebaiknya meminta rincian resmi apabila terdapat komponen biaya yang tidak termasuk dalam pembiayaan program.
Dokumen Tanah Tetap Perlu Dipersiapkan
Walaupun proses sertifikasi masuk dalam program gratis, calon penerima tetap perlu mempersiapkan bukti yang berhubungan dengan penguasaan tanah.
Dokumen yang dibutuhkan dapat berbeda berdasarkan riwayat dan status bidang tanah. Pemeriksaan biasanya berkaitan dengan identitas pemohon, dokumen asal penguasaan tanah, batas bidang, riwayat peralihan, serta persetujuan pihak terkait.
Daftar persyaratan final harus mengikuti pemberitahuan dari Kantor Pertanahan yang menangani lokasi tersebut. Jangan menyerahkan dokumen asli tanpa tanda terima resmi.
Kesimpulan
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN mempercepat sertifikasi tanah gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui Surat Edaran Bersama yang ditandatangani pada 21 Juli 2026.
Program tersebut melibatkan Kementerian ATR/BPN, Kementerian PKP, dan BPS untuk mengintegrasikan data, memverifikasi penerima, serta mempercepat proses pendaftaran tanah.
Sekitar 1,1 juta rumah penerima BSPS periode 2015–2024 menjadi prioritas awal. Pemerintah juga akan memeriksa data 45.000 rumah penerima BSPS 2025 dan 400.000 rumah pada 2026.
Program dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu penerima bantuan pemerintah, penerima pembiayaan FLPP, dan masyarakat yang membangun rumah secara mandiri tetapi memenuhi kriteria MBR.
Pada saat bersamaan, Kementerian ATR/BPN melakukan transformasi layanan melalui digitalisasi, pengukuran terjadwal, prinsip berkas masuk pertama diselesaikan pertama, serta tujuh layanan prioritas dengan standar waktu yang lebih terukur.
Realisasi program sertifikasi gratis tetap bergantung pada verifikasi penerima, status hukum tanah, kelengkapan data, pengukuran, dan kemampuan kantor pertanahan menyelesaikan setiap permohonan.
FAQ Kementerian Agraria
Apa berita terbaru Kementerian Agraria?
Kementerian ATR/BPN mempercepat sertifikasi tanah gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui Surat Edaran Bersama dengan Kementerian PKP dan BPS.
Berapa rumah yang menjadi prioritas?
Sekitar 1,1 juta rumah penerima BSPS periode 2015–2024 menjadi prioritas pertama.
Apakah semua masyarakat bisa memperoleh sertifikat gratis?
Tidak otomatis. Program ditujukan kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang masuk kelompok penerima dan lolos verifikasi.
Siapa saja kelompok penerimanya?
Kelompoknya meliputi penerima bantuan perumahan pemerintah, penerima pembiayaan FLPP, dan MBR yang membangun rumah secara mandiri.
Apakah penerima bedah rumah mendapat sertifikat gratis?
Penerima BSPS atau bedah rumah menjadi salah satu kelompok yang diprioritaskan untuk memperoleh sertifikat tanah gratis.
Bagaimana status pekerja informal?
Pekerja informal dapat diverifikasi menggunakan data sosial ekonomi dan posisi desil kesejahteraan dalam DTSEN.
Kapan pelaksanaan awal program dilakukan?
Pemerintah merencanakan agenda sertifikasi gratis bagi sekitar 5.000 penerima di Sidoarjo pada 10 Agustus 2026.
Siapa Menteri Agraria saat ini?
Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala BPN adalah Nusron Wahid.
Apa saja tujuh layanan prioritas ATR/BPN?
Layanannya meliputi pengecekan sertifikat, SKPT, Hak Tanggungan Elektronik, roya, peralihan hak, pendaftaran SK, serta perubahan HGB atau Hak Pakai menjadi Hak Milik.
Di mana informasi penerima dapat diperiksa?
Informasi dapat diperiksa melalui Kantor Pertanahan, pemerintah daerah, pemerintah desa atau kelurahan, serta kanal resmi Kementerian ATR/BPN.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.