Kementerian Agraria Percepat Sertifikasi Tanah Gratis, 1,1 Juta Rumah MBR Jadi Prioritas

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Agraria Percepat Sertifikasi Tanah Gratis, 1,1 Juta Rumah MBR Jadi Prioritas

Kementerian Agraria Percepat Sertifikasi Tanah Gratis, 1,1 Juta Rumah MBR Jadi Prioritas

Kementerian juga menerapkan sistem pengukuran terjadwal agar pemohon memperoleh kepastian kapan petugas akan datang melakukan pengukuran lapangan.

Perubahan tersebut diharapkan mengurangi ketidakpastian yang selama ini membuat masyarakat harus berulang kali mendatangi kantor pertanahan untuk menanyakan perkembangan permohonan.

Tujuh Layanan Prioritas ATR/BPN

Kementerian ATR/BPN menetapkan tujuh layanan prioritas yang menangani sebagian besar permohonan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada 2025, tujuh layanan tersebut mencapai sekitar 6,48 juta berkas atau 78 persen dari seluruh volume layanan kementerian.

Layanan prioritas Standar waktu yang diumumkan
Pengecekan sertifikat 1 hari kerja
Surat Keterangan Pendaftaran Tanah 1 hari kerja
Hak Tanggungan Elektronik Hari ke-7
Roya 5 hari kerja
Peralihan hak 5 hari kerja
Pendaftaran Surat Keputusan 10 hari kerja
Perubahan HGB atau Hak Pakai menjadi Hak Milik 5 hari kerja

Standar waktu berlaku setelah berkas dinyatakan memenuhi ketentuan dan tidak terdapat hambatan hukum maupun teknis.

Apabila dokumen belum lengkap, batas tanah bermasalah, data fisik tidak sesuai, atau terdapat sengketa, proses dapat membutuhkan penanganan tambahan.

Layanan Pertanahan Semakin Digital

Transformasi elektronik telah diterapkan pada pengecekan sertifikat, Surat Keterangan Pendaftaran Tanah, Zona Nilai Tanah, hak tanggungan, dan peralihan hak.

Hingga pertengahan 2026, layanan pengecekan elektronik tercatat mencapai sekitar 17,82 juta permohonan. SKPT elektronik mencapai sekitar 936 ribu layanan, sedangkan Zona Nilai Tanah elektronik mencapai sekitar 1,51 juta layanan.

Pada layanan Hak Tanggungan Elektronik, telah terbit sekitar 5,72 juta dokumen dengan nilai keseluruhan Rp5.792 triliun dan melibatkan 4.540 mitra kreditur hingga Juni 2026.

Kementerian menilai layanan elektronik tersebut tidak hanya mempersingkat proses, tetapi juga membantu memberikan kepastian jaminan bagi perbankan dan masyarakat.

Tantangan Transformasi Layanan Pertanahan

Digitalisasi tidak otomatis menghilangkan seluruh persoalan pertanahan.

Kualitas layanan masih bergantung pada akurasi data, kemampuan petugas, keamanan sistem, ketersediaan peta, kepastian batas bidang, serta koordinasi antara Kantor Pertanahan, pemerintah desa, PPAT, dan pemilik tanah.

Data digital yang tidak sesuai dengan keadaan lapangan juga dapat menimbulkan masalah baru. Karena itu, pemutakhiran data fisik dan data yuridis perlu berjalan bersamaan dengan pengembangan aplikasi.

Kementerian menyatakan peningkatan kualitas data, manajemen risiko, tata kelola, dan kemampuan sumber daya manusia menjadi bagian dari agenda transformasi.

Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan

Kementerian ATR/BPN juga masih menghadapi ribuan kasus pertanahan di berbagai daerah.

Hingga akhir Maret 2026, kementerian mencatat menerima 557 kasus dan menyelesaikan 219 kasus. Kasus yang masuk terdiri atas konflik, sengketa, dan perkara pertanahan.

Sebanyak 54 kasus diselesaikan di tingkat pusat dan 165 kasus di daerah. Pemerintah menargetkan penanganan efektif terhadap 2.151 kasus pertanahan sepanjang 2026.

Penyelesaian konflik tetap menjadi pekerjaan yang kompleks karena dapat melibatkan masyarakat, perusahaan, pemerintah, tanah adat, kawasan hutan, aset negara, dan putusan pengadilan yang berbeda.

Program sertifikasi harus disertai pemeriksaan yang ketat agar tidak menerbitkan hak baru di atas bidang yang masih disengketakan.

Apa Tugas Kementerian Agraria?

Kementerian Agraria dan Tata Ruang mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertanahan dan suburusan tata ruang.

Fungsinya meliputi penyusunan serta pelaksanaan kebijakan tata ruang, survei dan pemetaan, penetapan hak, pendaftaran tanah, penataan agraria, pengadaan tanah, pengendalian pemanfaatan ruang, serta penanganan sengketa pertanahan.

Badan Pertanahan Nasional menjalankan pelayanan pertanahan melalui kantor wilayah di tingkat provinsi dan Kantor Pertanahan di tingkat kabupaten atau kota.

Kementerian ATR/BPN saat ini dipimpin Nusron Wahid sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala BPN.

Cara Memeriksa Informasi Sertifikasi Gratis

Masyarakat perlu berhati-hati terhadap pesan yang mengatasnamakan program sertifikat gratis.

Informasi calon penerima sebaiknya diperiksa melalui Kantor Pertanahan, pemerintah daerah, pemerintah desa atau kelurahan, serta kanal resmi kementerian.

Jangan memberikan kode OTP, PIN, kata sandi, atau data perbankan kepada pihak yang menjanjikan sertifikat selesai dengan cepat.

Program resmi juga tidak membenarkan pembayaran kepada rekening pribadi petugas atau perantara. Masyarakat sebaiknya meminta rincian resmi apabila terdapat komponen biaya yang tidak termasuk dalam pembiayaan program.

Dokumen Tanah Tetap Perlu Dipersiapkan

Walaupun proses sertifikasi masuk dalam program gratis, calon penerima tetap perlu mempersiapkan bukti yang berhubungan dengan penguasaan tanah.

Dokumen yang dibutuhkan dapat berbeda berdasarkan riwayat dan status bidang tanah. Pemeriksaan biasanya berkaitan dengan identitas pemohon, dokumen asal penguasaan tanah, batas bidang, riwayat peralihan, serta persetujuan pihak terkait.

Daftar persyaratan final harus mengikuti pemberitahuan dari Kantor Pertanahan yang menangani lokasi tersebut. Jangan menyerahkan dokumen asli tanpa tanda terima resmi.

Kesimpulan

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN mempercepat sertifikasi tanah gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui Surat Edaran Bersama yang ditandatangani pada 21 Juli 2026.

Program tersebut melibatkan Kementerian ATR/BPN, Kementerian PKP, dan BPS untuk mengintegrasikan data, memverifikasi penerima, serta mempercepat proses pendaftaran tanah.

Sekitar 1,1 juta rumah penerima BSPS periode 2015–2024 menjadi prioritas awal. Pemerintah juga akan memeriksa data 45.000 rumah penerima BSPS 2025 dan 400.000 rumah pada 2026.

Program dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu penerima bantuan pemerintah, penerima pembiayaan FLPP, dan masyarakat yang membangun rumah secara mandiri tetapi memenuhi kriteria MBR.

Pada saat bersamaan, Kementerian ATR/BPN melakukan transformasi layanan melalui digitalisasi, pengukuran terjadwal, prinsip berkas masuk pertama diselesaikan pertama, serta tujuh layanan prioritas dengan standar waktu yang lebih terukur.

Realisasi program sertifikasi gratis tetap bergantung pada verifikasi penerima, status hukum tanah, kelengkapan data, pengukuran, dan kemampuan kantor pertanahan menyelesaikan setiap permohonan.

FAQ Kementerian Agraria

Apa berita terbaru Kementerian Agraria?

Kementerian ATR/BPN mempercepat sertifikasi tanah gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui Surat Edaran Bersama dengan Kementerian PKP dan BPS.

Berapa rumah yang menjadi prioritas?

Sekitar 1,1 juta rumah penerima BSPS periode 2015–2024 menjadi prioritas pertama.

Apakah semua masyarakat bisa memperoleh sertifikat gratis?

Tidak otomatis. Program ditujukan kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang masuk kelompok penerima dan lolos verifikasi.

Siapa saja kelompok penerimanya?

Kelompoknya meliputi penerima bantuan perumahan pemerintah, penerima pembiayaan FLPP, dan MBR yang membangun rumah secara mandiri.

Apakah penerima bedah rumah mendapat sertifikat gratis?

Penerima BSPS atau bedah rumah menjadi salah satu kelompok yang diprioritaskan untuk memperoleh sertifikat tanah gratis.

Bagaimana status pekerja informal?

Pekerja informal dapat diverifikasi menggunakan data sosial ekonomi dan posisi desil kesejahteraan dalam DTSEN.

Kapan pelaksanaan awal program dilakukan?

Pemerintah merencanakan agenda sertifikasi gratis bagi sekitar 5.000 penerima di Sidoarjo pada 10 Agustus 2026.

Siapa Menteri Agraria saat ini?

Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala BPN adalah Nusron Wahid.

Apa saja tujuh layanan prioritas ATR/BPN?

Layanannya meliputi pengecekan sertifikat, SKPT, Hak Tanggungan Elektronik, roya, peralihan hak, pendaftaran SK, serta perubahan HGB atau Hak Pakai menjadi Hak Milik.

Di mana informasi penerima dapat diperiksa?

Informasi dapat diperiksa melalui Kantor Pertanahan, pemerintah daerah, pemerintah desa atau kelurahan, serta kanal resmi Kementerian ATR/BPN.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala BGN, Ini Alasan Prabowo dan Profil Lengkapnya
Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG
Kendaraan Dinas 2026: Aturan Diperketat, Anggaran Mobil Eselon I Capai Rp931 Juta
Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda
Nasaruddin Umar Dorong Harmoni Lewat Rukun Festival 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Buka Suara soal Kunker AS
ASN Digital BKN 2026 Integrasikan 47 Layanan Kepegawaian
Jampidsus Mengundurkan Diri, Febrie Tinggalkan Jabatan
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:56 WIB

Kementerian Agraria Percepat Sertifikasi Tanah Gratis, 1,1 Juta Rumah MBR Jadi Prioritas

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:29 WIB

Sudaryono Ditunjuk Jadi Kepala BGN, Ini Alasan Prabowo dan Profil Lengkapnya

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:25 WIB

Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:36 WIB

Kendaraan Dinas 2026: Aturan Diperketat, Anggaran Mobil Eselon I Capai Rp931 Juta

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:57 WIB

Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda

Berita Terbaru