Novel : Bertahan di Atas Luka Part 15

- Penulis

Selasa, 8 Oktober 2024 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novel : Bertahan di Atas Luka Part 15

Amira Dzakiya

Marisa mendengarkan ceritaku dengan saksama. Paras cantik Timur Tengahnya terlihat serius. Beberapa kali ia membetulkan jilbab panjang segiempat yang membingkai wajahnya.

Terus lo akhirnya setuju untuk resign, kan? tanyanya. Gue ingat masa-masa itu, tapi nggak tahu penyebab lo resign.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aku mengangguk.

Iya, gue akhirnya setuju setelah berbulan-bulan kami selalu berdebat dan bertengkar masalah itu. Makin aja gue nggak bisa hamil, kan? Tertekan sama sikap suami sendiri. Udahlah dituduh mandul, masih juga dipaksa keluar kerja. Sekuat tenaga aku berusaha menahan air mata.

Sorry to hear that, Mir! Gue nggak nyangka beban lo berat banget, ya? Marisa menatapku prihatin.

It™s ok, Sa. Gue udah biasa, sahutku mencoba menyunggingkan senyum manis.

Aku terdiam sejenak sebelum melanjutkan ceritaku.

Hari-hari selanjutnya, Mas Bayu selalu mengingatkan kapan aku akan berhenti bekerja. Kepalaku seperti mau pecah karena banyaknya beban pikiran. Di kantor aku harus konsentrasi untuk menyiapkan acara promosi dan di rumah ada Mas Bayu dengan tuntutannya.

Jadi gimana, kapan kamu mau resign? lelaki terkasih itu kembali menerorku dengan pertanyaan yang sama selama seminggu ini.

Kami sedang bersiap untuk tidur. Sudah seminggu sejak pertengkaran kami Minggu siang itu, Mas Bayu bersikap tidak acuh padaku.  Ia bahkan sudah hampir sebulan ini tidak menyentuhku.  Namun, aku tidak terlalu terganggu. Kesibukan di kantor akhir-akhir ini memang menguras tenaga dan menyita pikiranku. Meskipun ada rasa menyesakkan dada karena rindu sentuhannya, aku mencoba untuk bertahan. Mas Bayu bahkan tidak pernah memelukku lagi.

Sebentar, Mas. Aku kan penanggung jawab untuk acara peluncuran mobil baru nanti.  Masa lagi sibuk nyiapin, tiba-tiba aku mengundurkan diri? jawabku mencoba bersabar.

Kamu ajuin suratnya, kan butuh waktu tiga bulan untuk keluar.

Aku menarik napas dan mengembuskannya perlahan.  Kutatap wajah di cermin, seorang perempuan yang masih terlihat cantik meski tidak menggunakan riasan. Alis tebal dan lesung di pipi menambah daya tarikku.  Perlahan aku mengoleskan kapas yang mengandung penyegar ke seluruh wajah dan leher. Dari cermin aku melirik Mas Bayu yang asyik dengan ponselnya.

Mir? Dengar, nggak? Ia mengalihkan mata dari ponsel ke wajahku.

Aku membalikkan tubuh dan menatapnya dalam diam.

Aku salat istikharah dulu, deh. Apa pun itu kan harus minta petunjuk Allah, Mas. Nanti kalau udah mantap, aku akan keluar. Kamu nggak usah khawatir. Aku beranjak dan berbaring di sampingnya.

Nah, gitu, dong! Senyumnya mengembang.

Kalau nanti aku nggak kerja, aku ngapain, ya, di rumah? Mataku menerawang.

Ya kamu bisa ikut kegiatan pengajian atau belajar masak sama Ibu. Kalau udah pinter kan bisa buka pesanan, ya, nggak?

Lho, ya sama aja sama kerja kantor, Mas! Capek juga.

Beda, Mir! Kalau masak, kan di rumah.  Kamu senang, nggak ada tekanan.

Siapa bilang? Kalau terima pesanan, terus hasilnya nggak sesuai keinginan pemesan, aku bakal kena omelan. Lebih parah, malah, bantahku.

Iya, tapi kan pikiran kamu nggak tegang. Dicoba dulu.

Aku masih ingin menjawab, tetapi kuurungkan. Aku tahu Mas Bayu, dia paling tidak suka dibantah.  Daripada nanti ribut lagi, lebih baik aku diam. Diam dan menyimpan semua rasa tidak puasku di dasar hati yang paling dalam.

Setelah melakukan salat istikharah, aku berniat menemui Ibu karena biar bagaimana pun, aku adalah tulang punggung keluarga setelah Bapak tiada. Aku harus bicara pada Ibu agar ia tidak kaget kalau mendengar aku akan keluar dari kerja.  Selama ini semua keperluan Ibu dan si kembar, aku yang memenuhinya.  Kini si kembar sudah kuliah tingkat akhir, semoga secepatnya bisa lulus dan mendapatkan pekerjaan.

Mira mau ngomong penting sama Ibu. Mira ke sana sekarang, ya? Sore itu sepulang kantor aku menelepon Ibu.

Sudah izin sama Nak Bayu? tanya Ibu lembut.

Itulah Ibu, selalu mengutamakan menantunya. Ibu tahu bahwa seorang istri harus patuh pada suami karena rida Allah terletak pada rida suami.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cara Ikut Upacara Kemerdekaan di Istana 17 Agustus 2026, Syarat dan Link Pendaftaran
Sanghyeon ALPHA DRIVE ONE Jalani Operasi Pita Suara, WAKEONE Ungkap Kondisi Terbarunya
Sinopsis Reborn Rookie, Drama Korea Fantasi dengan Plot Tak Terduga yang Bikin Penasaran
Festival Teman Tulus 2026, Jadwal, Line Up, Tiket, dan Fakta Konser Musik
Miss Supranational 2026 Jadi Sorotan, Ini Jadwal, Peserta, dan Fakta Kontes Kecantikan Dunia
Larissa Chou Terbaru, Profil, Perjalanan Hidup, dan Aktivitas Terkini
Seindah Masa Remaja Jadi Sorotan, Sinopsis, Pemain, dan Fakta Terbaru Series Romantis Indonesia
Kanye West Jakarta Jadi Sorotan, Kabar Kedatangan Ye ke Indonesia dan Fakta Terbarunya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Cara Ikut Upacara Kemerdekaan di Istana 17 Agustus 2026, Syarat dan Link Pendaftaran

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Sanghyeon ALPHA DRIVE ONE Jalani Operasi Pita Suara, WAKEONE Ungkap Kondisi Terbarunya

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Sinopsis Reborn Rookie, Drama Korea Fantasi dengan Plot Tak Terduga yang Bikin Penasaran

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Festival Teman Tulus 2026, Jadwal, Line Up, Tiket, dan Fakta Konser Musik

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Miss Supranational 2026 Jadi Sorotan, Ini Jadwal, Peserta, dan Fakta Kontes Kecantikan Dunia

Berita Terbaru

Polres Barru menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) delapan pejabat utama dan kapolsek jajaran. Rotasi ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi untuk memperkuat profesionalisme serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Internasional

Sertijab Polres Barru, Kapolres Dorong Pelayanan kepada Masyarakat

Kamis, 6 Agu 2026 - 21:17 WIB