Aksi Warga di Kecamatan Asahan Keruk Tanah Demi 9 Ton Mangga Ilegal dari Thailand yang Sudah Dimusnahkan Bea Cukai Viral

- Penulis

Selasa, 27 Mei 2025 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bea Cukai Dumai musnahkan puluhan ton mangga ilegal dari Thailand, tapi malah berujung dijarah warga. (Foto: Instagram @bckanwilriau)

Bea Cukai Dumai musnahkan puluhan ton mangga ilegal dari Thailand, tapi malah berujung dijarah warga. (Foto: Instagram @bckanwilriau)

Mangga ilegal dari Thailand tengah ramai diperbincangkan setelah video warga yang menggali kuburan tempat pemusnahan buah tersebut viral di media sosial.

Padahal, mangga-mangga tersebut sebelumnya telah dimusnahkan oleh pihak Bea Cukai dan Karantina Pertanian karena masuk tanpa izin resmi.

Insiden ini memicu reaksi publik karena menyangkut ancaman serius terhadap kesehatan dan lemahnya pengawasan di lokasi pemusnahan.

Bea Cukai Musnahkan Mangga Ilegal dari Thailand untuk Lindungi Pertanian Lokal

Bea Cukai Dumai musnahkan puluhan ton mangga ilegal dari Thailand, tapi malah berujung dijarah warga. (Foto: Instagram @bckanwilriau)
Aksi Warga di Kecamatan Asahan Keruk Tanah Demi 9 Ton Mangga Ilegal dari Thailand yang Sudah Dimusnahkan Bea Cukai Viral

Mangga ilegal dari Thailand menjadi target pemusnahan besar-besaran oleh Bea Cukai Teluk Nibung, bekerja sama dengan Balai Karantina Pertanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Buah-buahan tersebut disita dari kendaraan truk yang tidak memiliki dokumen resmi karantina saat melintasi wilayah Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Jumlah yang dimusnahkan tidak sedikit, mencapai lebih dari 9 ton mangga impor tanpa legalitas, yang seluruhnya dinilai berisiko tinggi membawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

Pemusnahan dilakukan dengan cara mengubur mangga ilegal dari Thailand ke dalam tanah dan menyiramnya dengan cairan EM4, yang berfungsi mempercepat pembusukan dan mencegah perkecambahan biji.

Metode ini diambil sebagai langkah preventif agar buah-buahan yang berpotensi merusak tanaman lokal tidak masuk ke pasar bebas dan membahayakan sistem pertanian Indonesia.

Pihak Bea Cukai menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya upaya pemusnahan fisik, tetapi juga bagian dari sistem pertahanan pangan nasional dari invasi produk asing yang belum lolos uji kelayakan.

Mangga ilegal dari Thailand memang sering masuk ke wilayah Indonesia karena harganya murah dan bentuknya menarik, namun ancaman yang dibawanya tak bisa diremehkan.

Jika OPTK dari buah tersebut menyebar, hal itu bisa berdampak pada penurunan produktivitas buah lokal dan meningkatnya biaya pengendalian hama pertanian.

Karantina menyebutkan bahwa mereka rutin melakukan patroli dan penindakan di pelabuhan-pelabuhan kecil yang kerap menjadi pintu masuk jalur ilegal buah impor seperti ini.

Aksi Warga Bongkar Kuburan Mangga Ilegal dari Thailand Tuai Kritik Tajam

Meski sudah dimusnahkan secara resmi, publik justru dihebohkan oleh aksi warga yang menggali kembali mangga ilegal dari Thailand dari lokasi pemusnahan.

Video warga berebut mangga di lokasi kuburan buah itu menyebar luas di media sosial, memunculkan kecaman dari berbagai pihak.

Beberapa warga bahkan dengan santai menjajakan kembali mangga yang mereka ambil ke pasar tradisional, seolah-olah tidak ada yang salah dengan tindakannya.

Aksi ini mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap risiko kesehatan dari buah yang sudah diproses pemusnahan dengan bahan fermentasi seperti EM4.

Cairan tersebut tidak cocok untuk dikonsumsi manusia dan dapat menyebabkan gangguan pencernaan jika buah tersebut tetap dimakan dalam kondisi tidak layak.

Namun ironisnya, warga tetap mengabaikan peringatan dari pihak Karantina Pertanian yang sebelumnya telah menempelkan papan peringatan di lokasi pemusnahan.

Kondisi ini memperlihatkan kurangnya pengamanan di titik-titik pemusnahan dan lemahnya pemahaman masyarakat soal bahaya pangan ilegal.

Risiko Konsumsi Mangga Ilegal dari Thailand dan Langkah Lanjutan

Mangga ilegal dari Thailand yang diambil dari lokasi pemusnahan bukan hanya bermasalah dari sisi hukum, tapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan serius.

Buah-buahan tersebut telah terkena cairan pemusnah dan mungkin telah terkontaminasi oleh bakteri tanah, serangga, dan bahkan pestisida.

Konsumsi buah semacam ini, apalagi jika dijual kembali ke masyarakat luas, bisa meningkatkan risiko diare, keracunan, hingga paparan bahan kimia berbahaya.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah daerah bersama Bea Cukai dan Karantina Pertanian perlu memperketat pengawasan pada lokasi pemusnahan.

Papan peringatan dan pagar pembatas saja tidak cukup, apalagi jika tidak ada pengawasan intensif dari petugas di lapangan.

Edukasi kepada masyarakat tentang bahaya mangga ilegal dari Thailand juga penting agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain itu, langkah hukum terhadap pelaku penyelundupan dan warga yang menyalahgunakan hasil pemusnahan harus ditegakkan.

Proses hukum dapat memberikan efek jera dan mencegah munculnya sikap permisif terhadap aktivitas ilegal yang membahayakan publik.

Penting juga untuk meninjau kembali sistem pengamanan logistik pemusnahan agar tidak bisa diakses sembarangan.

Mangga ilegal dari Thailand memang tampak biasa bagi sebagian orang, tetapi konsekuensinya jauh lebih besar jika dibiarkan tanpa penanganan serius.

Peran aktif masyarakat, penegakan hukum yang tegas, dan edukasi berkelanjutan adalah kunci untuk mencegah penyebaran pangan ilegal yang dapat merusak ketahanan nasional.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat.

Setiap tindakan terhadap mangga ilegal dari Thailand harus dihadapi dengan kesadaran hukum dan kepedulian terhadap kesehatan bersama.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anti Ribet! 15 Ide Bekal Simpel dan Sehat untuk Anak TK yang Bisa Dibuat di Rumah
Nama El Rumi Viral Usai Dikaitkan dengan Inisial EJR di Threads, Ini Respons Hukumnya
Kecelakaan Maut Tol Jagorawi, Mobil Mewah Hancur Usai Tabrak Truk Kontainer
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Jadi Tersangka KPK, Ini Kronologi OTT dan Kasusnya
Wih! BOSP SDN Tallo Tua Rp151 Juta, Kepala Sekolah Tak Tahu
Duh! Rp19,4 Miliar Digelontorkan, Jalan Pujananting Kok Mandek?
Ruben Onsu Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Investasi, Ini Kronologinya
Ambulans Kecelakaan di Tol Batang-Semarang, 3 Orang Tewas

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:35 WIB

Anti Ribet! 15 Ide Bekal Simpel dan Sehat untuk Anak TK yang Bisa Dibuat di Rumah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:36 WIB

Nama El Rumi Viral Usai Dikaitkan dengan Inisial EJR di Threads, Ini Respons Hukumnya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:30 WIB

Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Jadi Tersangka KPK, Ini Kronologi OTT dan Kasusnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Wih! BOSP SDN Tallo Tua Rp151 Juta, Kepala Sekolah Tak Tahu

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Duh! Rp19,4 Miliar Digelontorkan, Jalan Pujananting Kok Mandek?

Berita Terbaru

Cara Tepat Menghadapi Pembeli yang Suka Menawar

Bisnis

4 Cara Tepat Menghadapi Pembeli yang Suka Menawar

Sabtu, 22 Agu 2026 - 12:42 WIB

Foto: Aulia, murid SMKN 5 Barru, menerima bantuan.

Pendidikan

Kepedulian Gubernur Sulsel Sampai ke Murid SMKN 5 Barru

Sabtu, 22 Agu 2026 - 09:49 WIB