Bjorka Kembali Tunjukkan Eksistensi, Klaim Masih Bebas dan Ancam Retas Data Badan Gizi Nasional

- Penulis

Senin, 6 Oktober 2025 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bjorka Kembali Tunjukkan Eksistensi, Klaim Masih Bebas dan Ancam Retas Data Badan Gizi Nasional

Bjorka Kembali Tunjukkan Eksistensi, Klaim Masih Bebas dan Ancam Retas Data Badan Gizi Nasional

Redaksiku.com – Polemik seputar identitas peretas misterius Bjorka kembali menghangat di ruang publik.

Setelah aparat kepolisian mengamankan seorang pemuda berinisial WFT (22) asal Minahasa, Sulawesi Utara, yang diduga kuat sebagai sosok di balik nama tersebut, kini sebuah akun media sosial kembali muncul dan menegaskan bahwa Bjorka masih bebas.

Lewat akun Instagram @bjorkanism, sosok yang mengaku sebagai Bjorka asli mengunggah pesan yang membuat publik terkejut. Yes, I™m still ALIVE and FREE, tulis akun itu dalam unggahan Instagram Story pada Jumat (3/10/2025). Pesan singkat tersebut sontak memantik perhatian warganet sekaligus menimbulkan pertanyaan: apakah benar Bjorka masih aktif dan bebas berkeliaran di dunia maya?

Ancaman Terbaru: Targetkan Badan Gizi Nasional

Tidak berhenti di situ, akun @bjorkanism juga menyinggung lembaga pemerintah, yakni Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam unggahan lanjutan, Bjorka menulis pesan yang bernada ancaman, menyebut dirinya akan membocorkan data milik lembaga tersebut, khususnya yang berkaitan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bagian dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Halo Nutrition Agency, tulis akun itu disertai emoji jari tengah dan tangkapan layar yang menampilkan sejumlah alamat SPPG di berbagai wilayah Indonesia.

Tak berhenti di situ, ia juga mengunggah pesan yang bernada sindiran keras:

Just take care of your stupid nutrition agency, focus on the issues in your country, don™t talk about me, before I reveal that damn data.

Unggahan bernada provokatif itu sontak menimbulkan keresahan di kalangan publik dan instansi pemerintah. Banyak yang menilai, kemunculan kembali akun Bjorka ini merupakan bentuk perlawanan terbuka terhadap langkah penegakan hukum yang telah dilakukan aparat sebelumnya.

Jejak Digital Akun @bjorkanism

Berdasarkan penelusuran, akun @bjorkanism ternyata bukan akun baru. Akun tersebut sudah terdaftar sejak September 2015, dan hingga kini telah berganti nama sebanyak lima kali. Meski sempat tidak aktif selama beberapa tahun, akun itu kini kembali eksis dengan jumlah pengikut yang menembus 63 ribu followers.

Bio akun tersebut berisi kalimat provokatif: STOP BEING AN IDIOT, serta menyematkan tautan komin.fo/bjorka yang mengarah langsung ke profil digitalnya. Beberapa unggahan terakhir di akun itu juga memperlihatkan pola komunikasi khas Bjorka menggunakan bahasa Inggris bercampur sindiran tajam terhadap kebijakan pemerintah dan isu sosial di Indonesia.

Munculnya akun ini menimbulkan gelombang perdebatan baru. Sebagian warganet meyakini akun tersebut adalah Bjorka asli, sementara lainnya menduga hanya oknum yang berusaha menunggangi popularitas nama besar sang peretas.

Bjorka Kembali Tunjukkan Eksistensi, Klaim Masih Bebas dan Ancam Retas Data Badan Gizi Nasional
Bjorka Kembali Tunjukkan Eksistensi, Klaim Masih Bebas dan Ancam Retas Data Badan Gizi Nasional 1

Polisi Masih Dalami Kasus dan Jejak Digital

Di sisi lain, aparat kepolisian masih melanjutkan proses penyelidikan terhadap WFT, pemuda yang sebelumnya ditangkap karena diduga menggunakan identitas Bjorka di forum gelap dan media sosial.

WFT dituduh terlibat dalam aktivitas peretasan dan penyebaran data pribadi masyarakat Indonesia. Namun, hingga kini pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah WFT benar-benar sosok utama di balik jaringan Bjorka yang sempat menghebohkan publik pada tahun 2022, saat data jutaan penduduk Indonesia bocor ke dunia maya.

Penyelidikan masih terus berjalan, dan tim masih menelusuri jejak digital yang bersangkutan, ujar salah satu pejabat di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, saat dimintai konfirmasi.

Pihak kepolisian juga tidak menutup kemungkinan bahwa Bjorka merupakan sebuah jaringan dengan lebih dari satu operator, bukan hanya satu individu. Hal ini diperkuat oleh munculnya akun-akun baru dengan gaya komunikasi serupa di berbagai platform, seperti Telegram, Twitter (X), hingga Instagram.

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali
Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri
Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG
Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!
Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus
Aturan Baru! WNA yang Ingin Jadi WNI Wajib Bayar Rp75 Juta untuk Naturalisasi
Wah, Ternyata! Penimbunan Solar Subsidi di Barru Berujung Penjara
Contoh Laporan MPLS Terbaru 2026 yang Lengkap dan Praktis, Bisa Dijadikan Referensi
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:40 WIB

Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:38 WIB

Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:25 WIB

Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:31 WIB

Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:15 WIB

Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus

Berita Terbaru