Bjorka Kembali Tunjukkan Eksistensi, Klaim Masih Bebas dan Ancam Retas Data Badan Gizi Nasional

- Penulis

Senin, 6 Oktober 2025 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bjorka Kembali Tunjukkan Eksistensi, Klaim Masih Bebas dan Ancam Retas Data Badan Gizi Nasional

Bjorka Kembali Tunjukkan Eksistensi, Klaim Masih Bebas dan Ancam Retas Data Badan Gizi Nasional

Jejak Aksi Bjorka yang Pernah Gegerkan Indonesia

Nama Bjorka pertama kali mencuat pada pertengahan 2022, ketika akun dengan nama yang sama merilis data pribadi sejumlah pejabat publik dan instansi pemerintah di forum dark web.

Mulai dari data SIM card, penduduk, hingga dokumen internal lembaga negara pernah diunggah oleh sosok ini. Tak hanya itu, Bjorka juga kerap menuliskan pesan bernada satire kepada pemerintah, menyebut sistem keamanan data nasional mudah diretas dan tidak profesional.

Serangan digital tersebut sempat membuat geger publik dan memaksa pemerintah memperkuat sistem keamanan sibernya. Sejumlah kementerian bahkan membentuk satuan khusus keamanan digital untuk meminimalisir risiko kebocoran data di masa mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, meski sudah lebih dua tahun berlalu, sosok di balik nama Bjorka tetap menjadi misteri besar di dunia siber Indonesia.

Spekulasi: Bjorka Adalah Jaringan, Bukan Satu Orang

Kembalinya akun @bjorkanism semakin memperkuat spekulasi bahwa Bjorka bukan sekadar satu individu, melainkan sebuah komunitas atau jaringan peretas yang memiliki banyak anggota di berbagai negara.

Pakar keamanan siber menilai, gaya komunikasi akun tersebut mencerminkan pola kerja multi-operator, di mana beberapa orang mengendalikan satu identitas digital untuk tujuan propaganda atau tekanan terhadap pemerintah.

Jika melihat konsistensi gaya bahasa dan waktu unggahan, besar kemungkinan Bjorka adalah sebuah tim, bukan individu tunggal, ujar seorang analis keamanan digital dari Cyber Research Institute Indonesia (CRII).

Ia menambahkan, ancaman terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) bisa menjadi sinyal bahwa jaringan Bjorka masih aktif dan mampu menembus sistem informasi lembaga pemerintah.

Pemerintah Diminta Tingkatkan Keamanan Siber

Menyusul ancaman terbaru ini, sejumlah pengamat kembali menekankan pentingnya peningkatan keamanan data nasional.

Menurut mereka, kasus Bjorka seharusnya menjadi pengingat bahwa transformasi digital tanpa sistem keamanan yang kuat hanya akan memperbesar risiko kebocoran informasi.

Pemerintah diimbau untuk segera memperkuat kolaborasi antara instansi keamanan, kementerian, dan sektor swasta dalam membangun infrastruktur siber yang lebih tangguh.

Selain itu, literasi digital masyarakat juga perlu ditingkatkan agar publik tidak mudah terprovokasi oleh akun-akun anonim yang menyebarkan informasi provokatif di media sosial.

Misteri yang Belum Usai

Meski polisi telah bergerak, kemunculan kembali akun Bjorka menegaskan bahwa perang siber di Indonesia belum berakhir. Publik kini menunggu langkah konkret dari pihak berwenang untuk memastikan siapa sebenarnya di balik nama yang selama tiga tahun terakhir menjadi momok di dunia digital Tanah Air.

Sementara itu, akun @bjorkanism terus aktif mengunggah pesan-pesan baru dan mengomentari isu nasional terkini, seolah ingin menunjukkan bahwa identitas Bjorka masih menjadi teka-teki yang belum bisa dipecahkan.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali
Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri
Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG
Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!
Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus
Aturan Baru! WNA yang Ingin Jadi WNI Wajib Bayar Rp75 Juta untuk Naturalisasi
Wah, Ternyata! Penimbunan Solar Subsidi di Barru Berujung Penjara
Contoh Laporan MPLS Terbaru 2026 yang Lengkap dan Praktis, Bisa Dijadikan Referensi
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:40 WIB

Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:38 WIB

Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:25 WIB

Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:31 WIB

Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:15 WIB

Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus

Berita Terbaru