Review Marvel’s Wolverine: Mengapa Game Ini Mengecewakan?

- Penulis

Jumat, 11 September 2026 - 04:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Marvel’s Wolverine — Logan atau Wolverine dengan kostum ikonik di tengah latar belakang kota bernuansa gelap

Marvel’s Wolverine resmi dirilis oleh Insomniac Games pada September 2026.

Redaksiku.com – Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer andalan Sony saat ini bukanlah hal yang berlebihan. Studio yang sebelumnya dikenal lewat waralaba Ratchet & Clank ini kini telah memantapkan posisinya sebagai ujung tombak pengembangan game superhero di ekosistem PlayStation. Setelah sukses membangun semesta Spider-Man yang begitu dicintai, ekspektasi publik terhadap proyek ambisius mereka berikutnya, Marvel’s Wolverine, sempat melonjak tinggi sebelum akhirnya resmi dirilis pada September 2026 ini.

Namun, perjalanan menuju peluncuran game ini tidaklah mulus. Insomniac Games sempat tersandung kasus kebocoran data masif pada tahun 2023 yang membuat versi pengembangan awal game ini tersebar luas di internet. Meski publik sempat mencicipi potongan gameplay yang belum rampung, produk final yang kini hadir di tangan pemain adalah hasil kerja keras tim untuk menyatukan visi mereka di tengah tekanan besar pasca-insiden tersebut.

Sayangnya, pengalaman bermain yang ditawarkan justru terasa kurang tajam dibandingkan standar tinggi yang pernah ditetapkan oleh sang pengembang sebelumnya. Bagi Anda yang penasaran apakah Logan mampu tampil segarang di komik atau layar lebar, ulasan ini akan membedah mengapa petualangan kali ini terasa sedikit tumpul. Sebagai catatan, Sony dan Insomniac memberlakukan pembatasan ketat sebanyak 10 tangkapan layar untuk setiap ulasan demi menjaga aspek naratif, sehingga kami akan lebih mengandalkan deskripsi mendalam untuk menggambarkan dunianya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Narasi dan Dinamika Mutant

Review Marvel’s Wolverine: Mengapa Game Ini Mengecewakan?

Fokus utama cerita ini berpusat pada sosok Logan, sang Wolverine, yang terjebak dalam pusaran konflik demi melindungi kaum mutant dari ancaman kepunahan. Menariknya, Insomniac Games memilih untuk tidak melibatkan seluruh anggota X-Men secara penuh. Sebagai gantinya, mereka memperkenalkan dinamika baru melalui Team X, sebuah kelompok yang terdiri dari karakter ikonik seperti Sabretooth dan Mystique di bawah komando seorang pemimpin misterius bernama Essex.

Konflik utama dipicu oleh ambisi seorang ilmuwan jenius bernama Trask yang terobsesi memastikan superioritas manusia melalui teknologi mutakhir. Ia mengerahkan pasukan khusus yang dikenal sebagai Reavers untuk memburu mutant ke seluruh penjuru dunia. Situasi semakin pelik ketika keterlibatan organisasi bayangan asal Jepang, The Hand, mulai terungkap di tengah perjalanan Logan bersama rekannya, Jean Grey.

Narasi Marvel’s Wolverine membawa pemain melintasi berbagai lokasi global untuk mengungkap konspirasi besar yang melibatkan teknologi perburuan mutant dan organisasi kriminal lintas negara.

Secara struktur cerita, Insomniac mencoba membangun misteri di balik niat asli Essex dan tujuan akhir dari teknologi yang dirancang Trask. Meskipun premis ini terdengar menjanjikan, eksekusi penceritaannya sering kali terasa kurang menggigit. Ada banyak momen di mana motivasi karakter terasa datar, sehingga ikatan emosional antara pemain dengan penderitaan para mutant tidak sekuat yang diharapkan dari narasi sebuah game berstatus AAA.

Pemain harus menghadapi ancaman dari berbagai faksi, termasuk pasukan Reavers yang dilengkapi teknologi canggih, dalam sebuah kampanye yang menuntut ketangkasan bertarung sang Wolverine.

Perlu dipahami bahwa game ini tidak mengadaptasi alur cerita X-Men secara utuh, melainkan mengambil pendekatan orisinal yang berfokus pada dinamika kelompok kecil di dalam semesta Marvel.

Review Marvel’s Wolverine: Mengapa Game Ini Mengecewakan?

Mekanik Pertarungan yang Menjadi Sorotan

Sebagai karakter yang dikenal dengan brutalitasnya, sistem pertarungan dalam Marvel’s Wolverine menjadi elemen paling krusial. Insomniac mencoba mengadaptasi gaya bertarung Logan yang agresif dan penuh cakar, namun sayangnya, sistem ini terasa kurang memberikan kepuasan yang diharapkan. Gerakan kombo yang tersedia sering kali terasa repetitif dan kurang memiliki variasi yang cukup untuk menjaga intensitas pertempuran tetap segar hingga akhir permainan.

Salah satu kendala terbesar adalah responsivitas input yang terkadang terasa berat di momen-momen krusial. Mengingat lawan yang dihadapi, seperti Reavers, memiliki pola serangan yang cukup variatif, presisi sangat dibutuhkan. Namun, eksekusi teknis yang kurang halus membuat pengalaman bertarung sering kali terganggu oleh masalah animasi yang tidak mulus atau respons yang terlambat.

Manfaatkan kemampuan regenerasi kesehatan Logan secara bijak di tengah pertempuran, karena ketergantungan pada heal otomatis sering kali membuat pemain lengah saat menghadapi bos yang memiliki damage tinggi.

Secara visual, game ini memang tampak memukau dengan dukungan teknologi terbaru, namun keindahan grafis tidak serta merta menutupi kekurangan pada desain level yang terasa linear. Eksplorasi yang ditawarkan tidak seluas atau sepadat seri Spider-Man, sehingga pemain sering merasa terjebak dalam jalur yang sudah ditentukan oleh pengembang. Hal ini membuat elemen open-world yang diusung terasa kurang memiliki nyawa.

Pertanyaan Umum

Apakah Marvel’s Wolverine memiliki kaitan langsung dengan game Spider-Man dari Insomniac?

Meskipun berada di bawah payung developer yang sama, Marvel’s Wolverine berdiri sebagai entitas naratif yang terpisah dan tidak memiliki koneksi plot langsung dengan semesta Spider-Man milik Insomniac.

Bagaimana performa game ini pada konsol PlayStation 5?

Game ini berjalan dengan visual yang tajam dan stabil di sebagian besar durasi permainan, namun terdapat beberapa penurunan frame rate di area yang sangat padat musuh atau saat terjadi efek partikel yang kompleks.

Apakah game ini cocok untuk pemain yang baru mengenal karakter Wolverine?

Tentu saja, karena latar belakang cerita yang disajikan cukup berdiri sendiri tanpa mengharuskan pemain memahami sejarah panjang komik X-Men secara mendalam sebelum memulai permainan.Review Marvel’s Wolverine: Mengapa Game Ini Mengecewakan?

Ringkasan

Marvel’s Wolverine dinilai mengecewakan karena eksekusi narasinya yang terasa datar dan sistem pertarungan yang repetitif serta kurang responsif. Meski grafisnya memukau, desain level yang linear dan kurangnya variasi mekanik membuat pengalaman bermain tidak memenuhi standar tinggi Insomniac Games.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Koei Tecmo Upayakan Fitur Perubahan Tubuh di Atelier Karia
Bill Skarsgard Resmi Jadi Pemeran Utama Game PHYSINT
CEO Twitch Sebut Multiplayer GTA VI Rilis 2027
Rilis 007 First Light di Nintendo Switch 2 Ditunda hingga Maret 2027
Daftar Game Koei Tecmo Kembali Tersedia di Steam Indonesia
Review Marvel’s Wolverine: Mode Weapon Hadirkan Aksi Terbaik Logan
Denuvo Resmi Gugat Tim Hacker voices38 ke Pengadilan
Penjualan Game Dragon Quest Tembus 100 Juta Kopi di Seluruh Dunia

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 23:34 WIB

Koei Tecmo Upayakan Fitur Perubahan Tubuh di Atelier Karia

Jumat, 18 September 2026 - 23:21 WIB

Bill Skarsgard Resmi Jadi Pemeran Utama Game PHYSINT

Jumat, 18 September 2026 - 11:48 WIB

CEO Twitch Sebut Multiplayer GTA VI Rilis 2027

Kamis, 17 September 2026 - 20:08 WIB

Rilis 007 First Light di Nintendo Switch 2 Ditunda hingga Maret 2027

Kamis, 17 September 2026 - 18:26 WIB

Daftar Game Koei Tecmo Kembali Tersedia di Steam Indonesia

Berita Terbaru

Menteri berjanji akan segera bertindak tegas menyusul kasus video pelecehan di Bihar.

Internasional

Kasus Video Pelecehan di Bihar, Menteri Janji Bertindak

Selasa, 22 Sep 2026 - 04:08 WIB

Para aktor papan atas dunia menikmati waktu luang di sela kesibukan mereka di dunia hiburan.

Star Tracks

Aktivitas Selebriti: DiCaprio, De Niro, Pacino, dan Jon Hamm

Selasa, 22 Sep 2026 - 04:02 WIB

Maarten Paes menegaskan target Timnas Indonesia untuk meraih trofi juara pada ajang ASEAN Cup 2026.

Sepakbola Dunia

Maarten Paes Targetkan Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Bersama Timnas

Selasa, 22 Sep 2026 - 03:46 WIB

AirNav Indonesia dan otoritas penerbangan Singapura memperkuat koordinasi keselamatan penerbangan melalui pertukaran data ADS-B.

Viral

AirNav dan Singapura Tukar Data ADS-B Pantau Pesawat FIR

Selasa, 22 Sep 2026 - 03:36 WIB

error: Content is protected !!