Redaksiku.com – Masih muda dan mempunyai cukup tenaga yang kuat tetapi mengapa saat menjalani aktivitas sehari-hari rasanya seperti terbebani atau berat? Waspadai brain fog. Biasanya baru memulai menjalankan aktivitas saja, rasanya sudah lelah dan lemas akibatnya banyak tugas yang menjadi tertunda.
Brain fog bisa dialami oleh siapapun baik usia tua maupun muda seperti gen z, akhir-akhir ini banyak gen z yang mengeluhkan beberapa gejala yang menuju pada gejala brain fog tanpa mereka sadari. Brain fog merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang yang kesulitan untuk mengingat, berpikir jernih, lambat berpikir dan cepat lelah untuk berpikir.
Gejala Brain Fog Di Kalangan Gen Z
1. Kesulitan untuk mengingat
Baru lihat ataupun mendengar sebentar tidak sampai 30 menit sudah lupa dengan apa yang barusan mereka lihat dan dengar, akibatnya mereka selalu melakukan pengulangan beberapa kali sampai mereka benar-benar mengingatnya. Jika mereka merasa sangat kesulitan untuk mengingat, maka mencatat dan merekam merupakan solusi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengalami lupa merupakan hal yang wajar, tetapi jika masih muda dan sering lupa itu merupakan kondisi yang tidak wajar. Apakah bisa diatasi? Tentu saja bisa diatasi dan harus segera diatasi, tidak boleh dibiarkan begitu saja karena semakin lama dibiarkan maka dapat menghambat aktivitas dan bisa keterusan sampai usia lanjut.
2. Mengalami kesulitan dalam berpikir
Gen z yang mengalami brain fog juga sering mengalami kesulitan dalam berpikir meskipun tentang sesuatu yang mudah, bukan karena mereka tidak bisa tetapi saat mereka mulai berpikir sering mengalami kelelahan. Hingga membuat gen z malas untuk berpikir karena rasanya pikiran seperti stuck dan tidak mampu untuk terus memaksa otak terus berpikir, karena dapat membuat stress.
Jika seseorang sering mengalami kesulitan dalam berpikir maka yang akan terjadi yaitu mereka gampang mengandalkan orang lain, dimanfaatkan, hidup terasa tidak ada kemajuan, daya ingat menurun, kreativitas menurun, merusak hubungan pertemanan dan pasangan hingga mudah untuk menyerah.
3. Pikiran terasa penuh
Malas berpikir tapi mengapa pikiran bisa terasa penuh? Hal ini bisa terjadi dikarenakan oleh seseorang kurang mempunyai rasa semangat sehingga mudah bosan, jika seseorang merasa bosan biasanya mereka sibuk memikirkan cara agar bisa terbebas dari rasa kebosanannya. Misalnya ingin tidur, healing, melakukan hobi, nonton tv ataupun scroll media sosial.
Selain itu hal lain yang dapat membuat pikiran terasa penuh yaitu kurang tidur, memendam emosi, kelebihan informasi dan stress. Cara untuk mengatasi hal ini yaitu dengan menuangkan semua isi pikiran agar pikiran tidak merasa terbebani. Misalnya dengan curhat pada teman, menuangkan isi pikiran ke dalam tulisan, hindari scroll media sosial, tenangkan diri dan istirahat cukup.
4. Sulit konsentrasi
Penulis : Argafica
Editor : Argafica
Halaman : 1 2 Selanjutnya







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.