Selain itu, dr. Ian menegaskan pentingnya jam tidur yang cukup bagi anak, terutama untuk menunjang perkembangan otak dan kemampuan belajar.
Anak usia sekolah dasar idealnya memerlukan tidur selama 10 hingga 12 jam setiap hari.
Jika harus bangun pukul 05.00 pagi, maka anak seharusnya tidur sejak pukul 17.00 sore, sebuah hal yang sulit direalisasikan dalam rutinitas keluarga modern.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dr. Ian, kurang tidur bisa menyebabkan berbagai masalah seperti gangguan konsentrasi, perilaku agresif, hingga kesulitan dalam berinteraksi sosial.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar jam belajar anak tetap dimulai sekitar pukul 07.00 pagi, dengan jeda istirahat rutin agar stamina dan fokus tetap terjaga.
Tidak hanya dunia medis, rencana gubernur Jabar ini juga memicu beragam respons dari masyarakat dan orang tua siswa.
Beberapa orang tua merasa bahwa kebijakan tersebut terlalu berat dan tidak sesuai dengan kondisi keluarga mereka. Terutama bagi keluarga yang rumahnya jauh dari sekolah, bangun terlalu pagi tentu menjadi tantangan tersendiri.
Namun, ada juga yang menyambut positif perubahan ini. Mereka melihatnya sebagai upaya yang baik untuk menanamkan kedisiplinan dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengaturan waktu belajar yang lebih efektif.
Pihak sekolah juga harus melakukan berbagai penyesuaian, mulai dari perubahan jadwal guru dan staf, hingga pengaturan fasilitas dan transportasi siswa agar perubahan ini dapat berjalan lancar.
Walaupun rencana gubernur Jabar ini bertujuan untuk memperbaiki kedisiplinan dan memaksimalkan waktu belajar siswa, perhatian terhadap kesehatan dan kebutuhan fisik anak harus tetap menjadi prioritas utama.
Diskusi yang terbuka dan melibatkan semua pihak terkait sangat penting untuk menghasilkan kebijakan yang seimbang.
Mengatur jadwal sekolah memang penting, tetapi tidak boleh mengorbankan kebutuhan tidur dan tumbuh kembang anak.
Sebab, keduanya saling berkaitan dan sama-sama memengaruhi prestasi serta kesejahteraan siswa.
Dengan komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, tenaga medis, guru, dan orang tua, diharapkan kebijakan ini dapat disempurnakan agar memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan generasi muda Jawa Barat.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.