Rencana Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Memajukan Jam Sekolah Jadi 06.00 Pagi Tuai Pro Kontra, Begini Tanggapan Dokter Anak

- Penulis

Selasa, 3 Juni 2025 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rencana Gubernur Jabar memajukan jam sekolah tuai kritik, dokter anak khawatir dampak kurang tidur pada anak. (Foto: Pexels)

Rencana Gubernur Jabar memajukan jam sekolah tuai kritik, dokter anak khawatir dampak kurang tidur pada anak. (Foto: Pexels)

Selain itu, dr. Ian menegaskan pentingnya jam tidur yang cukup bagi anak, terutama untuk menunjang perkembangan otak dan kemampuan belajar.

Anak usia sekolah dasar idealnya memerlukan tidur selama 10 hingga 12 jam setiap hari.

Jika harus bangun pukul 05.00 pagi, maka anak seharusnya tidur sejak pukul 17.00 sore, sebuah hal yang sulit direalisasikan dalam rutinitas keluarga modern.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dr. Ian, kurang tidur bisa menyebabkan berbagai masalah seperti gangguan konsentrasi, perilaku agresif, hingga kesulitan dalam berinteraksi sosial.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar jam belajar anak tetap dimulai sekitar pukul 07.00 pagi, dengan jeda istirahat rutin agar stamina dan fokus tetap terjaga.

Tidak hanya dunia medis, rencana gubernur Jabar ini juga memicu beragam respons dari masyarakat dan orang tua siswa.

Beberapa orang tua merasa bahwa kebijakan tersebut terlalu berat dan tidak sesuai dengan kondisi keluarga mereka. Terutama bagi keluarga yang rumahnya jauh dari sekolah, bangun terlalu pagi tentu menjadi tantangan tersendiri.

Namun, ada juga yang menyambut positif perubahan ini. Mereka melihatnya sebagai upaya yang baik untuk menanamkan kedisiplinan dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengaturan waktu belajar yang lebih efektif.

Pihak sekolah juga harus melakukan berbagai penyesuaian, mulai dari perubahan jadwal guru dan staf, hingga pengaturan fasilitas dan transportasi siswa agar perubahan ini dapat berjalan lancar.

Walaupun rencana gubernur Jabar ini bertujuan untuk memperbaiki kedisiplinan dan memaksimalkan waktu belajar siswa, perhatian terhadap kesehatan dan kebutuhan fisik anak harus tetap menjadi prioritas utama.

Diskusi yang terbuka dan melibatkan semua pihak terkait sangat penting untuk menghasilkan kebijakan yang seimbang.

Mengatur jadwal sekolah memang penting, tetapi tidak boleh mengorbankan kebutuhan tidur dan tumbuh kembang anak.

Sebab, keduanya saling berkaitan dan sama-sama memengaruhi prestasi serta kesejahteraan siswa.

Dengan komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, tenaga medis, guru, dan orang tua, diharapkan kebijakan ini dapat disempurnakan agar memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan generasi muda Jawa Barat.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali
Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri
Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG
Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!
Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus
Aturan Baru! WNA yang Ingin Jadi WNI Wajib Bayar Rp75 Juta untuk Naturalisasi
Wah, Ternyata! Penimbunan Solar Subsidi di Barru Berujung Penjara
Contoh Laporan MPLS Terbaru 2026 yang Lengkap dan Praktis, Bisa Dijadikan Referensi
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:40 WIB

Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:38 WIB

Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:31 WIB

Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:15 WIB

Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:30 WIB

Aturan Baru! WNA yang Ingin Jadi WNI Wajib Bayar Rp75 Juta untuk Naturalisasi

Berita Terbaru