IHSG Melesat 2,78 Persen, Asing Kembali Belanja Saham Rp1,24 Triliun

- Penulis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Melesat 2,78 Persen, Asing Kembali Belanja Saham Rp1,24 Triliun

IHSG Melesat 2,78 Persen, Asing Kembali Belanja Saham Rp1,24 Triliun

Redaksiku.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan pekan pertama Agustus 2026 dengan kinerja positif.

IHSG mengakhiri perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, di level 6.409,654, sekaligus mencatat kenaikan 2,78 persen selama sepekan.

Posisi tersebut naik dari 6.236,126 pada akhir pekan sebelumnya. Penguatan indeks juga diikuti peningkatan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar 2,64 persen menjadi Rp11.212 triliun, dari sebelumnya Rp10.923 triliun.

Pada perdagangan Jumat saja, IHSG melonjak 65,94 poin atau 1,04 persen dari posisi 6.343,71 menjadi 6.409,65. Kenaikan didukung hampir seluruh sektor saham, dengan sektor infrastruktur menjadi penggerak terbesar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena Bursa Efek Indonesia tidak menggelar perdagangan pada Sabtu dan Minggu, posisi 6.409,65 tersebut merupakan data IHSG terbaru hingga Minggu, 9 Agustus 2026.

IHSG Jumat Melonjak 1,04 Persen

Perdagangan terakhir pekan ini berlangsung positif sejak pembukaan.

IHSG membuka perdagangan Jumat di posisi 6.352,38. Sepanjang perdagangan indeks sempat bergerak di level terendah 6.347,43 sebelum terus menguat hingga mencapai level tertinggi harian sekaligus penutupan di 6.409,65.

Dengan demikian, IHSG bertambah 65,94 poin dibandingkan penutupan Kamis.

Aktivitas perdagangan juga cukup ramai. Total volume transaksi mencapai sekitar 38,07 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp16,46 triliun dan frekuensi sekitar 2,21 juta kali transaksi.

Sebanyak 355 saham ditutup menguat, 235 saham melemah, sedangkan 203 saham tidak berubah.

Dominasi saham yang bergerak naik menunjukkan penguatan Jumat cukup luas dan tidak hanya ditopang segelintir emiten berkapitalisasi besar.

10 dari 11 Sektor Saham Menguat

Penguatan IHSG pada perdagangan Jumat juga tercermin pada kinerja indeks sektoral Bursa Efek Indonesia.

Dari 11 sektor dalam klasifikasi IDX-IC, sebanyak 10 sektor berhasil ditutup di zona hijau. Hanya sektor barang konsumen non-primer yang mengalami koreksi.

Sektor infrastruktur menjadi penggerak terbesar dengan kenaikan 2,17 persen.

Setelah itu disusul:

  • barang baku naik 1,63 persen;
  • barang konsumen primer naik 1,25 persen;
  • teknologi naik 1,25 persen;
  • energi menguat 1,22 persen;
  • properti naik 1,16 persen;
  • transportasi dan logistik naik 0,37 persen;
  • industri naik 0,34 persen;
  • keuangan naik 0,31 persen;
  • kesehatan naik 0,11 persen.

Sementara sektor barang konsumen non-primer terkoreksi 0,69 persen dan menjadi satu-satunya indeks sektoral yang bergerak berlawanan dengan IHSG.

IHSG Naik 2,78 Persen dalam Sepekan

Kinerja Jumat sekaligus memperkuat kenaikan IHSG secara mingguan.

Berdasarkan data BEI untuk periode perdagangan 3–7 Agustus 2026, IHSG naik 2,78 persen menjadi 6.409,654 dibandingkan 6.236,126 pada pekan sebelumnya.

Artinya, IHSG bertambah sekitar 173,53 poin hanya dalam satu pekan.

Peningkatan tersebut cukup signifikan setelah pasar saham Indonesia sebelumnya menghadapi tekanan dari berbagai sentimen global maupun domestik sepanjang 2026.

Namun, meskipun pemulihan jangka pendek terlihat kuat, posisi IHSG saat ini masih jauh dari level tertinggi yang sempat dicapai pada awal tahun. Karena itu, arah pergerakan selanjutnya masih sangat bergantung pada arus modal asing, data ekonomi, kebijakan moneter dan kondisi pasar global.

IHSG Melesat 2,78 Persen, Asing Kembali Belanja Saham Rp1,24 Triliun
IHSG Melesat 2,78 Persen, Asing Kembali Belanja Saham Rp1,24 Triliun

Kapitalisasi Pasar Bertambah Rp289 Triliun

Kenaikan harga saham sepanjang pekan turut mendorong nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia.

BEI mencatat kapitalisasi pasar meningkat 2,64 persen menjadi Rp11.212 triliun, dari Rp10.923 triliun pada pekan sebelumnya.

Jika dihitung berdasarkan kedua angka tersebut, berarti terdapat kenaikan kapitalisasi sekitar Rp289 triliun dalam sepekan.

Kapitalisasi pasar merupakan total nilai seluruh saham perusahaan tercatat berdasarkan harga pasar. Karena itu, ketika sebagian besar saham mengalami kenaikan, total kapitalisasi Bursa juga cenderung ikut meningkat.

Volume Transaksi Melonjak Hampir 33 Persen

Bukan hanya indeks yang meningkat.

Aktivitas perdagangan investor sepanjang pekan juga mengalami lonjakan.

Rata-rata volume transaksi harian BEI meningkat 32,98 persen menjadi 39,95 miliar saham, dibandingkan 30,04 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Sementara rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 27,62 persen, dari sekitar 1,82 juta menjadi 2,32 juta transaksi setiap hari.

Peningkatan volume dan frekuensi tersebut menunjukkan aktivitas jual-beli investor semakin ramai seiring rebound pasar.

Namun rata-rata nilai transaksi harian justru sedikit turun.

BEI mencatat rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp15,38 triliun, turun tipis 0,38 persen dari Rp15,44 triliun pada pekan sebelumnya.

Investor Asing Net Buy Rp1,24 Triliun pada Jumat

Salah satu perkembangan yang turut menjadi perhatian adalah kembalinya pembelian investor asing.

Pada perdagangan Jumat, investor asing mencatat beli bersih atau net buy sebesar Rp1,24 triliun.

Masuknya dana asing tersebut terjadi bersamaan dengan lonjakan IHSG sebesar 1,04 persen.

Meski demikian, gambaran sepanjang 2026 masih menunjukkan tekanan.

BEI mencatat secara kumulatif investor asing masih membukukan jual bersih Rp71,29 triliun sepanjang tahun 2026 hingga 7 Agustus.

Artinya, net buy Jumat merupakan sinyal positif dalam jangka pendek, tetapi belum cukup untuk membalikkan arus keluar modal asing sepanjang tahun.

Investor akan memantau apakah pembelian asing dapat berlanjut dalam beberapa sesi berikutnya.

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen

Salah satu sentimen domestik yang muncul pada pekan lalu adalah laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Badan Pusat Statistik mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan dibandingkan kuartal II-2025.

Secara kuartalan, ekonomi tumbuh 3,73 persen dibandingkan kuartal I-2026.

Nilai Produk Domestik Bruto atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2010 tercatat Rp3.576,2 triliun.

Sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang semester pertama 2026 mencapai 5,45 persen dibandingkan semester pertama 2025.

Data pertumbuhan ekonomi yang masih berada di atas 5 persen memberikan dukungan terhadap sentimen pasar domestik karena memperlihatkan aktivitas ekonomi Indonesia tetap berkembang di tengah ketidakpastian global.

Investor Pasar Modal Tembus 30 Juta SID

Ada catatan besar lain yang terjadi bersamaan dengan penguatan IHSG.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia resmi menembus 30.274.265 Single Investor Identification atau SID.

Jumlah tersebut bertambah 9.926.440 SID atau naik sekitar 48,78 persen sepanjang 2026.

Sementara khusus investor saham, jumlahnya telah melampaui 10 juta dan mencapai 10.052.059 SID, bertambah sekitar 1,45 juta investor dibandingkan akhir 2025.

BEI menilai peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal Indonesia.

Bertambahnya investor domestik juga penting karena dapat memperkuat basis investor dan secara bertahap mengurangi ketergantungan pasar terhadap arus dana asing.

Saham Infrastruktur Jadi Motor Penguatan

Pergerakan Jumat memperlihatkan sektor infrastruktur menjadi salah satu motor utama kenaikan IHSG.

Indeks sektor tersebut menguat 2,17 persen, tertinggi dibandingkan seluruh sektor lainnya.

Sektor barang baku juga menguat cukup tajam sebesar 1,63 persen, sedangkan teknologi, konsumer primer dan energi masing-masing mencatat kenaikan lebih dari 1 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan minat beli investor tersebar cukup luas.

Ketika indeks naik dengan dukungan banyak sektor, pergerakannya secara umum dinilai lebih sehat dibandingkan kenaikan yang hanya ditopang satu atau dua saham berkapitalisasi sangat besar.

Namun investor tetap perlu memperhatikan kemungkinan aksi ambil untung setelah kenaikan cepat dalam beberapa perdagangan terakhir.

IHSG Senin 10 Agustus Bisa Uji 6.500

Setelah berakhirnya perdagangan Jumat, perhatian investor kini tertuju pada pembukaan Bursa Senin, 10 Agustus 2026.

MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan dan menguji area 6.500. Proyeksi tersebut merupakan analisis teknikal, sehingga bukan jaminan bahwa indeks pasti mencapai level itu.

Posisi penutupan terakhir berada di 6.409,65. Dengan demikian, level 6.500 hanya berjarak sekitar 90 poin dari penutupan Jumat.

Secara teknikal, keberhasilan menembus level resistance berikutnya dapat memperkuat momentum bullish jangka pendek.

Sebaliknya, setelah kenaikan 2,78 persen dalam sepekan, aksi profit taking juga tetap perlu diantisipasi.

Valuasi Saham Indonesia Dinilai Murah

Di tengah pemulihan pasar, DBS Group Research sebelumnya menilai valuasi saham Indonesia telah turun ke level yang menarik.

Indonesia’s Head of Research DBS Group Research William Simadiputra menyebut valuasi Price-to-Earnings Ratio IHSG berada di kisaran 9 kali, yang disebut sebagai salah satu level terendah dalam sekitar satu dekade.

Menurut pandangan tersebut, tekanan yang terjadi sebelumnya telah membuat valuasi sejumlah saham semakin menarik bagi investor jangka panjang.

DBS menaruh perhatian antara lain pada sektor energi dan komoditas, seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap ketahanan energi dan pangan.

Namun valuasi murah tidak otomatis berarti harga saham akan segera naik. Kondisi fundamental emiten, arus modal, kebijakan suku bunga dan risiko geopolitik tetap harus menjadi pertimbangan.

IHSG Masih Hadapi Risiko Global

Meski pekan terakhir berakhir positif, pasar saham Indonesia belum sepenuhnya terbebas dari risiko.

Pergerakan indeks masih dapat dipengaruhi oleh perkembangan suku bunga global, harga komoditas, nilai tukar rupiah dan ketegangan geopolitik.

Arus dana asing juga masih menjadi indikator penting.

Walaupun investor asing melakukan net buy Rp1,24 triliun pada Jumat, posisi sepanjang 2026 masih berupa net sell Rp71,29 triliun.

Karena itu, keberlanjutan rebound IHSG kemungkinan akan sangat ditentukan oleh kemampuan pasar mempertahankan arus beli sekaligus menembus resistance teknikal berikutnya.

IHSG Terbaru Hari Ini Masih 6.409,65

Bagi investor yang mencari IHSG hari ini Minggu, 9 Agustus 2026, perlu diketahui Bursa Efek Indonesia tidak menggelar perdagangan pada akhir pekan.

Dengan demikian, posisi terbaru tetap mengacu pada penutupan Jumat, yakni:

IHSG: 6.409,65

Perubahan harian: +65,94 poin

Kenaikan harian: +1,04 persen

Perubahan sepekan: +2,78 persen

Kapitalisasi pasar BEI: Rp11.212 triliun

Net buy asing Jumat: Rp1,24 triliun

Pasar akan kembali dibuka pada Senin, 10 Agustus 2026.

Setelah naik hampir 3 persen selama sepekan dan mencatat pembelian bersih asing pada perdagangan terakhir, perhatian akan tertuju pada kemampuan IHSG mempertahankan level 6.400 dan mencoba bergerak menuju area 6.500.

Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih mencapai 5,29 persen serta jumlah investor pasar modal yang kini menembus 30 juta SID, sentimen domestik memberikan dukungan positif.

Namun volatilitas global dan arus modal asing tetap menjadi faktor yang harus diperhatikan saat perdagangan kembali berlangsung.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Emas Antam Melonjak Lagi! Harga 1 Gram Nyaris Rp2,7 Juta, Buyback Naik Rp50 Ribu
India Ramai-ramai Jual Saham BUMN, Target Raup Rp126 Triliun demi Jaga Defisit
Harga Emas Antam Hari Ini, Cek Pergerakan Harga Logam Mulia Terbaru
4 Tanda Tindakan Bullying di Tempat Kerja
Saham GOTO Jadi Sorotan Investor, Perkembangan Terbaru dan Prospek GoTo ke Depan
Kirim Surat Lamaran Banyak, Tapi Selalu Ditolak? 3 Penyebabnya
Indofood CBP Jadi Sorotan Investor, Kinerja Bisnis dan Prospek Saham ICBP Terbaru
KOSPI Terbaru Jadi Perhatian Investor, Pergerakan Bursa Korea Selatan dan Faktor Pendorongnya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:39 WIB

IHSG Melesat 2,78 Persen, Asing Kembali Belanja Saham Rp1,24 Triliun

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Emas Antam Melonjak Lagi! Harga 1 Gram Nyaris Rp2,7 Juta, Buyback Naik Rp50 Ribu

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:02 WIB

India Ramai-ramai Jual Saham BUMN, Target Raup Rp126 Triliun demi Jaga Defisit

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini, Cek Pergerakan Harga Logam Mulia Terbaru

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:43 WIB

4 Tanda Tindakan Bullying di Tempat Kerja

Berita Terbaru