Kehadiran mereka di masyarakat bukan untuk mencari keuntungan materi, melainkan pengabdian murni demi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan adat masing-masing.
Mereka menginginkan agar peran pecalang semakin diperkuat melalui wadah yang solid dan sistem keamanan desa adat yang terpadu.
Kehadiran 20 pecalang perempuan dalam gelar agung ini juga menunjukkan inklusivitas dan semangat kebersamaan dalam menjaga Bali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penolakan pecalang terhadap premanisme ormas mendapat sambutan positif dari masyarakat Bali.
Banyak yang merasa aman dan nyaman dengan keberadaan pecalang yang berlandaskan adat dan budaya lokal. Komentar-komentar di media sosial mencerminkan dukungan penuh kepada pecalang sebagai garda keamanan yang paling dipercaya.
Masyarakat Bali melihat pecalang sebagai simbol keamanan yang menyejukkan karena mereka bekerja tanpa kekerasan berlebihan dan dengan pendekatan yang berakar pada adat. Hal ini berbeda jauh dengan ormas yang sering dianggap menyalahgunakan kekuasaannya.
Harapan muncul agar contoh ketegasan pecalang ini diikuti oleh daerah lain di Indonesia, terutama yang mengalami gangguan keamanan akibat perilaku premanisme berkedok ormas. Sistem keamanan berbasis adat dianggap jauh lebih efektif dan berkeadilan dalam menjaga ketertiban.
Selain itu, masyarakat juga berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pecalang, termasuk pemberian insentif dan fasilitas agar mereka bisa menjalankan tugasnya dengan lebih baik dan terorganisir.
Pecalang menjadi simbol ketegasan dan komitmen Bali dalam menjaga keamanan berbasis adat dan menolak keras keberadaan premanisme yang menyusup lewat ormas.
Dengan dukungan penuh masyarakat dan sistem keamanan desa adat yang terus diperkuat, Bali berharap tetap menjadi pulau yang aman, tertib, dan damai.
Pemberian insentif dan pengakuan terhadap pecalang diharapkan bisa meningkatkan semangat pengabdian mereka, menjaga warisan budaya sekaligus memberikan perlindungan nyata kepada masyarakat Bali.
Semangat pecalang ini wajib diapresiasi dan dijaga agar tetap menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam mengatasi masalah premanisme dan menjaga keamanan secara berbudaya.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.