Peristiwa memilukan terjadi di Desa Mojo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, ketika empat anak ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan.
Mereka tidur di luar rumah tanpa alas, tidak diberi makanan yang layak, dan bahkan ada yang dirantai kakinya.
Kondisi ini diketahui setelah salah satunya nekat keluar tengah malam untuk mencari makanan bagi adiknya yang kelaparan.
Aksi ini justru menyelamatkan semuanya, karena warga akhirnya mengetahui nasib keempat anak tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa ini bukan hanya menggemparkan warga sekitar, tapi juga memantik keprihatinan luas dari publik.
Kronologi Lengkap Penemuan Anak Kelaparan dan Dirantai di Boyolali

Kepala Desa Mojo, Bagus Muhammad Muksin, membenarkan kejadian tragis tersebut dan menjelaskan bahwa pelakunya adalah seorang warga Desa Mojo yang dikenal dengan inisial SP.
Anak-anak itu diketahui sudah satu bulan terakhir hanya diberi makan singkong rebus dan tidak pernah mendapat nasi.
Pada Sabtu, 12 Juli 2025, SP pergi meninggalkan rumah tanpa pesan, meninggalkan keempat bocah yang tinggal di rumahnya dalam keadaan kelaparan.
Salah satu dari mereka, berinisial MAF, yang merasa tidak tahan melihat adik-adiknya dalam kondisi menyedihkan, memutuskan untuk mencari bantuan.
MAF berjalan hingga ke Desa Kacangan dan pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 WIB, ia ditemukan mondar-mandir di dekat sebuah masjid.
Ia terlihat bingung sambil membawa kotak amal yang diambilnya dengan niat membeli makanan untuk adik-adiknya.
Warga yang mencurigai gerak-geriknya langsung menanyainya, dan ia pun menjelaskan alasan sebenarnya mengapa ia mengambil kotak amal tersebut.
Menurut pengakuannya, ia nekat mengambil uang karena adiknya sudah satu bulan tidak makan nasi, dan hanya bertahan hidup dari singkong rebus.
Mendengar pengakuan itu, warga langsung mengantarkan MAF kembali ke rumah tempat ia tinggal.
Kondisi Memprihatinkan Saat Warga Tiba di Rumah MAF
Setibanya di lokasi, warga dibuat terkejut bukan main. Tiga bocah lain ditemukan tidur di luar rumah tanpa alas, dalam kondisi kotor, lemas, dan dua di antaranya dengan kaki dirantai.
Ketiganya diketahui berinisial VMR (6 tahun), yang merupakan adik kandung MAF dari Kabupaten Batang, dan SAW (14 tahun) serta IAR (11 tahun) yang merupakan kakak-adik dari Suruh, Kabupaten Semarang.
Rumah tempat mereka tinggal bukan milik keluarga mereka, melainkan sebuah tempat tinggal yang disebut “pondok” di bawah pengawasan SP.
Namun, bukannya diasuh dan dilindungi, mereka justru ditelantarkan dan bahkan diperlakukan tidak manusiawi.
Warga yang melihat kejadian ini langsung melaporkan kepada pihak berwajib dan pemerintah desa setempat.
Kepala Desa Mojo segera turun tangan dan memverifikasi bahwa kasus tersebut benar terjadi di wilayahnya.
Saat ini, keempatnya sudah diamankan dan diberikan perawatan oleh pihak terkait.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.