Dengan kata lain, publik bisa salah persepsi kalau melihat video itu tanpa tahu fakta sebenarnya.
Reaksi Ojol: Dari Kecewa hingga Marah
Banyak pengemudi ojol merasa kecewa dengan pertemuan tersebut. Bagi mereka, tragedi Affan bukan sesuatu yang bisa dijadikan alat untuk pencitraan atau menggiring opini publik. Mereka berharap pemerintah serius menyelesaikan kasus ini, bukan malah menghadirkan orang-orang yang tak jelas asal-usulnya sebagai representasi mereka.
Bukannya reda, tapi pertemuan itu justru bikin teman-teman makin geram. Rasanya seperti perjuangan kami dibajak sama pihak yang enggak pernah ada di lapangan, ungkap salah satu pengemudi yang ikut aksi di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gelombang Demo Belum Mereda
Perlu diingat, gelombang demonstrasi nasional yang pecah sejak Kamis, 28 Agustus 2025, masih berlangsung hingga kini. Di berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Solo, massa aksi terus memadati jalanan. Bahkan, beberapa titik sempat memanas dengan adanya aksi bakar barang-barang di jalan hingga bentrok dengan aparat.
Tewasnya Affan Kurniawan menjadi salah satu pemicu utama solidaritas besar-besaran. Para pengemudi ojol melihat kasus ini sebagai simbol ketidakadilan yang harus diperjuangkan bersama.
Tuntutan Jelas: Dialog Sejati dengan Pihak Resmi
Igun menegaskan, kalau pemerintah atau Wapres benar-benar ingin berdialog dengan pengemudi ojol, maka seharusnya melibatkan asosiasi resmi. Bukan perorangan yang tidak jelas representasinya.
Kalau memang mau ada dialog, ayo duduk bareng dengan asosiasi yang sah. Kita terbuka kok, yang penting transparan dan benar-benar berpihak pada kebenaran. Jangan sampai tragedi Affan dimanfaatkan pihak lain, ujarnya.
Settingan atau Salah Koordinasi?
Publik kini terbelah dalam menanggapi pertemuan ini. Ada yang menduga pertemuan itu memang sebuah settingan untuk meredam kemarahan massa, ada juga yang menganggap ini hanya kesalahan koordinasi antara pihak Setwapres dengan komunitas ojol yang sebenarnya.
Namun, terlepas dari itu semua, satu hal yang pasti: kasus Affan Kurniawan masih jauh dari kata selesai. Proses hukum masih berjalan dan publik menuntut keadilan yang nyata, bukan sekadar narasi damai di media sosial.
Penutup: Harapan di Tengah Suasana Panas
Situasi politik dan sosial belakangan ini memang sedang panas. Pertemuan kontroversial di Istana Wapres hanya menambah bumbu dalam dinamika yang sudah rumit. Para pengemudi ojol, lewat asosiasi resmi mereka, berharap tragedi Affan benar-benar ditangani secara transparan dan adil.
Narasi damai memang penting, tapi jangan sampai mengaburkan fakta. Bagi komunitas ojol, keadilan untuk Affan adalah prioritas utama, bukan sekadar pencitraan atau drama politik.
Kini, bola ada di tangan pemerintah dan Wapres Gibran: apakah mereka berani membangun dialog sejati dengan pihak yang benar-benar mewakili suara di lapangan, atau justru terus terseret dalam kontroversi settingan yang semakin memperkeruh suasana?
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber
Halaman : 1 2







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.