BARRU – Pekerja proyek pembangunan Gedung Arsip Kejaksaan Negeri Barru tampak tidak menggunakan perlengkapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara lengkap.
Pantauan redaksiku.com, Jumat (11/9/2026), sejumlah pekerja tampak melakukan pengecoran tiang bangunan.
Namun, pekerja terlihat tidak menggunakan perlengkapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara lengkap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aktivitas tersebut berlangsung di lokasi pembangunan Gedung Arsip Kejaksaan Negeri Barru.
Proyek ini tercatat memiliki nilai anggaran Rp2.248.408.260.
Pekerjaan tersebut masuk dalam tahun anggaran 2026.
Berdasarkan informasi proyek, pekerjaan dilaksanakan CV Hikma Putra.
Sementara konsultannya tercatat CV Cakrawala Consultant.
Bukan hanya persoalan K3.
Papan informasi proyek juga menjadi perhatian.
Pantauan redaksiku.com, papan tersebut tidak terlihat mencantumkan kapan pekerjaan dimulai.
Tanggal penyelesaian pekerjaan juga tidak terlihat tercantum.
Begitu pula keterangan mengenai sumber dana.
Informasi tersebut tidak terlihat pada papan proyek yang dipantau di lokasi.

Pekerja Diduga Bukan Warga Lokal
redaksiku.com. juga mengamati tenaga kerja di lokasi.
Sejumlah pekerja yang terlihat diduga bukan penduduk lokal.
Namun, asal-usul dan jumlah pekerja tersebut belum dapat dipastikan.
Hal itu masih membutuhkan konfirmasi dari pihak pelaksana proyek.
Pria yang Ukur Pagar Mengaku Pembantu Pengawas
Saat berada di lokasi, redaksiku.com. menemui seorang pria yang sedang melakukan pengukuran pagar.
Pria tersebut ditanya apakah dirinya merupakan pengawas proyek.
“Tidak, Pak,” jawabnya.
Ia kemudian menjelaskan posisinya.
“Saya di sini hanya pembantu pengawas saja,” katanya.
Pria tersebut meminta agar namanya tidak disebutkan.
Ketika ditanya siapa yang dapat memberikan keterangan terkait proyek, ia menyarankan menghubungi seseorang bernama Ipang.
“Saya tidak bisa memberikan keterangan, Pak. Coba kita hubungi Pak Ipang,” ujarnya.
Lima Pertanyaan Dikirim
redaksiku.com. kemudian berupaya meminta konfirmasi kepada pihak terkait.
Ada lima pertanyaan yang diajukan.
Pertama, apakah seluruh perlengkapan K3 sudah tersedia sesuai ketentuan.
Kedua, apa saja perlengkapan K3 yang belum tersedia atau belum lengkap.
Ketiga, berapa anggaran untuk kelengkapan K3 dari total proyek senilai sekitar Rp2,248 miliar.
Keempat, berapa biaya yang dibutuhkan jika masih ada perlengkapan K3 yang belum lengkap.
Kelima, siapa pihak yang bertanggung jawab memastikan seluruh perlengkapan K3 tersedia sebelum pekerjaan dinyatakan selesai dan dilakukan pembayaran.
Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak yang dikonfirmasi.
redaksiku.com. tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi CV Hikma Putra, CV Cakrawala Consultant, maupun pihak terkait lainnya.
Editor : Hengki






