Viral Video Asusila Remaja di Teras Cihampelas, Netizen Minta Pengawasan Diperketat

- Penulis

Thursday, 18 December 2025 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Video Asusila Remaja di Teras Cihampelas, Netizen Minta Pengawasan Diperketat

Viral Video Asusila Remaja di Teras Cihampelas, Netizen Minta Pengawasan Diperketat

Redaksiku.com – Video asusila remaja kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah rekaman yang memperlihatkan sepasang remaja melakukan tindakan tidak senonoh di kawasan Teras Cihampelas, Kota Bandung, viral di media sosial.

Kejadian yang terekam kamera pengunjung tersebut menyebar cepat dan memicu reaksi keras dari warganet, terutama karena lokasi kejadian merupakan ruang publik yang seharusnya aman dan nyaman bagi masyarakat.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (18/12/2025) dan langsung menuai kecaman luas. Banyak pihak menilai bahwa tindakan tersebut tidak hanya melanggar norma kesusilaan, tetapi juga mencederai fungsi ruang publik sebagai tempat interaksi sosial yang sehat dan ramah keluarga.

Video asusila remaja tersebut memperlihatkan pasangan muda yang diduga tengah dimabuk asmara, tanpa mengindahkan lingkungan sekitar dan potensi dampak sosial dari perbuatannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Detik-detik Video Asusila Remaja Tersebar Luas

Dalam video yang beredar, tampak pasangan remaja berada di salah satu area Teras Cihampelas. Situasi awal terlihat biasa, namun kemudian berujung pada tindakan yang dinilai tidak pantas dilakukan di ruang terbuka.

Perekam video yang merasa terganggu sempat menegur pasangan tersebut. Tak lama setelah ditegur, keduanya terlihat panik dan langsung meninggalkan lokasi dengan turun ke bawah area Teras Cihampelas.

Meski kejadian berlangsung singkat, dampaknya sangat besar. Video tersebut terlanjur tersebar dan menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Banyak warganet mengaku kecewa dan prihatin, sekaligus mempertanyakan efektivitas pengawasan di kawasan wisata publik tersebut.

Reaksi Netizen Antara Marah, Prihatin, dan Khawatir

Viralnya video asusila remaja ini memicu gelombang reaksi dari masyarakat digital. Sebagian besar warganet mengecam keras perilaku pasangan remaja tersebut.

Mereka menilai bahwa tindakan asusila di ruang publik menunjukkan lemahnya kesadaran etika dan norma sosial di kalangan sebagian remaja.

Namun, tidak sedikit pula yang mengajak publik untuk melihat persoalan ini secara lebih luas. Beberapa netizen menilai bahwa kejadian tersebut bukan semata-mata kesalahan individu, melainkan juga menjadi alarm bagi orang tua, pendidik, dan pemerintah daerah untuk memperkuat edukasi moral, pengawasan, serta pengelolaan ruang publik.

Nada komentar pun beragam, mulai dari kemarahan, kekecewaan, hingga kekhawatiran bahwa kejadian serupa dapat terulang jika tidak ada langkah tegas dan berkelanjutan. Intinya satu: masyarakat meminta pengawasan diperketat agar Teras Cihampelas tidak disalahgunakan untuk aktivitas negatif.

Satpol PP Kota Bandung Buka Suara

Menanggapi viralnya video asusila remaja tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Bambang Sukardi, memberikan penjelasan kepada media.

Ia menegaskan bahwa pihaknya selama ini telah melakukan pengamanan dan pengawasan secara maksimal di kawasan Teras Cihampelas.

Menurut Bambang, petugas Satpol PP telah diplot di beberapa titik strategis, termasuk sembilan pintu masuk menuju Teras Cihampelas.

Namun, pengawasan dilakukan secara mobile dan tidak memungkinkan setiap pintu dijaga secara permanen sepanjang waktu.

Ia juga mengakui bahwa praktik kucing-kucingan kerap terjadi. Artinya, meski petugas rutin berkeliling, masih ada saja pengunjung yang memanfaatkan celah pengawasan untuk melakukan tindakan yang tidak semestinya. Fenomena ini, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan ruang publik terbuka.

Teras Cihampelas Bukan Ruang Bebas Tanpa Aturan

Satpol PP menegaskan bahwa Teras Cihampelas bukanlah tempat untuk melakukan tindakan asusila, konsumsi minuman keras, atau aktivitas negatif lainnya. Oleh karena itu, pemerintah daerah telah menetapkan aturan penutupan akses masuk ke kawasan tersebut pada pukul 22.00 WIB.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan ruang publik, terutama pada malam hari. Meski demikian, kejadian viral ini menunjukkan bahwa kebijakan teknis saja tidak cukup tanpa dukungan kesadaran kolektif dari masyarakat.

Persoalan Lebih Dalam Remaja, Ruang Publik, dan Kontrol Sosial

Kasus video asusila remaja di Teras Cihampelas membuka diskusi yang lebih luas tentang relasi remaja dengan ruang publik.

Di satu sisi, ruang publik dibutuhkan sebagai tempat berekspresi, bersosialisasi, dan melepas penat. Namun di sisi lain, tanpa kontrol diri dan nilai etika, ruang tersebut bisa disalahgunakan.

Para pengamat sosial menilai bahwa era digital turut memperbesar dampak dari setiap pelanggaran norma. Satu kejadian singkat dapat direkam, disebarkan, dan dikonsumsi jutaan orang dalam waktu singkat.

Konsekuensinya tidak hanya dirasakan oleh pelaku, tetapi juga mencoreng citra ruang publik dan kota secara keseluruhan.

Tuntutan Pengawasan Diperketat dan Edukasi Diperluas

Desakan netizen agar pengawasan diperketat bukan tanpa alasan. Masyarakat berharap ada langkah nyata, mulai dari penambahan petugas, pemasangan kamera pengawas, hingga patroli yang lebih intensif di jam-jam rawan.

Namun, pengawasan fisik perlu diimbangi dengan pendekatan edukatif. Pendidikan karakter, literasi digital, serta penguatan peran keluarga menjadi kunci agar remaja memiliki kesadaran batas antara ruang privat dan ruang publik. Tanpa itu, pengawasan seketat apa pun berpotensi hanya menjadi solusi jangka pendek.

Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau Whatsapp Channels

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPA Jatiwaringin Terbaru, 7 Fakta Kebakaran dan Proyek Sampah Tangerang
Sarwendah Gunung Kawi, Terbaru 6 Fakta Laporan Dugaan Fitnah
Viral: 6 Things Vanness Wu and Emi Aramaki's Marriage Revealed
Erin Wartia's 5-Point Demand as Former Household Helper for Peace Settlement Causes Stir
Main 6 points of Ruben Onsu ready to sue for child custody
Viral: 5 Moments of Luna Maya and Cinta Laura Energizing HYROX Jakarta
Nathalie Holscher's viral 5 points silence wedding date rumors
Sarwendah's 5-Point Report on Defamation and Slander

Berita Terkait

Thursday, 2 July 2026 - 13:30 WIB

TPA Jatiwaringin Terbaru, 7 Fakta Kebakaran dan Proyek Sampah Tangerang

Thursday, 2 July 2026 - 11:44 WIB

Sarwendah Gunung Kawi, Terbaru 6 Fakta Laporan Dugaan Fitnah

Tuesday, June 30, 2026 - 9:30 PM WIB

Viral: 6 Things Vanness Wu and Emi Aramaki's Marriage Revealed

Tuesday, June 30, 2026 - 9:25 PM WIB

Erin Wartia's 5-Point Demand as Former Household Helper for Peace Settlement Causes Stir

Tuesday, June 30, 2026 - 9:22 PM WIB

Main 6 points of Ruben Onsu ready to sue for child custody

Berita Terbaru

iPhone 16e, Wajib Tahu 7 Fakta HP Apple dengan Chip A18

Technology

iPhone 16e, Wajib Tahu 7 Fakta HP Apple dengan Chip A18

Thursday, 2 Jul 2026 - 13:19 WIB

Belgia vs Senegal, Terbaru 6 Fakta Comeback Dramatis 3-2

Sports

Belgia vs Senegal, Terbaru 6 Fakta Comeback Dramatis 3-2

Thursday, 2 Jul 2026 - 12:19 WIB