Viral! Rombongan Agen Travel Diduga Kena Getok Rp16 Juta di Pusat Seafood Labuan Bajo, Ketua Astindo Angkat Bicara

- Penulis

Friday, 31 October 2025 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral! Rombongan Agen Travel Diduga Kena Getok Rp16 Juta di Pusat Seafood Labuan Bajo, Ketua Astindo Angkat Bicara

Viral! Rombongan Agen Travel Diduga Kena Getok Rp16 Juta di Pusat Seafood Labuan Bajo, Ketua Astindo Angkat Bicara

Redaksiku.com – Gelombang kritik kembali menyeruak dari Labuan Bajo, destinasi wisata premium di ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kali ini, sorotan tajam publik mengarah pada dugaan kasus getok harga yang menimpa rombongan agen travel di Pusat Kuliner Seafood Kampung Ujung, kawasan kuliner yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata kuliner Labuan Bajo.

Kejadian tersebut mencuat setelah beredar informasi bahwa rombongan berisi lebih dari 20 orang dikenai tagihan makan hingga mencapai Rp16 juta, termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen. Angka fantastis itu sontak membuat heboh dunia maya dan memicu perdebatan tentang citra pariwisata Labuan Bajo di mata wisatawan domestik.

Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo), Pauline Suharno, membenarkan kejadian itu. Ia mengungkapkan bahwa rombongan tersebut terdiri dari para pelaku industri perjalanan dari berbagai daerah yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Labuan Bajo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tagihan awalnya mencapai Rp16 juta termasuk PPN. Setelah kami minta dihitung dan ditimbang ulang, akhirnya diturunkan menjadi Rp11 juta. Tapi ini tetap menjadi preseden buruk bagi destinasi wisata sebesar Labuan Bajo, ujar Pauline di sela kunjungan kerja, Selasa (28/10/2025).

Dugaan Getok Harga di Pusat Kuliner Populer

Peristiwa itu terjadi pada Senin malam (27/10/2025) di kawasan Kampung Ujung, lokasi yang dikenal sebagai sentra kuliner seafood paling ramai di Labuan Bajo. Tempat ini kerap menjadi pilihan utama bagi wisatawan domestik dan mancanegara yang ingin menikmati santapan laut segar sambil menikmati pemandangan tepi pantai.

Namun, kejadian malam itu justru menimbulkan rasa tidak nyaman bagi para tamu. Menurut Pauline, harga yang dibebankan terasa tidak wajar bahkan setelah dikurangi. Ia menilai, hal ini dapat merusak kepercayaan publik terhadap pelaku usaha kuliner dan mencoreng citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata berkelas dunia.

Kalau wisatawan domestik saja bisa kena getok seperti ini, bagaimana dengan wisatawan asing yang mungkin tidak tahu harga lokal? Ini bukan sekadar soal uang, tapi soal etika dan profesionalitas, tegasnya.

Nota Manual dan Transparansi Pajak Disorot

Selain soal harga yang melambung, Pauline juga menyoroti cara pencatatan transaksi yang dinilai tidak profesional. Tagihan yang diberikan kepada rombongan ternyata ditulis tangan, bukan dalam bentuk struk resmi dengan perincian pajak yang jelas.

Nota yang diberikan itu ditulis tangan. Kami tidak tahu PPN-nya disetor ke mana. Kami semua pelaku usaha yang taat pajak, tapi tentu ingin memastikan pajak yang kami bayar benar-benar masuk ke negara, bukan ke kantong pribadi, ujarnya dengan nada kecewa.

Ia menilai bahwa penggunaan nota manual tanpa perincian pajak yang sah tidak hanya menyalahi prosedur, tetapi juga menimbulkan kesan negatif bagi sektor pariwisata lokal yang sedang berjuang memperbaiki reputasi pascapandemi.

Viral! Rombongan Agen Travel Diduga Kena Getok Rp16 Juta di Pusat Seafood Labuan Bajo, Ketua Astindo Angkat Bicara
Viral! Rombongan Agen Travel Diduga Kena Getok Rp16 Juta di Pusat Seafood Labuan Bajo, Ketua Astindo Angkat Bicara

Sorotan pada Perlakuan terhadap Wisatawan Lokal

Dalam kesempatan yang sama, Pauline juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak membeda-bedakan harga antara wisatawan domestik dan mancanegara. Menurutnya, meski wajar memberikan harga berbeda untuk turis asing karena faktor pajak atau kurs mata uang, wisatawan lokal semestinya tidak mendapatkan perlakuan yang sama.

Kami bukan turis asing, kami wisatawan domestik. Kalau wisatawan asing kena harga tinggi mungkin bisa dimaklumi karena daya belinya berbeda, tapi jangan samakan kami dengan mereka. Ini bentuk ketidakadilan yang bisa membuat wisatawan lokal enggan datang lagi, ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa rombongan tersebut datang bukan sebagai tamu wisata biasa, melainkan para pemilik dan pengelola agen travel dari berbagai kota besar di Indonesia. Dengan kata lain, mereka adalah pelaku utama industri pariwisata nasional yang mestinya disambut dengan baik, bukan malah diperlakukan seolah-olah turis yang bisa ditarik keuntungannya.

Dampak terhadap Citra Pariwisata Labuan Bajo

Insiden ini sontak menjadi bahan pembicaraan hangat di media sosial. Banyak netizen menyayangkan bahwa praktik getok harga masih terjadi di destinasi yang digadang-gadang sebagai Bali Baru oleh pemerintah pusat.

Labuan Bajo, yang telah menggelar berbagai ajang internasional seperti KTT ASEAN 2023 dan G20 Tourism Forum, kini justru kembali viral karena masalah klasik harga makanan yang tidak transparan.

Kalau hal seperti ini terus terjadi, citra Labuan Bajo sebagai destinasi kelas dunia akan rusak. Wisatawan bisa kehilangan kepercayaan dan memilih destinasi lain, ujar Pauline.

Ia menambahkan bahwa kejadian ini mengingatkan dirinya pada masa lalu di Bali, ketika pariwisata daerah itu sempat tercoreng akibat maraknya praktik serupa.

Bali dulu juga sempat terkenal karena kasus getok harga. Wisatawan akhirnya bilang, ˜Ah, mahal di sana, mending ke tempat lain.™ Jangan sampai Labuan Bajo mengalami hal yang sama, ucapnya.

Kekhawatiran terhadap Pelaku Travel Lokal

Pauline juga mengaku bersyukur bahwa insiden ini tidak terjadi ketika rombongan membawa tamu wisata. Ia khawatir, jika tamu wisata yang menjadi korban, maka travel agent lokal justru akan disalahkan dan dianggap mengambil komisi dari selisih harga yang tidak wajar.

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral: 6 Things Vanness Wu and Emi Aramaki's Marriage Revealed
Erin Wartia's 5-Point Demand as Former Household Helper for Peace Settlement Causes Stir
Main 6 points of Ruben Onsu ready to sue for child custody
Viral: 5 Moments of Luna Maya and Cinta Laura Energizing HYROX Jakarta
Nathalie Holscher's viral 5 points silence wedding date rumors
Sarwendah's 5-Point Report on Defamation and Slander
Ramai 6 Poin Sarwendah Laporkan Akun Medsos Diduga Cemarkan Nama Baik
Geger 5 Poin Syahravi Laporkan Fariz RM ke Polda Metro Jaya

Berita Terkait

Tuesday, June 30, 2026 - 9:30 PM WIB

Viral: 6 Things Vanness Wu and Emi Aramaki's Marriage Revealed

Tuesday, June 30, 2026 - 9:25 PM WIB

Erin Wartia's 5-Point Demand as Former Household Helper for Peace Settlement Causes Stir

Tuesday, June 30, 2026 - 9:22 PM WIB

Main 6 points of Ruben Onsu ready to sue for child custody

Tuesday, 30 June 2026 - 21:11 WIB

Viral: 5 Moments of Luna Maya and Cinta Laura Energizing HYROX Jakarta

Tuesday, 30 June 2026 - 13:14 WIB

Nathalie Holscher's viral 5 points silence wedding date rumors

Berita Terbaru

Lamine Yamal Fit Lawan Austria, Terbaru 6 Fakta Jelang Duel

Sports

Lamine Yamal Fit Lawan Austria, Terbaru 6 Fakta Jelang Duel

Thursday, 2 Jul 2026 - 11:10 WIB

Amerika Serikat Lolos 16 Besar, Wajib Tahu 6 Fakta Kemenangan

Sports

Amerika Serikat Lolos 16 Besar, Wajib Tahu 6 Fakta Kemenangan

Thursday, 2 Jul 2026 - 10:54 WIB

Tielemans Bawa Belgia Lolos, 6 Fakta Comeback Dramatis

Sports

Tielemans Bawa Belgia Lolos, 6 Fakta Comeback Dramatis

Thursday, 2 Jul 2026 - 10:41 WIB