Viral! BEM UI Desak Purbaya Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan Usai Tanggapannya Terkait Tuntutan 17+8 Dinilai Merendahkan Suara Rakyat

- Penulis

Tuesday, 9 September 2025 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi unjuk rasa BEM UI tuntut pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari Menteri Keuangan viral. (Foto: Instagram @fakta.indo)

Aksi unjuk rasa BEM UI tuntut pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari Menteri Keuangan viral. (Foto: Instagram @fakta.indo)

BEM UI menggelar aksi di depan Gedung DPR RI pada Selasa 9 September 2025 untuk mendesak pencopotan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Aksi tersebut menjadi perhatian luas karena dilakukan hanya satu hari setelah Purbaya resmi dilantik sebagai menteri oleh Presiden Prabowo Subianto.

Gelombang mahasiswa yang hadir dalam demonstrasi ini menilai pernyataan Purbaya terkait Tuntutan Rakyat 17+8 telah merendahkan suara masyarakat.

Situasi ini memunculkan perdebatan baru di ruang publik tentang sensitivitas pejabat terhadap aspirasi rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran BEM UI di Senayan sekaligus memperlihatkan konsistensi mahasiswa dalam mengawal arah demokrasi. Dinamika ini juga menandai awal pemerintahan baru yang langsung diwarnai kritik keras dari kalangan intelektual muda.

Aksi BEM UI dan Desakan Pencopotan Menteri

Aksi unjuk rasa BEM UI tuntut pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari Menteri Keuangan viral. (Foto: Instagram @fakta.indo)
Viral! BEM UI Desak Purbaya Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan Usai Tanggapannya Terkait Tuntutan 17+8 Dinilai Merendahkan Suara Rakyat

Dalam orasinya, Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Diallo Hujanbir, menegaskan bahwa ucapan Purbaya melukai perasaan rakyat.

Ia menyebut bahwa pernyataan yang meremehkan suara masyarakat adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi.

Baru satu hari menjabat sebagai menteri, ia sudah mengeluarkan pernyataan yang sangat mengecewakan, ujarnya dengan lantang di hadapan massa.

Menurutnya, BEM UI turun ke jalan bukan untuk kepentingan kelompok, melainkan sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat kecil yang aspirasinya kerap diabaikan.

Ketua BEM UI Atan Zayyid Sulthan juga menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bagian dari pengawalan 17+8 Tuntutan Rakyat yang diajukan kepada DPR.

Ia menekankan pentingnya konsistensi mahasiswa dalam memastikan bahwa tuntutan tersebut tidak hanya menjadi wacana belaka.

Menurut Atan, jika pejabat publik meremehkan aspirasi rakyat sejak awal, maka ke depan akan semakin sulit memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.

Desakan agar Purbaya dicopot dari jabatannya menjadi simbol perlawanan terhadap arogansi politik yang dianggap merugikan rakyat.

Tanggapan Presiden dan Konteks Tuntutan Rakyat

Sehari sebelum aksi, Presiden Prabowo Subianto memberikan komentar terhadap Tuntutan Rakyat 17+8.

Menurut Prabowo, sebagian besar tuntutan tersebut bersifat normatif dan masuk akal untuk diperjuangkan.

Namun, ada juga beberapa poin yang menurutnya masih bisa dirundingkan kembali melalui mekanisme politik.

Sikap Presiden yang terbuka terhadap aspirasi rakyat justru kontras dengan ucapan Purbaya yang dianggap melecehkan suara masyarakat.

BEM UI menilai kontras tersebut sebagai bukti bahwa pejabat baru harus belajar menjaga tutur kata dan menghargai demokrasi.

Mereka mengingatkan bahwa jabatan menteri adalah amanah besar yang seharusnya digunakan untuk melayani, bukan meremehkan rakyat.

Hal ini memperlihatkan adanya jurang antara ekspektasi Presiden dengan perilaku pejabat di lapangan. Bagi mahasiswa, perbedaan sikap ini menjadi dasar penting untuk menuntut pencopotan Purbaya.

Fenomena Sensitivitas Politik

Dalam konteks lebih luas, desakan BEM UI terhadap Purbaya juga mencerminkan keresahan mahasiswa atas kualitas politik di Indonesia.

Fenomena masuknya tokoh populer atau figur yang minim pengalaman ke panggung politik kerap memunculkan masalah baru.

BEM UI menekankan bahwa jabatan publik membutuhkan integritas dan sensitivitas, bukan sekadar popularitas atau kedekatan politik.

Mereka menganggap bahwa pernyataan Purbaya hanyalah contoh kecil dari persoalan besar yang menimpa politik Indonesia.

Selain itu, mahasiswa juga mengingatkan publik agar tidak terjebak pada sikap permisif terhadap pejabat baru. Menurut mereka, setiap ucapan pejabat harus selalu dikawal karena dapat memengaruhi kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan. Dengan demikian, aksi BEM UI bukan hanya persoalan individu Purbaya, melainkan bagian dari upaya memperkuat kesadaran politik masyarakat.

Respons Publik dan Dampak Politik

Aksi BEM UI di DPR dengan cepat menyebar ke ruang publik melalui media massa dan media sosial.

Banyak kalangan yang memberikan dukungan atas sikap kritis mahasiswa tersebut. Namun, ada juga pihak yang menilai desakan pencopotan terlalu dini karena Purbaya baru sehari menjabat.

Perbedaan pandangan itu memperlihatkan bahwa masyarakat masih terbelah dalam menyikapi pernyataan kontroversial tersebut.

Terlepas dari pro dan kontra, aksi BEM UI tetap memiliki dampak signifikan terhadap iklim politik nasional. Pemerintah dituntut untuk lebih hati-hati dalam memilih dan mengarahkan pejabat publik agar tidak menimbulkan kegaduhan.

Selain itu, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa mahasiswa masih memainkan peran penting dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

Sebagai penutup, gerakan BEM UI kali ini membuktikan bahwa suara mahasiswa tetap relevan di tengah perubahan politik nasional. Tuntutan mereka agar Purbaya dicopot dari jabatan Menteri Keuangan memperlihatkan bahwa rakyat tidak segan mengkritik pejabat baru.

Situasi ini menegaskan pentingnya membangun kultur politik yang lebih peka terhadap aspirasi masyarakat.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPA Jatiwaringin Terbaru, 7 Fakta Kebakaran dan Proyek Sampah Tangerang
Sarwendah Gunung Kawi, Terbaru 6 Fakta Laporan Dugaan Fitnah
Viral: 6 Things Vanness Wu and Emi Aramaki's Marriage Revealed
Erin Wartia's 5-Point Demand as Former Household Helper for Peace Settlement Causes Stir
Main 6 points of Ruben Onsu ready to sue for child custody
Viral: 5 Moments of Luna Maya and Cinta Laura Energizing HYROX Jakarta
Nathalie Holscher's viral 5 points silence wedding date rumors
Sarwendah's 5-Point Report on Defamation and Slander

Berita Terkait

Thursday, 2 July 2026 - 13:30 WIB

TPA Jatiwaringin Terbaru, 7 Fakta Kebakaran dan Proyek Sampah Tangerang

Thursday, 2 July 2026 - 11:44 WIB

Sarwendah Gunung Kawi, Terbaru 6 Fakta Laporan Dugaan Fitnah

Tuesday, June 30, 2026 - 9:30 PM WIB

Viral: 6 Things Vanness Wu and Emi Aramaki's Marriage Revealed

Tuesday, June 30, 2026 - 9:25 PM WIB

Erin Wartia's 5-Point Demand as Former Household Helper for Peace Settlement Causes Stir

Tuesday, June 30, 2026 - 9:22 PM WIB

Main 6 points of Ruben Onsu ready to sue for child custody

Berita Terbaru

iPhone 16e, Wajib Tahu 7 Fakta HP Apple dengan Chip A18

Technology

iPhone 16e, Wajib Tahu 7 Fakta HP Apple dengan Chip A18

Thursday, 2 Jul 2026 - 13:19 WIB

Belgia vs Senegal, Terbaru 6 Fakta Comeback Dramatis 3-2

Sports

Belgia vs Senegal, Terbaru 6 Fakta Comeback Dramatis 3-2

Thursday, 2 Jul 2026 - 12:19 WIB