Viral! 2 Turis Asing Tertipu di Labuan Bajo NTT, Travel Ilegal Jadi Sorotan dan Pelaku Wisata Minta Maaf

- Penulis

Minggu, 27 Juli 2025 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Turis Inggris dan Filipina ditipu sopir travel ilegal di Labuan Bajo, pelaku wisata minta maaf terbuka. (Foto: Dok. Humas Polres Manggarai Barat)

Turis Inggris dan Filipina ditipu sopir travel ilegal di Labuan Bajo, pelaku wisata minta maaf terbuka. (Foto: Dok. Humas Polres Manggarai Barat)

Dua turis asing dilaporkan menjadi korban penipuan saat berwisata ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, yang langsung mendapat tanggapan dari pelaku wisata setempat.

Pelaku wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada dua turis asing yang diduga menjadi korban penipuan dan intimidasi oleh oknum sopir travel ilegal.

Insiden ini terjadi pada Mattew Daniel Lambden, turis asal Inggris, dan seorang rekannya yang berkewarganegaraan Filipina saat sedang menjelajahi keindahan destinasi premium Labuan Bajo.

Kronologi Kasus Penipuan Turis di Labuan Bajo

Turis Inggris dan Filipina ditipu sopir travel ilegal di Labuan Bajo, pelaku wisata minta maaf terbuka. (Foto: Dok. Humas Polres Manggarai Barat)
Viral! 2 Turis Asing Tertipu di Labuan Bajo NTT, Travel Ilegal Jadi Sorotan dan Pelaku Wisata Minta Maaf

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Manggarai Barat, Aloysius Suhartim Karya, menyampaikan permohonan maaf atas nama masyarakat lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut bahwa kejadian tersebut mencoreng citra Labuan Bajo yang tengah berbenah menjadi destinasi wisata unggulan nasional dan internasional.

“Atas nama masyarakat Labuan Bajo, Flores, kami menyampaikan permohonan maaf kepada Mattew yang memperoleh pengalaman wisata kurang menyenangkan,” ujar Aloysius.

Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Polres Manggarai Barat atas tindakan cepat yang dilakukan untuk mengamankan turis asing dari dugaan intimidasi dan ancaman.

Tindakan cepat aparat dinilai sebagai langkah penting untuk menjaga kepercayaan dunia terhadap Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas.

Aloysius menekankan bahwa peristiwa ini seharusnya dijadikan pelajaran kolektif bagi semua pihak, termasuk wisatawan, pelaku pariwisata lokal, dan masyarakat luas.

Menurutnya, menjaga keamanan dan kenyamanan turis atau wisatawan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama yang harus dijaga dengan serius.

Ia pun mendorong para wisatawan agar tidak sembarangan dalam memilih jasa perjalanan selama berada di kawasan Labuan Bajo.

Travel Legal dan Peran Pemandu Resmi

Aloysius secara tegas mengimbau wisatawan untuk selalu menggunakan jasa biro perjalanan resmi dan pemandu wisata legal yang memiliki izin dari pemerintah.

Menurutnya, travel resmi biasanya memiliki SOP pelayanan dan komitmen perlindungan konsumen yang jelas.

Dengan memilih travel agent legal, wisatawan akan terlindung dari berbagai modus penipuan, intimidasi, atau pungutan liar yang tidak masuk akal.

Selain itu, pemandu wisata resmi juga memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk mendampingi dan menjaga keselamatan tamu mereka.

Penggunaan pemandu tidak resmi atau jasa abal-abal sering kali menjadi celah terjadinya konflik antara wisatawan dan oknum pelaku jasa ilegal.

 

Insiden yang menimpa Mattew Lambden dan rekannya, menurut Aloysius, tidak boleh dianggap remeh karena bisa berdampak jangka panjang terhadap kepercayaan dunia terhadap pariwisata Indonesia.

Sebagai destinasi kelas dunia, reputasi Labuan Bajo sangat bergantung pada kenyamanan dan kepuasan wisatawan.

Sekali reputasi tercoreng, pemulihan citra bisa membutuhkan waktu panjang, apalagi di era media sosial di mana informasi menyebar dengan sangat cepat.

Oleh karena itu, Aloysius juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berperan serta dalam mengawasi praktik ilegal di sektor pariwisata.

Kehadiran masyarakat sebagai mata dan telinga di lapangan bisa menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan industri wisata yang mereka andalkan.

 

Peran Polisi dan Tindakan Lanjutan

Langkah cepat Polres Manggarai Barat dalam mengamankan dan merespons aduan dari turis asing mendapat pujian luas dari pelaku wisata dan warga lokal.

Kepolisian diminta terus menindak tegas travel gelap, calo ilegal, serta sopir-sopir tidak berizin yang kerap meresahkan.

Penegakan hukum dinilai menjadi elemen penting agar turis atau wisatawan merasa aman dan terlindungi selama menjelajahi Flores dan Labuan Bajo.

Selain pengawasan langsung, edukasi kepada pelaku wisata tentang pentingnya legalitas usaha mereka juga mutlak diperlukan.

Dinas pariwisata daerah diharapkan berperan aktif dalam memberikan pelatihan, sosialisasi hukum pariwisata, hingga sertifikasi bagi pemandu dan pengusaha perjalanan wisata.

Labuan Bajo Masih Jadi Primadona Wisata

Meskipun insiden ini menodai pengalaman sebagian wisatawan atau turis asing, Labuan Bajo tetap memiliki daya tarik luar biasa yang tidak dapat disangkal.

Destinasi ini dikenal karena akses menuju Taman Nasional Komodo, pantai-pantai eksotis, hingga budaya lokal yang unik.

Pelaku wisata menyadari bahwa kejadian ini adalah alarm agar pelayanan pariwisata dibenahi secara menyeluruh.

Dalam jangka panjang, sistem wisata yang tertib, legal, dan ramah wisatawan adalah kunci mempertahankan posisi Labuan Bajo sebagai destinasi unggulan Indonesia.

Pelaku wisata berharap wisatawan mancanegara tidak menggeneralisasi pengalaman buruk ini terhadap seluruh layanan di Flores.

Sebagai upaya pemulihan citra, pelaku wisata berencana mengadakan kampanye sadar wisata dan peningkatan kualitas layanan secara bertahap.

Selain itu, kolaborasi dengan aparat hukum, pemerintah daerah, dan komunitas lokal menjadi krusial agar kasus serupa tidak terulang.

Masyarakat pun diharapkan ikut mengedukasi tamu wisatawan tentang mana jasa yang legal dan mana yang tidak.

Labuan Bajo diharapkan menjadi contoh reformasi destinasi yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga aman, profesional, dan beretika.

Permintaan maaf terbuka ini menjadi langkah awal menuju wisata yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya
Siswa SMK di Kupang Tusuk Guru Saat Tidur, Ini Motif yang Diungkap Polisi
Timeline LPDP Batch 2 2026 Lengkap, Catat Semua Tahap Seleksi agar Tidak Terlewat

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?

Berita Terbaru

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Lowongan Kerja

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Selasa, 18 Agu 2026 - 22:59 WIB

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB