Dua turis asing dilaporkan menjadi korban penipuan saat berwisata ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, yang langsung mendapat tanggapan dari pelaku wisata setempat.
Pelaku wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada dua turis asing yang diduga menjadi korban penipuan dan intimidasi oleh oknum sopir travel ilegal.
Insiden ini terjadi pada Mattew Daniel Lambden, turis asal Inggris, dan seorang rekannya yang berkewarganegaraan Filipina saat sedang menjelajahi keindahan destinasi premium Labuan Bajo.
Kronologi Kasus Penipuan Turis di Labuan Bajo

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Manggarai Barat, Aloysius Suhartim Karya, menyampaikan permohonan maaf atas nama masyarakat lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut bahwa kejadian tersebut mencoreng citra Labuan Bajo yang tengah berbenah menjadi destinasi wisata unggulan nasional dan internasional.
“Atas nama masyarakat Labuan Bajo, Flores, kami menyampaikan permohonan maaf kepada Mattew yang memperoleh pengalaman wisata kurang menyenangkan,” ujar Aloysius.
Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Polres Manggarai Barat atas tindakan cepat yang dilakukan untuk mengamankan turis asing dari dugaan intimidasi dan ancaman.
Tindakan cepat aparat dinilai sebagai langkah penting untuk menjaga kepercayaan dunia terhadap Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas.
Aloysius menekankan bahwa peristiwa ini seharusnya dijadikan pelajaran kolektif bagi semua pihak, termasuk wisatawan, pelaku pariwisata lokal, dan masyarakat luas.
Menurutnya, menjaga keamanan dan kenyamanan turis atau wisatawan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama yang harus dijaga dengan serius.
Ia pun mendorong para wisatawan agar tidak sembarangan dalam memilih jasa perjalanan selama berada di kawasan Labuan Bajo.
Travel Legal dan Peran Pemandu Resmi
Aloysius secara tegas mengimbau wisatawan untuk selalu menggunakan jasa biro perjalanan resmi dan pemandu wisata legal yang memiliki izin dari pemerintah.
Menurutnya, travel resmi biasanya memiliki SOP pelayanan dan komitmen perlindungan konsumen yang jelas.
Dengan memilih travel agent legal, wisatawan akan terlindung dari berbagai modus penipuan, intimidasi, atau pungutan liar yang tidak masuk akal.
Selain itu, pemandu wisata resmi juga memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk mendampingi dan menjaga keselamatan tamu mereka.
Penggunaan pemandu tidak resmi atau jasa abal-abal sering kali menjadi celah terjadinya konflik antara wisatawan dan oknum pelaku jasa ilegal.
Insiden yang menimpa Mattew Lambden dan rekannya, menurut Aloysius, tidak boleh dianggap remeh karena bisa berdampak jangka panjang terhadap kepercayaan dunia terhadap pariwisata Indonesia.
Sebagai destinasi kelas dunia, reputasi Labuan Bajo sangat bergantung pada kenyamanan dan kepuasan wisatawan.
Sekali reputasi tercoreng, pemulihan citra bisa membutuhkan waktu panjang, apalagi di era media sosial di mana informasi menyebar dengan sangat cepat.
Oleh karena itu, Aloysius juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berperan serta dalam mengawasi praktik ilegal di sektor pariwisata.
Kehadiran masyarakat sebagai mata dan telinga di lapangan bisa menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan industri wisata yang mereka andalkan.
Peran Polisi dan Tindakan Lanjutan
Langkah cepat Polres Manggarai Barat dalam mengamankan dan merespons aduan dari turis asing mendapat pujian luas dari pelaku wisata dan warga lokal.
Kepolisian diminta terus menindak tegas travel gelap, calo ilegal, serta sopir-sopir tidak berizin yang kerap meresahkan.
Penegakan hukum dinilai menjadi elemen penting agar turis atau wisatawan merasa aman dan terlindungi selama menjelajahi Flores dan Labuan Bajo.
Selain pengawasan langsung, edukasi kepada pelaku wisata tentang pentingnya legalitas usaha mereka juga mutlak diperlukan.
Dinas pariwisata daerah diharapkan berperan aktif dalam memberikan pelatihan, sosialisasi hukum pariwisata, hingga sertifikasi bagi pemandu dan pengusaha perjalanan wisata.
Labuan Bajo Masih Jadi Primadona Wisata
Meskipun insiden ini menodai pengalaman sebagian wisatawan atau turis asing, Labuan Bajo tetap memiliki daya tarik luar biasa yang tidak dapat disangkal.
Destinasi ini dikenal karena akses menuju Taman Nasional Komodo, pantai-pantai eksotis, hingga budaya lokal yang unik.
Pelaku wisata menyadari bahwa kejadian ini adalah alarm agar pelayanan pariwisata dibenahi secara menyeluruh.
Dalam jangka panjang, sistem wisata yang tertib, legal, dan ramah wisatawan adalah kunci mempertahankan posisi Labuan Bajo sebagai destinasi unggulan Indonesia.
Pelaku wisata berharap wisatawan mancanegara tidak menggeneralisasi pengalaman buruk ini terhadap seluruh layanan di Flores.
Sebagai upaya pemulihan citra, pelaku wisata berencana mengadakan kampanye sadar wisata dan peningkatan kualitas layanan secara bertahap.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






