Baru-baru ini, sebuah video yang memperlihatkan siswa dari Sekolah Al Azhar Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sedang melakukan study tour ke Eropa menjadi viral di media sosial.
Keberangkatan para siswa ini terjadi di tengah larangan serupa yang diberlakukan di beberapa daerah untuk mencegah penyebaran virus dan meminimalkan kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Kegiatan ini dibagi menjadi dua kloter, di mana kloter pertama berangkat pada 19-28 April 2025, dan kloter kedua pada 29 April-8 Mei 2025.
Kejadian ini pun mendapat perhatian luas dari netizen, yang ramai membandingkan dengan kebijakan sekolah-sekolah lain yang tidak memperbolehkan study tour di tengah situasi pandemi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanggapan Dinas Pendidikan Karanganyar

Terkait video yang viral tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar memberikan klarifikasi.
Kepala Disdikbud Kabupaten Karanganyar, Agam Bintoro, menyatakan bahwa pihaknya tidak mempersoalkan kegiatan study tour tersebut.
Itu tidak masalah, selama tidak ada paksaan dari pihak sekolah, kata Agam Bintoro pada Selasa (13/5/2025).
Menurut Agam, kegiatan study tour ke luar negeri sudah menjadi rutinitas bagi Sekolah Al Azhar Karangpandan, bahkan sejak sekolah tersebut berdiri.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada protes atau keluhan dari wali murid mengenai kegiatan tersebut, yang berarti bahwa program ini berjalan dengan persetujuan orang tua siswa.
Program Kurikulum Internasional Sekolah Al Azhar
Sementara itu, Direktur Urusan Internasional dan Humas Al Azhar IIBS, Ahmad Zulfiqar, menjelaskan bahwa kegiatan study tour yang dilakukan oleh sekolahnya merupakan bagian dari kurikulum internasional yang telah terstruktur.
Program ini bukan sekadar kegiatan rekreasi, melainkan bagian dari pendidikan yang bersifat selektif dan operasional.
Siswa yang memiliki prestasi dari hasil kegiatan belajar mengajar di sini mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program ini, ujar Ahmad Zulfiqar.
Ia menambahkan bahwa sekolahnya sudah memiliki pengalaman dalam mengadakan study tour ke luar negeri, dan beberapa negara yang pernah dikunjungi oleh para siswa adalah Madinah, Jepang, Prancis, dan Australia.
Study Tour yang Telah Dilakukan Sekolah Al Azhar
Sejak awal berdirinya, Sekolah Al Azhar Karangpandan sudah rutin melakukan kegiatan study tour ke luar negeri sebagai bagian dari kurikulum yang mereka tawarkan.
Beberapa negara yang telah dikunjungi oleh siswa Al Azhar antara lain Madinah, Jepang, Prancis, dan Australia.
Dengan adanya program seperti ini, sekolah berharap dapat memberikan pengalaman internasional yang berharga bagi para siswa, sekaligus memperkenalkan mereka dengan budaya dan sistem pendidikan di negara lain.
Meski demikian, kegiatan ini tetap bersifat sukarela, di mana para siswa yang memiliki prestasi dalam bidang akademis dan kegiatan lainnya akan mendapatkan kesempatan untuk ikut serta.
Tanggapan Pemkab Karanganyar
Pemerintah Kabupaten Karanganyar sendiri tidak mempersoalkoalklkan kegiatan study tour yang dilakukan oleh Sekolah Al Azhar Karangpandan.
Agam Bintoro menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan hak masing-masing sekolah, dan asalkan tidak ada paksaan kepada siswa serta mendapat persetujuan orang tua, kegiatan tersebut bisa berjalan sesuai rencana.
“Itu merupakan kebijakan masing-masing sekolah, dan sah-sah saja selama tidak ada unsur paksaan dari sekolah terhadap siswa,” tambah Agam.
Pemerintah daerah menyatakan bahwa selama kegiatan tersebut tidak menimbulkan masalah atau keluhan, maka kegiatan tersebut akan diterima sebagai bagian dari kebijakan pendidikan yang ada.
Keberangkatan siswa Al Azhar Karangpandan ke Eropa, khususnya ke Paris, ini juga memicu reaksi beragam dari netizen.
Beberapa pihak menganggap bahwa program tersebut bertentangan dengan kebijakan di daerah lain yang lebih ketat dalam mengatur kegiatan luar negeri di tengah pandemi atau larangan serupa.
Netizen ramai membandingkan dengan kondisi di sekolah-sekolah lain yang melarang kegiatan study tour untuk menjaga keselamatan siswa dan menghindari risiko penularan penyakit.
Meski demikian, ada juga yang mendukung kegiatan ini, dengan alasan bahwa pihak sekolah sudah memperhitungkan berbagai aspek, termasuk protokol kesehatan yang ketat.
Meski video mengenai study tour siswa Al Azhar Karangpandan ke Eropa viral dan memicu perdebatan di kalangan netizen, kegiatan tersebut tetap mendapat dukungan dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Karanganyar.
Selama kegiatan tersebut dilakukan dengan persetujuan orang tua dan mengikuti prosedur yang ditetapkan, pihak sekolah merasa tidak ada masalah dengan program tersebut.
Di sisi lain, bagi sekolah lain yang tidak memperbolehkan kegiatan semacam ini, tentu memiliki kebijakan yang berbeda yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing.
Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan terkait kegiatan luar negeri di sekolah-sekolah sangat bergantung pada banyak faktor, termasuk persetujuan orang tua dan kesiapan sekolah dalam menjalankan protokol kesehatan yang ketat.***
Halaman : 1 2 Selanjutnya






