Trump Kembali Disorot Usai Unggah Video Rasis yang Menyerang Barack Obama

- Penulis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trump Kembali Disorot Usai Unggah Video Rasis yang Menyerang Barack Obama

Trump Kembali Disorot Usai Unggah Video Rasis yang Menyerang Barack Obama

Redaksiku.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menuai kontroversi setelah mengunggah sebuah video bernuansa rasis yang menargetkan mantan Presiden Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama.

Konten tersebut segera memicu gelombang kecaman, khususnya dari kalangan Partai Demokrat, yang menilai unggahan itu sebagai bentuk pelecehan rasial sekaligus penyebaran informasi palsu.

Video bermasalah itu dibagikan Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Kamis (5/2/2026) waktu setempat. Dalam tayangan tersebut, Barack dan Michelle Obama digambarkan sebagai monyetšsebuah representasi yang secara historis kerap digunakan dalam narasi rasis terhadap komunitas kulit hitam di Amerika Serikat.

Tak hanya memuat unsur rasisme, video tersebut juga mengulang teori konspirasi lama terkait pemilu presiden Amerika Serikat 2020. Narasi yang disebarkan kembali menuding perusahaan penghitungan suara Dominion Voting Systems sebagai pihak yang diduga membantu mencuri kemenangan Trump, klaim yang telah berulang kali dibantah dan dipatahkan di pengadilan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Reaksi Keras dari Kubu Demokrat

Unggahan tersebut langsung memicu respons keras dari berbagai tokoh Partai Demokrat. Salah satu kecaman paling lantang datang dari kantor Gubernur California Gavin Newsom. Newsom, yang kerap disebut sebagai salah satu figur kuat Demokrat untuk pemilihan presiden 2028, dikenal sebagai pengkritik vokal Donald Trump.

Melalui akun resmi di platform X, kantor Newsom menyebut unggahan Trump sebagai perilaku yang tidak pantas dan memalukan bagi seorang presiden.

Perilaku Presiden yang menjijikkan. Setiap anggota Partai Republik harus mengecam ini. Sekarang juga,â⚬ tulis pernyataan tersebut.

Pernyataan itu mencerminkan kekhawatiran Demokrat bahwa tindakan Trump tidak hanya memperkeruh iklim politik nasional, tetapi juga memperdalam polarisasi sosial yang telah lama membelah masyarakat Amerika.

Dinilai Tinggalkan Noda Sejarah

Kecaman juga datang dari Ben Rhodes, mantan penasihat keamanan nasional Barack Obama yang dikenal sebagai salah satu lingkaran terdekat keluarga Obama selama masa kepresidenan. Rhodes secara tegas menyebut video tersebut sebagai tindakan rasis yang akan dicatat buruk dalam sejarah politik Amerika Serikat.

Dalam unggahannya di X, Rhodes menilai bahwa persepsi publik terhadap Trump di masa depan akan sangat dipengaruhi oleh tindakan-tindakan semacam ini.

Biarlah hal itu menghantui Trump dan para pengikutnya yang rasis, bahwa warga Amerika di masa depan akan menganggap keluarga Obama sebagai figur yang dicintai, sementara Trump akan dipandang sebagai noda dalam sejarah kita, tulis Rhodes.

Pernyataan tersebut menegaskan keyakinan banyak kalangan Demokrat bahwa warisan politik Obama akan tetap positif di mata publik, sementara tindakan Trump justru berpotensi merusak citranya sendiri.

Trump Kembali Disorot Usai Unggah Video Rasis yang Menyerang Barack Obama
Trump Kembali Disorot Usai Unggah Video Rasis yang Menyerang Barack Obama

Pengulangan Klaim Pemilu yang Telah Dibantah

Selain unsur rasis, video yang diunggah Trump juga menghidupkan kembali klaim tidak berdasar mengenai kecurangan pemilu 2020. Dominion Voting Systems kembali disebut sebagai pihak yang diduga berperan dalam kekalahan Trump dari Joe Biden.

Padahal, berbagai lembaga peradilan di Amerika Serikat telah menolak gugatan Trump dan sekutunya terkait tuduhan tersebut. Dominion sendiri sebelumnya juga telah memenangkan gugatan pencemaran nama baik terhadap sejumlah media dan tokoh yang menyebarkan klaim serupa.

Pengamat politik menilai pengulangan narasi ini menunjukkan konsistensi Trump dalam membangun basis pendukung melalui teori konspirasi, meski klaim tersebut telah berkali-kali dipatahkan oleh fakta dan putusan hukum.

Kontroversi Berulang di Media Sosial

Ini bukan kali pertama Donald Trump memicu kontroversi melalui unggahan di media sosial. Sejak kembali aktif di Truth Social, Trump kerap membagikan konten provokatif yang menyerang lawan politiknya, institusi demokrasi, hingga kelompok tertentu.

Namun, penggunaan simbol rasis terhadap keluarga Obama dinilai sebagai eskalasi baru yang lebih serius. Sejumlah organisasi hak sipil menyebut representasi semacam itu berbahaya karena menghidupkan kembali stereotip rasial yang telah lama digunakan untuk mendiskreditkan warga kulit hitam di Amerika.

Dalam konteks politik nasional, unggahan tersebut dinilai semakin memperuncing ketegangan antara pendukung Trump dan kelompok oposisi. Banyak pihak menilai langkah ini lebih bersifat mobilisasi emosi dibandingkan upaya membangun wacana politik substantif.

Implikasi Politik Jelang Pemilu Mendatang

Meski menuai kecaman luas, sebagian analis menilai Trump kemungkinan tidak akan menarik atau meminta maaf atas unggahan tersebut. Selama ini, strategi komunikasi Trump kerap mengandalkan kontroversi untuk mempertahankan perhatian publik dan loyalitas basis pemilihnya.

Namun, langkah ini juga berisiko memperlebar jarak dengan pemilih moderat dan independen yang sensitif terhadap isu rasisme dan penyebaran disinformasi. Dengan suhu politik Amerika yang semakin memanas menjelang siklus pemilu berikutnya, setiap unggahan dari figur sekelas Trump berpotensi membawa dampak besar.

Bagi Partai Demokrat, insiden ini kembali dijadikan contoh untuk menegaskan narasi bahwa Trump dianggap tidak layak secara moral dan etika untuk kembali memimpin Amerika Serikat.

Ujian Etika Kepemimpinan Digital

Kontroversi ini juga memunculkan kembali perdebatan mengenai tanggung jawab etika seorang pemimpin dalam era media sosial. Sebagai presiden, setiap pernyataan Trump dinilai tidak hanya sebagai opini pribadi, tetapi juga sebagai representasi institusi negara.

Banyak pengamat menilai unggahan tersebut menunjukkan lemahnya kontrol dan pertimbangan etis dalam komunikasi digital tingkat tinggi. Di tengah meningkatnya kesadaran global terhadap isu rasisme, tindakan semacam ini justru dinilai mundur dari semangat inklusivitas.

Kasus ini menambah daftar panjang polemik yang melekat pada kepemimpinan Donald Trump sebuah rangkaian kontroversi yang kemungkinan besar akan terus membayangi perjalanan politiknya di mata publik Amerika maupun dunia.

Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Meriahkan HUT RI, Kapolres Barru Kawal Konvoi Merah Putih
Pangkalan Militer Jadi Sorotan Saat AS Perkuat Hubungan Pertahanan dengan ASEAN
CPNS 2026 Belum Resmi Dibuka, Waspada Link Pendaftaran Palsu
Cara Cek Desil DTSEN 2026 Pakai NIK KTP, Bisa Lewat HP
Prabowo Sampaikan 121 Kebijakan Transformatif, Ini Agenda Besar Pemerintah
Demo Hari Ini di Jakarta, Apa yang Terjadi di Tengah Pidato Presiden?
Pidato Presiden 14 Agustus 2026: Apa Saja yang Akan Disampaikan Prabowo?

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:40 WIB

Meriahkan HUT RI, Kapolres Barru Kawal Konvoi Merah Putih

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:42 WIB

Pangkalan Militer Jadi Sorotan Saat AS Perkuat Hubungan Pertahanan dengan ASEAN

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:00 WIB

CPNS 2026 Belum Resmi Dibuka, Waspada Link Pendaftaran Palsu

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:03 WIB

Cara Cek Desil DTSEN 2026 Pakai NIK KTP, Bisa Lewat HP

Berita Terbaru

Meriah! Konvoi Merah Putih di Barru, Kapolres Kawal Langsung

Internasional

Meriahkan HUT RI, Kapolres Barru Kawal Konvoi Merah Putih

Minggu, 16 Agu 2026 - 10:40 WIB