Redaksiku.com Silent bullying merupakan salah satu jenis perundungan yang tidak begitu nampak, tapi bisa dirasakan oleh korban dan bisa dilihat dengan jelas oleh orang yang memperhatikan. Biasanya pelaku melakukan silent bullying dengan sengaja, parahnya dia bisa menghasut orang lain untuk ikut melakukan silent bullying pada korban.
Contoh-contoh Tindakan Silent bullying
1. Mengabaikan
Pelaku silent bullying biasa suka mengabaikan korban, meskipun berada dalam ruangan yang sama dan saling berdekatan biasanya pelaku bullying tidak akan menganggap korban ada. Pelaku juga menghindari tatap muka, berjabat tangan dan berinteraksi dengan korban.
Meskipun saat korban bullying mencoba untuk mendekati dan memulai interaksi dengannya, biasanya mereka memilih jaga jarak dan kalaupun terpaksa untuk melakukan interaksi mereka akan menjawab singkat sambil menunjukan ekspresi yang kurang welcome.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
2. Mengucilkan
Pelaku biasanya menghasut orang lain agar bersedia untuk menjauhi korban, tentunya orang lain tidak akan langsung mengikuti keinginan pelaku. namun karena pelaku pandai memanipulasi orang lain, maka dia dengan mudah membuat orang lain percaya dan mengikuti keinginan pelaku.
Korban yang tidak mengetahui apa-apa dan letak kesalahannya, akhirnya hanya bisa pasrah melihat teman-temannya menjauhi dirinya. Tentu saja karena tindakan mengucilkan dari teman-temannya dapat membuat mental menjadi tertekan, stress dan kurang percaya diri.
3. Baik Jika Ada Perlunya Saja
Contoh yang menandakan perilaku silent bullying selanjutnya yaitu mereka biasanya baik pada korban saat ada perlunya saja, jika tidak ada kepean atau keperluan tertentu mereka enggan untuk mendekati dan melakukan interaksi. Pada saat butuh, mereka tiba-tiba bisa mendadak baik agar korban bersedia membantunya.
Sebenarnya korban sadar bahwa pelaku bullying sedang memanfaatkan dirinya untuk membantu melakukan dan menyelesaikan kepentingan pribadi, namun mereka tetap membantu nya dan berharap dikemudian hari hati orang yang melakukan pembulian bisa luluh dan tidak melakukan bullying lagi padanya.
Dampak Negatif Silent Bullying Bagi Korban
1. Kurang Percaya Diri
Dampak negatif dari silent bullying yaitu korban menjadi kurang percaya diri, mereka selalu merasa ada yang salah dengan dirinya. Pemikiran ini bisa muncul akibat orang lain selalu menjauhi, mengabaikan dan mengucilkannya padahal sebenarnya dia tidak melakukan kesalahan apapun.
Akibat sering mendapatkan perilaku silent bullying dari orang terdekatnya, pada saat korban berada di dalam lingkungan baru mereka selalu menutup diri dan enggan berinteraksi dengan orang lain. Karena mereka takut jika orang lain merasa tidak nyaman saat berada didekatnya.
2. Stress
Siapa yang tidak sedih, jika dirinya selalu dijauhi dan diabaikan oleh orang-orang terdekatnya tanpa mengetahui kesalahannya? Tentu saja setiap orang yang mendapatkan perlakuan seperti itu akan merasa sedih, cemas, kesal dan stress karena dijauhi tanpa adanya alasan yang jelas.
Aksi silent bullying memang tidak menimbulkan luka fisik namun bisa mempengaruhi kesehatan mental korban, ada beberapa orang yang mengalami silent bullying ini mereka seperti kehilangan rasa semangat hidup sehingga bisa mempengaruhi kesehatan fisiknya juga.
3. Dapat Menurunkan Kemampuan Akademik
Dampak dari silent bullying bagi korban juga tidak main-main terlebih lagi bagi mereka yang sedang duduk di bangku sekolah mereka bisa mengalami penurunan konsentrasi, kehilangan motivasi belajar sehingga hal tersebut dapat menurunkan kemampuan akademiknya.
Di beberapa kejadian ada beberapa murid yang terkenal cerdas namun terkena silent bullying dari teman-temannya akibatnya dia sering merasa sedih, kesepian dan frustasi menghadapi sikap teman-temannya yang terus menjauhinya. Sehingga dia kehilangan rasa semangat untuk bersekolah dan belajar, hal ini merupakan bukti bahwa kasus bullying sangat merugikan orang lain.
Cara Mengatasi Silent Bullying Bagi Korban
- Menyadari dan menerima bahwa sedang menjadi target bullying
- Menguatkan mental
- Mulai membangun rasa percaya diri
- Jadi diri sendiri
- Lapor guru BK atau guru pembimbing
- Mencari dukungan dari teman terdekat
- Terbuka pada orang tua
- Mempelajari teknik koping
Itulah beberapa penjelasan mengenai silent bullying, contoh dan dampak negatifnya juga cara mengatasi silent bullying, memberikan edukasi tentang bullying di lingkungan sekolah maupun keluarga dapat membantu mencegah terjadinya bullying.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau
Penulis : Argafica
Editor : Argafica






