Gegerkan Publik! Pernyataan Oknum HRD Sebut Job Fair Digelar Hanya untuk Formalitas Viral, Wamenaker Angkat Bicara

- Penulis

Sabtu, 31 Mei 2025 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral HRD sebut job fair di Bekasi cuma formalitas, pelamar kecewa, Wamenaker desak sanksi tegas segera dijatuhkan. (Foto: Instagram @immanuelebenezer)

Viral HRD sebut job fair di Bekasi cuma formalitas, pelamar kecewa, Wamenaker desak sanksi tegas segera dijatuhkan. (Foto: Instagram @immanuelebenezer)

Pernyataan oknum HRD sebut job fair digelar hanya untuk formalitas mendadak viral dan memicu kegaduhan di tengah euforia pencari kerja.

Ajang job fair Bekasi 2025 yang semula menjadi harapan ribuan pelamar, justru tercoreng oleh sikap tidak profesional salah satu perwakilan perusahaan.

Reaksi keras datang dari berbagai pihak, termasuk Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk kebohongan publik.

Job Fair di Bekasi Dibanjiri Ribuan Pelamar, Ini Pernyataan Oknum HRD yang Viral

Viral HRD sebut job fair di Bekasi cuma formalitas, pelamar kecewa, Wamenaker desak sanksi tegas segera dijatuhkan. (Foto: Instagram @immanuelebenezer)
Gegerkan Publik! Pernyataan Oknum HRD Sebut Job Fair Digelar Hanya untuk Formalitas Viral, Wamenaker Angkat Bicara

Job fair di Bekasi yang digelar awal Mei 2025 disambut antusiasme luar biasa dari masyarakat, bahkan melebihi ekspektasi panitia penyelenggara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara ini awalnya diperkirakan hanya dihadiri 2.000 hingga 2.500 pelamar kerja, namun kenyataannya puluhan ribu pencari kerja memadati lokasi hingga menimbulkan antrean panjang.

Kerumunan pelamar yang datang dari berbagai daerah menunjukkan betapa besar harapan masyarakat terhadap kesempatan kerja melalui job fair Bekasi ini.

Sayangnya, semangat tersebut dirusak oleh pernyataan seorang HRD perusahaan peserta yang menyebut rekrutmen di job fair hanya formalitas belaka.

Cuplikan video berisi pernyataan itu beredar luas di media sosial dan memicu kemarahan banyak pihak, terutama para pencari kerja yang merasa dipermainkan.

Ucapan tersebut dianggap merendahkan semangat pelamar yang dengan susah payah datang dan mengantre demi peluang pekerjaan.

Mereka merasa kehadiran perusahaan hanya untuk menggugurkan kewajiban administratif, bukan benar-benar mencari tenaga kerja baru.

Pernyataan itu juga dikhawatirkan menurunkan kredibilitas job fair Bekasi sebagai program yang seharusnya membuka akses kerja secara luas dan adil.

Wamenaker Bereaksi Keras atas Pernyataan HRD di Job Fair Bekasi

Menanggapi kontroversi tersebut, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer langsung angkat suara dan mengecam keras pernyataan oknum HRD tersebut.

Ia menyebut tindakan itu sebagai sikap tidak bertanggung jawab yang bisa merusak moral para pencari kerja dan mencoreng wajah program pemerintah.

Orang seperti itu tidak pantas menduduki posisi HRD. Harusnya langsung dipecat, tegas Immanuel dalam wawancara yang dikutip pada Sabtu, 3 Mei 2025.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan menelusuri perusahaan tempat HRD tersebut bekerja dan tidak segan merekomendasikan sanksi tegas.

Menurut Immanuel, mengatakan bahwa rekrutmen hanya formalitas adalah bentuk penghinaan terhadap upaya jutaan rakyat Indonesia yang tengah mencari pekerjaan.

Jangan bikin job fair kalau hanya ingin formalitas. Ini penghinaan terhadap rakyat. Saya mau tahu siapa HRD dan perusahaannya, tegasnya.

Ia pun menggarisbawahi bahwa job fair Bekasi bukan sekadar program seremonial, tapi bagian dari strategi pemerintah membuka akses kerja yang setara dan masif.

Wamenaker juga menyampaikan bahwa pihak kementerian akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan job fair, termasuk mekanisme pendaftaran hingga pemilihan perusahaan peserta.

Dengan begitu, diharapkan ke depan tidak ada lagi perusahaan yang menjadikan program ini sekadar pajangan tanpa niat perekrutan nyata.

Evaluasi Job Fair Bekasi Jadi Prioritas: Pemerintah Diminta Selektif Terhadap Perusahaan Peserta

Setelah insiden tersebut, pemerintah diharapkan segera melakukan pembenahan besar terhadap teknis pelaksanaan job fair Bekasi dan program serupa di kota lain.

Kepadatan peserta yang melampaui kapasitas dan sikap tidak profesional dari oknum HRD harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.

Pemerintah daerah dan panitia penyelenggara perlu lebih selektif dalam memilih perusahaan peserta dan mewajibkan komitmen rekrutmen yang jelas.

Immanuel menyebutkan bahwa fakta di lapangan tidak boleh disangkal atau diputarbalikkan demi kepentingan segelintir pihak.

Kalau ada yang menyebar narasi palsu, itu berbahaya. Tapi kalau benar HRD itu ngomong rekrutmen cuma formalitas, maka itu bohong publik, katanya.

Ia menekankan bahwa seluruh stakeholder harus menjaga integritas job fair Bekasi demi masa depan ketenagakerjaan yang lebih baik.

Selain itu, banyak pihak juga mendorong adanya standar nasional dalam penyelenggaraan job fair agar setiap pelamar memiliki kepastian bahwa acara tersebut memang mempertemukan mereka dengan peluang kerja nyata.

Tanpa regulasi ketat, acara seperti ini dikhawatirkan hanya menjadi ajang pencitraan tanpa dampak konkret bagi para pencari kerja.

Pernyataan oknum HRD yang menyebut job fair Bekasi hanya formalitas telah mencoreng semangat ribuan pelamar kerja yang datang dengan penuh harapan.

Respons keras dari Wamenaker menunjukkan bahwa pemerintah tidak mentolerir sikap tidak profesional yang melecehkan pencari kerja.

Insiden ini harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar program serupa di masa depan lebih transparan, adil, dan berpihak pada rakyat.

Job fair bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan jembatan harapan antara tenaga kerja dan industri.

Setiap ucapan dan tindakan dari pihak penyelenggara maupun peserta harus mencerminkan komitmen nyata terhadap penciptaan lapangan kerja.

Jika dikelola dengan baik, job fair Bekasi dan acara serupa akan menjadi sarana efektif membangun ekonomi dan menurunkan angka pengangguran secara signifikan.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya
Siswa SMK di Kupang Tusuk Guru Saat Tidur, Ini Motif yang Diungkap Polisi
Timeline LPDP Batch 2 2026 Lengkap, Catat Semua Tahap Seleksi agar Tidak Terlewat

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Berita Terbaru

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB