Redaksiku.com – IGSBB Kabupaten Bojonegoro sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Guru Inovatif dan Parenting Orang Tua pada tanggal 14–15 Mei 2026 yang bertempat di Aula BMT NU Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. Acara ini dihadiri oleh 298 peserta yang terdiri dari para guru PAUD, SD, MI, serta orang tua murid yang datang dari Bojonegoro, Tuban, dan berbagai wilayah di sekitarnya.
Pelatihan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi strategis antara guru di sekolah dan orang tua di rumah guna memperkuat pendidikan karakter anak. Di tengah tantangan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin kompleks, sinergi antara rumah dan institusi pendidikan menjadi fondasi yang sangat krusial.
Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama sinergis dari berbagai organisasi profesi pendidikan di daerah. Beberapa organisasi yang terlibat aktif meliputi IGTKI Kabupaten Bojonegoro, HIMPAUDI Kabupaten Bojonegoro, IGABA Kabupaten Bojonegoro, serta IGSBB Bojonegoro.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dokumentasi IHF — Foto Bersama Seluruh Peserta Bersama Tamu Undangan Saat Pembukaan
Sinergi Sekolah dan Keluarga dalam Menghadapi Degradasi Moral
Dalam sambutannya saat membuka acara, Drs. Ec. M. Anwar Mukhtadlo, M.Si. menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya pelatihan yang melibatkan guru dan orang tua secara bersamaan. Menurutnya, pembinaan karakter anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama antara tenaga pendidik dan keluarga.
Beliau menyoroti berbagai fenomena degradasi moral di kalangan generasi muda yang kian mengkhawatirkan saat ini. Tantangan tersebut mulai dari minimnya keterlibatan pemuda di tempat ibadah, masifnya pengaruh negatif budaya digital melalui gawai, hingga pola konsumsi makanan yang kurang sehat bagi tumbuh kembang anak.
Dari sisi akademis dan pedagogis, pendekatan Deep Learning dinilai dapat menjadi salah satu solusi efektif untuk memperkuat pendidikan karakter di ruang kelas. Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya keteladanan orang tua di rumah, termasuk memastikan rezeki yang diberikan kepada keluarga berasal dari sumber yang halal karena diyakini berdampak langsung pada perilaku anak.
Peran Penting Guru dan Orang Tua di Era Digital
Sementara itu, Ketua IGSBB Kabupaten Bojonegoro, Nur Mazida, M.Pd., memaparkan bahwa tantangan menjadi orang tua dan pendidik di era digital saat ini semakin berat. Arus informasi yang begitu deras dan mudah diakses anak melalui gawai sering kali membuat mereka mudah terdistraksi serta mengalami penurunan daya konsentrasi belajar.
Perkembangan teknologi telah mengubah lanskap dunia kerja dan sistem pendidikan secara drastis. Oleh karena itu, para guru tidak lagi bisa mendampingi siswa dengan menggunakan metode atau pendekatan konvensional yang sama seperti masa lalu.
Penanaman karakter, rasa empati, pola pikir berkembang, dan pendekatan pembelajaran humanis menjadi modal utama agar generasi muda mampu bertahan di era modern.
“Kolaborasi dan sinergitas pendidikan di tingkat PAUD, SD, dan MI menjadi hal utama untuk mendukung lahirnya generasi emas Indonesia,” ungkapnya saat memberikan pemaparan materi di hadapan ratusan peserta.

Dokumentasi IHF — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Drs. Ec. M. Anwar Mukhtadlo, M.Si (kanan) dan Ketua IGSBB Bojonegoro, Nur Mazida, M.Pd. (kiri) Menyampaikan Sambutan.
Dukungan Luas dari Berbagai Institusi Pendidikan
Kesuksesan acara ini juga didukung oleh kehadiran sejumlah tamu undangan penting dari berbagai institusi dan organisasi profesi pendidikan tinggi maupun daerah. Kehadiran para akademisi ini menunjukkan komitmen bersama dalam memajukan mutu pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar.
Beberapa tokoh dan perwakilan institusi yang hadir dalam kegiatan tersebut meliputi:
- Ketua Prodi PIAUD UNUGIRI Bojonegoro yang turut memantau perkembangan inovasi pembelajaran anak usia dini.
- Ketua Prodi PIAUD STIT Muhammadiyah Bojonegoro yang memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan kapasitas guru.
- Ketua Prodi PIAUD STIT Al Muhammad Cepu yang hadir memperkuatjejaring kolaborasi antarlembaga pendidikan.
- Ketua IPPAQI Bojonegoro serta perwakilan organisasi profesi pendidikan lainnya di wilayah sekitar.
Respons Positif dan Kesan Peserta Pelatihan
Para peserta yang hadir memberikan tanggapan yang sangat antusias dan positif terhadap seluruh rangkaian materi yang disajikan selama dua hari tersebut. Mereka merasa mendapatkan sudut pandang baru dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan saat ini.
Muh Abdul Rouf, salah seorang peserta pelatihan, mengaku memperoleh banyak wawasan berharga terkait inovasi pembelajaran modern di kelas. “Alhamdulillah kami mendapatkan banyak ilmu dan banyak inovasi dalam pembelajaran. Pelatihan ini recommended untuk guru SD agar lebih profesional dalam melaksanakan profesinya,” ujarnya.
Kesan serupa disampaikan oleh Peni Purwaningsih yang merasa mendapatkan pencerahan baru mengenai pentingnya membangun pola pikir berkembang serta penerapan program pembelajaran holistik berbasis karakter. Peserta lain, Isnaeni Nurazizah Safitri, menilai suasana penyampaian materi berlangsung sangat kondusif, interaktif, dan menyenangkan sehingga peserta dapat mengikuti seluruh sesi pelatihan tanpa merasa jenuh.
Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, para guru dan orang tua diharapkan mampu membangun komunikasi serta kolaborasi yang jauh lebih erat dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Langkah nyata ini diyakini mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif bagi terbentuknya generasi bangsa yang berkarakter kuat, memiliki rasa empati tinggi, dan siap menghadapi berbagai tantangan zaman di masa depan.
Penulis: Ari Saptarini
Pertanyaan Umum
Apa tujuan utama dari penyelenggaraan pelatihan ini?
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara guru di sekolah dan orang tua di rumah dalam membimbing serta mendidik karakter anak di tengah tantangan era digital dan perubahan sosial.
Siapa saja pihak yang mengikuti kegiatan di Bojonegoro ini?
Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 298 peserta yang terdiri dari guru PAUD, SD, MI, serta para orang tua murid yang berasal dari wilayah Bojonegoro, Tuban, dan daerah sekitarnya.
Kapan dan di mana acara pelatihan tersebut dilangsungkan?
Pelatihan Guru Inovatif dan Parenting Orang Tua ini diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 14–15 Mei 2026 bertempat di Aula BMT NU Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.
Ringkasan
Pelatihan Guru Inovatif dan Parenting yang diadakan di Bojonegoro pada 14–15 Mei 2026 melibatkan 298 guru serta orang tua untuk memperkuat sinergi pendidikan karakter anak. Kegiatan ini fokus pada penerapan metode pembelajaran humanis dan kolaborasi rumah-sekolah guna menghadapi tantangan era digital.






