Redaksiku.com – Setiap pebisnis pasti mengharapkan usahanya bisa berjalan dengan lancar dan terus berkembang, namun terkadang ada hal kecil ataupun salah dalam mengambil tindakan secara tidak langsung yang dapat menghambat perkembangan usahanya sehingga bisa menyebabkan sejumlah kerugian.
Menjadi pedagang tidak semudah yang terlihat, mungkin dari luar terlihat seperti hanya menunggu pembeli datang dan menerima uang saja tetapi faktanya tidak demikian. Sebagai pedagang harus mempersiapkan mental, melayani pembeli, menghitung keuntungan dan membagi uang, mengecek barang, stok barang dan lainnya.
Sebagai pedagang tidak hanya fokus melayani konsumen saja tetapi juga harus fokus memperhatikan dan mengembangkan usaha, supaya terhindar dari kerugian besar hingga kebangkrutan. Ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh pedagang, agar bisa menghindari hal-hal yang bisa menghambat perkembangan usahanya seperti berikut.
Hal-hal yang Bisa Menghambat Perkembangan Usaha Bagi Pedagang
1. Menjual dengan harga murah
Banyak cara yang dilakukan oleh pedagang untuk menarik perhatian dan mendapatkan konsumen, salah satunya dengan menjual barang dengan harga yang murah dan memperoleh keuntungan yang sangat minim. Memang cara ini terbukti dapat menarik banyak konsumen datang dan membeli, tapi bisa menghambat perkembangan usaha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa bisa menghambat perkembangan usaha? Setiap pelaku usaha pasti menginginkan keuntungan dari setiap usahanya, untuk kebutuhan hidup dan perkembangan usahanya. Jika menjual barang terlalu murah dari harga pasaran, memang laris manis tapi juga harus dipertimbangkan dengan pengeluarannya agar tidak kehabisan modal. Hitung keuntungan untuk putar modal, gaji karyawan, sewa tempat usaha dan lainnya terlebih dahulu. Apakah bisa mencukupi atau justru sebaliknya.
2. Stok barang baru
Salah satu tujuan dari terus menyediakan stok barang yaitu untuk membantu perkembangan usaha dan menjaga kepercayaan konsumen, bayangkan saja jika konsumen datang dan mencari barang yang mereka butuhkan tetapi stoknya selalu tidak tersedia maka konsumen akan pergi ke tempat pesaing dan bisa saja menjadi pelanggan tetap di sana.
Agar usaha tetap berjalan dengan lancar sebagai pedagang harus sering mengecek stok barang yang paling laris dan jangan sampai kehabisan. Hindari stok barang baru dalam jumlah yang banyak, karena selera konsumen sulit untuk berpindah dan jika ingin stok barang baru cobalah stok sedikit saja untuk menghindari kerugian. Meskipun jenis barang sama dan harga tidak jauh berbeda atau bahkan lebih murah, konsumen belum tentu tertarik.
3. Kurang meneliti produk
Mengecek produk perlu dilakukan setidaknya 1 bulan sekali ataupun waktu barang masuk lalu kemudian dicatat dalam buku catatan kusus, hal ini perlu dilakukan salah satunya untuk menghindari penjualan barang kadaluwarsa. Jika barang kadaluwarsa didisplay dan ditemukan oleh konsumen, maka bisa menurunkan citra toko.
Penulis : Argafica
Editor : Argafica
Halaman : 1 2 Selanjutnya







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.