Redaksiku.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau yang dikenal dengan sandi saham PGEO tengah merancang langkah strategis untuk memasok kebutuhan listrik yang handal bagi industri pusat data ramah lingkungan dan ekosistem kecerdasan buatan di tanah air. Langkah ini diambil seiring dengan lonjakan kebutuhan infrastruktur digital yang menuntut ketersediaan daya listrik bersih tanpa henti selama dua puluh empat jam penuh.
Rencana ambisius tersebut merupakan bagian dari inisiatif bisnis yang dinamakan sebagai strategi Beyond Electricity. Melalui pendekatan ini, perusahaan tidak lagi hanya berfokus pada penjualan listrik konvensional ke jaringan utama, melainkan memperluas spektrum pemanfaatan energi panas bumi ke berbagai sektor industri strategis yang bernilai tambah tinggi.
Portofolio pengembangan baru ini mencakup beberapa lini penting yang langsung bersentuhan dengan transisi energi bersih nasional. Ruang lingkup tersebut meliputi pembangunan pusat data hijau, produksi hidrogen hijau, pemanfaatan uap panas bumi secara langsung untuk proses industrial, serta penyediaan layanan laboratorium dan teknologi energi terbarukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa fasilitas pusat data modern dan pabrik kecerdasan buatan memerlukan pasokan daya yang sangat stabil. Karakteristik energi panas bumi yang mampu beroperasi secara terus-menerus tanpa terpengaruh kondisi cuaca menjadikannya kandidat paling ideal untuk menyokong infrastruktur digital masa depan.
“Panas bumi merupakan energi domestik yang bersih dan mampu beroperasi sebagai baseload sepanjang waktu sehingga sangat cocok menjadi tulang punggung green data centre di Indonesia.”
— Ahmad Yani
Sebagai langkah konkret di fase awal, perusahaan energi pelat merah ini telah memulai tahap kajian mendalam. Lokasi yang dipilih untuk proyek rintisan awal adalah kawasan lapangan panas bumi Kamojang yang terletak di provinsi Jawa Barat.
Kawasan tersebut dipersiapkan secara matang sebagai proyek percontohan sekaligus wadah pembuktian konsep. Melalui proyek ini, manajemen ingin menguji efektivitas model bisnis, memetakan ekspektasi serta kebutuhan calon mitra pengguna, dan memastikan kesiapan infrastruktur pasar.
Area Kamojang di Jawa Barat dipilih sebagai lokasi proyek percontohan untuk menguji model bisnis dan kebutuhan pasar pusat data ramah lingkungan.
Guna memastikan kelancaran ekspansi bisnis yang masif ini, manajemen perusahaan memandang perlunya dukungan regulasi yang komprehensif dari berbagai pemangku kepentingan. Beberapa aspek penunjang yang dinilai krusial antara lain:
- Penyempurnaan kerangka regulasi tarif agar tercipta iklim usaha yang lebih kompetitif dan transparan bagi investor.
- Perluasan cakupan insentif fiskal serta akses terhadap instrumen pembiayaan hijau atau green financing.
- Sinkronisasi menyeluruh antara wilayah kerja panas bumi, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik, kesiapan jaringan transmisi, perjanjian jual beli daya, serta target tanggal operasi komersial.
Perusahaan energi panas bumi ini menargetkan peningkatan kapasitas terpasang secara bertahap hingga mencapai sekitar 1 GW pada tahun 2028 dan melonjak menjadi sekitar 1,8 GW pada tahun 2034 mendatang.
Pertumbuhan kapasitas pembangkitan daya tersebut nantinya akan ditopang sepenuhnya oleh portofolio cadangan serta sumber daya panas bumi milik perusahaan yang diperkirakan mencapai kapasitas total sekitar 3 GW. Dukungan sumber daya yang masif ini memberikan keleluasaan bagi perusahaan untuk memenuhi permintaan listrik bersih yang terus merangkak naik dari sektor teknologi informasi.
Pertanyaan Umum
Mengapa energi panas bumi cocok untuk pusat data?
Energi panas bumi memiliki keunggulan sebagai sumber daya baseload yang dapat beroperasi stabil selama 24 jam penuh tanpa terpengaruh oleh faktor cuaca, menjadikannya pasokan listrik ideal untuk pusat data dan kecerdasan buatan.
Di mana lokasi proyek percontohan green data center PGEO?
Proyek percontohan dan pengujian konsep awal ini dikembangkan di Area Kamojang, Jawa Barat, untuk menguji model bisnis serta kesiapan pasar.
Berapa target kapasitas terpasang Pertamina Geothermal Energy?
Perusahaan menargetkan kapasitas terpasang dapat tumbuh bertahap menjadi sekitar 1 gigawatt pada tahun 2028 dan mencapai 1,8 gigawatt pada tahun 2034.
Ringkasan
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) merancang strategi Beyond Electricity untuk memasok listrik hijau yang stabil bagi pusat data ramah lingkungan dan kecerdasan buatan (AI). Proyek percontohan tahap awal ini dikembangkan di Area Kamojang, Jawa Barat.
PGEO menargetkan peningkatan kapasitas terpasang panas bumi hingga mencapai 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034 guna mendukung infrastruktur digital nasional.





