Malam 1 Rajab menjadi momen penting yang selalu dinanti umat Islam karena menandai awal bulan mulia dalam kalender Hijriah.
Penentuan malam 1 Rajab sering menimbulkan pertanyaan karena berkaitan dengan perbedaan sistem penanggalan.
Banyak umat Islam ingin memastikan kapan tepatnya malam 1 Rajab agar tidak keliru dalam memulai doa dan amalan.
Selain soal tanggal, malam ini juga memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi menurut para ulama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh sebab itu, memahami malam 1 Rajab secara benar bukan hanya soal kalender, tetapi juga kesiapan hati dan niat ibadah.
Malam 1 Rajab Resmi Jatuh Tanggal Berapa Menurut Lembaga Otoritatif?

Pembahasan mengenai malam 1 Rajab tidak bisa dilepaskan dari penetapan awal bulan Rajab secara resmi.
Bulan Rajab merupakan bulan ketujuh dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Karena menggunakan sistem qamariyah, pergantian hari dalam Islam tidak dimulai pada tengah malam, melainkan sejak matahari terbenam.
Malam 1 Rajab secara resmi ditetapkan jatuh pada Minggu malam, 21 Desember 2025, yang berarti awal bulan Rajab 1447 H dimulai pada Senin, 22 Desember 2025 M. Penetapan ini didasarkan pada keputusan bersama lembaga-lembaga otoritatif di Indonesia yang menggunakan metode rukyatul hilal dan istikmal.
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menyampaikan bahwa hilal tidak berhasil teramati di seluruh titik pemantauan di Indonesia pada Sabtu, 20 Desember 2025. Karena hilal tidak terlihat, maka bulan Jumadal Akhirah digenapkan menjadi 30 hari, dan awal Rajab dimulai keesokan harinya.
Artinya, malam 1 Rajab dimulai sejak terbenamnya matahari pada Minggu, 21 Desember 2025. Inilah waktu yang tepat bagi umat Islam untuk mulai membaca doa, memperbanyak dzikir, dan menata niat menyambut bulan Rajab.
Penetapan ini juga sejalan dengan keputusan Kementerian Agama Republik Indonesia serta perhitungan kalender Muhammadiyah, sehingga tidak terdapat perbedaan awal Rajab pada tahun ini. Keseragaman ini memberikan ketenangan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah pada malam 1 Rajab secara bersamaan.
Malam 1 Rajab bukan sekadar pergantian tanggal, tetapi pintu awal menuju rangkaian ibadah panjang hingga Ramadhan.
Keutamaan Malam 1 Rajab sebagai Pintu Pembuka Musim Ketaatan
Keistimewaan malam 1 Rajab telah lama disebut dalam literatur klasik Islam. Para ulama salaf menaruh perhatian besar pada malam ini karena dianggap sebagai salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Imam Syafi™i dalam kitab Al-Umm menyebutkan bahwa terdapat lima malam yang doa-doanya sangat diharapkan terkabul, dan salah satunya adalah malam di bulan Rajab.
Momentum ini sangat penting karena menjadi awal penyucian hati. Pada malam ini, seorang Muslim dianjurkan memperbarui niat, memohon ampunan, dan meminta kekuatan untuk memperbaiki diri. Doa yang dipanjatkan pada malam pertama di bilan Rajab tidak hanya berisi harapan duniawi, tetapi juga permohonan agar diberikan keteguhan iman hingga bertemu bulan Ramadhan.
Menghidupkan malam pertama di bulan Rajab juga dimaknai sebagai proses menanam benih ketaatan. Apa yang dibiasakan sejak Rajab akan berlanjut di bulan Sya™ban, lalu mencapai puncaknya di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, banyak ulama menganjurkan agar malam ini tidak dilewatkan begitu saja tanpa doa dan dzikir.
Doa dan Amalan yang Dianjurkan
Salah satu amalan utama di malam pertama di bulan Rajab adalah membaca doa yang diriwayatkan dibaca Rasulullah SAW ketika memasuki bulan Rajab. Doa ini mencerminkan harapan agar umur, iman, dan ibadah diberkahi hingga Ramadhan.
Bacaan Doa:
اللَّهÙÙ…ÙŽÙ‘ بَارÙكْ لَنَا ÙÙÙŠ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلÙّغْنَا رَمَضَانَ
Latin: Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya™bâna waballighnâ ramadlânâ
Artinya: Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya™ban, serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.
Selain doa tersebut, malam 1 Rajab juga dianjurkan diisi dengan istighfar, memperbanyak sholawat, dan sholat sunnah antara Maghrib dan Isya. Istighfar sebanyak 70 kali pagi dan sore selama bulan Rajab menjadi amalan yang dianjurkan untuk membersihkan hati.
Dzikir yang dikenal sebagai Tasbih Rajab juga sering diamalkan sepanjang bulan ini. Semua amalan tersebut berawal dari kesadaran akan pentingnya malam 1 Rajab sebagai titik awal perjalanan spiritual menuju Ramadhan.
Sebagai penutup, malam 1 Rajab bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender Islam, tetapi momentum besar yang sarat makna.
Bulan Rajab adalah undangan awal dari Allah SWT untuk kembali mendekat, membersihkan hati, dan menyiapkan diri menuju bulan-bulan penuh rahmat berikutnya.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






