Bagi pengguna yang membawa sepeda tersebut, menempatkannya di sisi kiri tiap tiap pintu kereta cocok dengan arah perjalanan LRT Jabodebek. “Setiap kereta dirancang untuk menampung maksimal tiga sepeda non-lipat. Aturan ini diterapkan untuk melindungi kenyamanan dengan serta kelancaran operasional perjalanan,” imbuh Mahendro.
Saat ini, pengguna LRT Jabodebek udah diperbolehkan membawa sepeda lipat dengan dimensi maksimal 100 x 40 x 30 cm atau sepeda non-lipat yang panjangnya tidak melebihi 90 cm. Alat transportasi pribadi lainnya, layaknya sepatu roda atau skuter kecil, terhitung diizinkan sepanjang memenuhi batas dimensi yang ditentukan dan disempurnakan pelindung untuk melindungi kenyamanan penumpang lain.
Kemudian, Mahendro menjelaskan bahwa untuk membantu uji coba tersebut, LRT Jabodebek udah sediakan fasilitas pendukung layaknya gate khusus untuk sepeda, elevate di tiap tiap stasiun, tempat khusus untuk sepeda lipat di didalam kereta, jalan khusus untuk sepeda di tangga dari tempat plaza stasiun ke concourse serta dari concourse menuju peron, dan parkir sepeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fasilitas parkir sepeda dan jalan khusus sepeda di tangga udah tersedia di semua stasiun LRT Jabodebek, kecuali Stasiun Halim. Mulai 8 Desember, kita menimbulkan pengguna untuk coba fasilitas ini. Kami dapat memonitor dan mengevaluasi pelaksanaannya untuk pilih langkah selanjutnya, tutur Mahendro.
Hasil evaluasi dari uji coba ini dapat menjadi dasar untuk penerapan ketentuan secara menyeluruh. Kata Mahendro, kebijakan ini dikehendaki menaikkan kenyamanan pengguna serta membantu type hidup yang lebih ramah lingkungan.







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.