Kronologi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Ini 3 Tanda Kelalaian yang Jadi Sorotan KNKT

- Penulis

Jumat, 4 Juli 2025 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya terus dilakukan, 28 orang masih belum ditemukan hingga kini. (Foto: Dok. Polda Jatim)

Proses pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya terus dilakukan, 28 orang masih belum ditemukan hingga kini. (Foto: Dok. Polda Jatim)

KMP Tunu Pratama Jaya menjadi sorotan publik setelah insiden tragis di Selat Bali yang menewaskan sejumlah penumpang.

Tragedi ini memicu keprihatinan mendalam karena banyak korban masih dalam pencarian hingga hari kedua pascakejadian.

Dari total 65 orang dalam manifes, 31 berhasil selamat dan 6 ditemukan meninggal dunia termasuk seorang balita.

Pihak TNI, Polri, Basarnas, serta relawan gabungan dikerahkan menyisir wilayah pesisir Jembrana hingga Ketapang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga turut turun tangan menginvestigasi penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.

Kronologi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali

Kronologi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Ini 3 Tanda Kelalaian yang Jadi Sorotan KNKT
Kronologi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Ini 3 Tanda Kelalaian yang Jadi Sorotan KNKT

KMP Tunu Pratama Jaya diketahui berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pada Rabu malam, 3 Juli 2025.

Kapal milik PT Pasca Dana Sundari tersebut membawa 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, serta mengangkut 22 kendaraan yang tersimpan di dek kapal.

Pelayaran berlangsung dalam kondisi laut yang mulai tidak bersahabat, di mana gelombang meninggi dan angin bertiup cukup kencang saat kapal berada di tengah Selat Bali.

Menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.20 WIB, kapal dilaporkan mengalami kondisi darurat dan mulai kehilangan kendali di posisi koordinat 8°9’32.35″ LS dan 114°25’6.38″ BT.

Sinyal distress dari kapal diterima oleh pihak berwenang sebagai tanda bahwa kapal menghadapi situasi bahaya yang mengancam keselamatan penumpang dan awak kapal.

Laporan dari petugas di lapangan menyebut bahwa hanya berselang sekitar 15 menit setelah sinyal bahaya dikirimkan, kapal tersebut tenggelam pada pukul 23.35 WIB.

Dalam kondisi gelap dan cuaca yang buruk, proses evakuasi darurat di atas kapal berjalan sangat terbatas dan hanya sebagian penumpang yang sempat mengakses sekoci atau pelampung.

Minimnya waktu untuk bereaksi serta terbatasnya jumlah alat keselamatan menyebabkan banyak penumpang terpaksa melompat ke laut tanpa perlindungan yang memadai.

Sementara itu, sinyal pemancar darurat atau beacon yang seharusnya aktif saat kapal tenggelam tidak terdeteksi, sehingga menyulitkan pelacakan titik pasti kejadian pada malam itu.

Tim SAR gabungan dari TNI AL, Basarnas, Polri, serta relawan baru bisa memulai pencarian skala penuh keesokan harinya setelah cuaca mulai memungkinkan untuk operasi laut dan udara.

Pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya memasuki hari kedua dengan penguatan armada laut dan udara.

Proses Evakuasi KMP Tunu Pratama Jaya Hari Kedua Diperluas ke Selatan

Berdasarkan hasil evaluasi semalam, operasi diperluas ke arah Selatan, dimulai dari lokasi datum tenggelamnya kapal di Pantai Ketapang.

Sebanyak dua kapal perang milik TNI AL, yakni KRI Teluk Ende dan KRI Tongkol, diturunkan ke lokasi pencarian bersama pesawat CN-235.

Sementara dari udara, pencarian melibatkan tiga helikopter, masing-masing dari Basarnas, Polri, dan satu swasta dari Bali Air.

Pencarian juga dilanjutkan di sisi Gilimanuk, Bali, oleh petugas gabungan yang menyisir pesisir sepanjang Jembrana hingga Pantai Melaya.

Sementara itu, cuaca menjadi tantangan utama tim pencari dengan hujan rintik dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter di sisi selatan.

BMKG memperingatkan potensi gelombang tinggi dan arus deras hingga 2,1 meter per detik ke arah selatan yang menyulitkan proses evakuasi.

Kondisi tersebut membuat seluruh personel harus bekerja ekstra hati-hati namun tetap intensif dalam menyisir lokasi.

Komandan Lanal Denpasar, Kolonel Laut (P) Cokorda Gede Parta Pemayun, menyatakan pihaknya masih belum menemukan korban tambahan di pesisir.

Posko informasi korban di Pelabuhan Gilimanuk terus melayani keluarga dan masyarakat yang mencari kabar para penumpang KMP Tunu Pratama Jaya.

KNKT Soroti 3 Tanda Kelalaian Kapal KMP Tunu Pratama Jaya

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mempertanyakan jumlah dan kondisi sekoci aktif yang tersedia di KMP Tunu Pratama Jaya.

Dari data sementara, hanya empat penumpang yang berhasil selamat menggunakan sekoci, yang jumlahnya tidak sebanding dengan total penumpang.

KNKT mengingatkan bahwa rakit penyelamat (life raft) seharusnya berkembang otomatis saat terjadi kecelakaan untuk menolong penumpang.

Soerjanto juga menyatakan bahwa tidak ada beacon atau pemancar sinyal otomatis yang aktif saat kapal tenggelam, hal yang sangat krusial dalam situasi darurat.

KNKT akan menjadikan kelemahan ini sebagai poin penting dalam rekomendasi keselamatan pelayaran yang lebih ketat ke depannya.

Selain itu, KNKT mulai menelusuri dokumen Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang dikeluarkan oleh Syahbandar Pelabuhan Ketapang.

Investigasi menyasar apakah proses penerbitan SPB sudah sesuai prosedur, termasuk pemeriksaan kelaikan kapal dan kesiapan evakuasi.

Beberapa kejadian serupa seperti tenggelamnya KMP Yunice (2021) dan KMP Rafelia 2 (2016) dijadikan bahan evaluasi penting untuk mencegah kasus berulang.

Soerjanto menekankan bahwa pengawasan operasional pelabuhan serta dokumen teknis pelayaran tidak boleh hanya formalitas administratif.

Seluruh temuan investigasi akan dikompilasikan menjadi rekomendasi sistemik untuk mencegah tragedi semacam KMP Tunu Pratama Jaya kembali terjadi.

Update Korban KMP Tunu Pratama Jaya: 31 Selamat, 6 Tewas, 28 Masih Dicari

Data terakhir mencatat total penumpang dan kru KMP Tunu Pratama Jaya sebanyak 65 orang dengan rincian 53 penumpang dan 12 kru.

Sebanyak 31 orang berhasil ditemukan selamat, beberapa di antaranya menggunakan jaket pelampung maupun sekoci.

Sementara itu, enam jenazah telah ditemukan, termasuk seorang balita berusia tiga tahun yang turut menjadi korban.

Masih ada 28 orang lainnya yang belum ditemukan hingga Jumat siang (4 Juli 2025), dan operasi terus dilanjutkan tanpa henti.

Proses identifikasi korban dan pencocokan manifes dengan temuan lapangan terus dilakukan oleh tim forensik dan Posko SAR gabungan.

Sejumlah keluarga korban berkumpul di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk untuk mencari kabar tentang kerabat mereka yang belum ditemukan.

Banyak dari mereka menyatakan kekhawatiran karena tidak semua penumpang menggunakan alat keselamatan ketika kapal tenggelam.

Relawan dan tenaga pendamping trauma pun telah dikerahkan untuk membantu keluarga korban menghadapi kondisi psikologis berat.

Kapolres Jembrana menyebut bahwa prioritas utama tetap pada evakuasi, pencarian, dan pendampingan kepada pihak keluarga.

Sampai saat ini, KMP Tunu Pratama Jaya masih menjadi titik fokus investigasi dan upaya pencarian berskala nasional di Selat Bali.

Penutup

Insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya menjadi peringatan keras atas pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran.

Dari minimnya sekoci aktif hingga tidak adanya sinyal beacon saat kejadian, tragedi ini menyiratkan celah besar yang tidak boleh terulang.

Dengan kerja keras tim SAR gabungan serta pengawasan ketat dari KNKT, diharapkan seluruh korban dapat ditemukan dan penyebab pasti bisa diungkap.

Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban serta pelajaran penting bagi dunia pelayaran Indonesia ke depan.

KMP Tunu Pratama Jaya kini bukan hanya nama kapal, tapi simbol dari upaya kolektif penyelamatan, penyelidikan, dan perbaikan regulasi transportasi laut.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya
Siswa SMK di Kupang Tusuk Guru Saat Tidur, Ini Motif yang Diungkap Polisi
Waspada Tsunami Hari Ini: Gempa M7,7 Guncang NTT, Ini Kondisi Terbarunya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?

Berita Terbaru

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Lowongan Kerja

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Selasa, 18 Agu 2026 - 22:59 WIB

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB